sakit pinggang

sakit pinggang

 

 

DELAPAN dari 10 orang diperkirakan menderita gangguan sakit punggung dalam berbagai jenis. Mungkin Anda kesulitan menemukan cara mencegah dan mengatasi yang tepat mengingat mitos seputar penyakit ini yang juga sama banyaknya dengan jumlah penderitanya. Untuk membantu Anda menemukan cara yang tepat, berikut beberapa mitos, fakta dan solusi  seputar sakit punggung.

Pastikan selalu duduk tegak untuk mencegah sakit punggung. Posisi bermalas-malasan memang buruk bagi punggung. Akan tetapi, duduk tegak lurus terlalu lama juga bisa memicu peregangan pada punggung. Jika pekerjaan menuntut Anda duduk dalam jangka waktu lama, cobalah menerapkan latihan berikut beberapa kali dalam sehari:  duduklah sambil menyandarkan punggung ke kursi dengan kaki berada di lantai dan punggung sedikit dilengkungkan. Untuk hasil yang lebih baik, luangkan waktu untuk berdiri dan berjalan ke sekeliling ruangan beberapa menit setiap periode waktu dalam sehari.

Mengangkat benda berat akan menyakiti punggung. Bukan beratnya yang jadi masalah, tetapi cara Anda mengangkatnya. Tentunya tetap lebih baik menghindari beban yang terlalu berat untuk ukuran Anda. Namun jika hendak mengangkat beban, pastikan jongkok tepat di dekat benda dengan posisi punggung tetap lurus dan tegak ke  atas. Berdirilah dan gunakan kaki untuk mengangkat beban. Pastikan jangan memilin atau membungkukkan tubuh saat mengangkat.

Tinggallah di tempat tidur hingga sakit punggung hilang. Istirahat memang bisa membantu cidera akut atau peregangan yang memicu sakit punggung. Tetapi, Anda tidak perlu terus di tempat tidur. Satu atau dua hari di tempat tidur malah bisa memperburuk sakit punggung Anda.

Sakit punggung selalu dipicu oleh cidera. Tidak hanya cidera, sakit punggung juga bisa disebabkan oleh penurunan fungsi cakram akibat penuaan, penyakit, infeksi, bahkan konidi penyakit yang diturunkan.

Mereka yang kelebihan berat badan lebih berisiko menderita sakit punggung. Hal ini benar adanya. Obesitas akan menambah stres pada punggung. Karena itu, cobalah tetap fit dan mempertahankan berat badan sehat untuk menghindari sakit punggung. Selain itu, hindari olahraga keras di akhir muinggu tanpa diiringi olahraga teratur sebelumnya. Cara ini justru bisa menyebabkan cidera.

Mereka yang kurus bebas dari sakit punggung. Setiap orang bisa saja menderita sakit punggung. Faktanya, mereka yang terlalu kurus, seperti penderita anoreksia (gangguan makan), justru mengalami penurunan massa tulang yang bisa memicu patah atau retak tulang belakang.

Olahraga tidak baik untuk sakit punggung. Ini hanyalah mitos besar semata. Olahraga teratur justru membantu Anda mencegah sakit punggung. Penderita cidera akut yang mengalami sakit punggung umumnya dianjurkan mengikuti program olahraga yang dimulai dengan gerakan ringan dan ditingkatkan secara perlahan. Begitu rasa sakit akut reda, olahraga akan membantu mencegah terjadinya sakit punggung berulang.

Vitamin K. Vitamin K yang terdapat pada brokoli, bayam dan sayur berwarna hijau gelap dapat mempertahankan deposit kalsium dalam tubuh. Makin kuat tulang, otomatis tubuh pun kuat. Sebab, tulang ibarat penopang tubuh, yang bisa mengurangi kemungkinan cedera yang menyebabkan nyeri pada punggung. (OL-08)

Sumber : mediaindonesia.com

pare

pare

SELAIN olahraga dan diet sehat, diabetes juga bisa dikontrol dengan obat herbal. Studi-studi telah menemukan kalau beberapa herbal alami mempunyai kemampuan menurunkan gula darah dengan cara menstimulasi pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Selain itu, ada juga herbal dengan komponen yang efektif mengurangi kadar glukosa dengan mekanisme yang berbeda. Herbal apa sajakah yang bisa digunakan? Berikut 4 herbal yang bisa menjadi pilihan Anda.

Galega officinalis. Tanaman ini telah digunakan untuk meredakan gejala-gejala diabetes sejak abad pertengahan. Berdasarkan hasil analisis, tanaman ini mengandung guanidine, komponen yang bisa menurunkan gula darah dengan mengurangi resistensi insulin. Obat oral yang umum diresepkan untuk pasien diabetes (metformin) juga mengandung ekstrak dari herbal ini.

Herbal ini bekerja dengan menurunkan resistensi sel-sel terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa dari usus halus, mengurangi pembentukan glukosa di hati dan meningkatkan penyerapan dan penggunaan glukosa dalam lemak dan sel-sel otot di seluruh tubuh.

Ginseng.
Akar tanaman ini telah lama dinyatakan efektif membantu pengidap diabetes. Herbal satu ini bekerja dengan meningkatkan sensitivitas sel-sel terhadap insulin, hormon yang mengirim sinyal kepada sel-sel untuk mengurangi gula darah dengan mengambil glukosa. Sebuah studi yang dipublikasikan diDiabetes Care memaparkan, partisipan yang menerima 3 gram ginseng memiliki kadar gula darah 59.1% lebih rendah dibandingkan partisipan yang menerima placebo (tidak mengandung ginseng).

Tetapi jika hendak menggunakan ginseng, ada baiknya di bawah pengawasan dokter. Meskipun partisipan dalam studi tidak mengalami efek samping berbahaya, ginseng potensial memperkuat efek obat penurun gula darah yang diresepkan dan menimbulkan efek berlawanan jika digunakna bersamaan dengan obat antidiabetes oral seperti warfarin, heparin, dan aspirin.

Kayu manis. Ilmuwan dari Amerika mengklaim kalau satu sendok teh kayu manis sehari bisa membantu mencegah munculnya diabetes. Peneliti dari US Agricultural Research Services’ nutrition laboratories di Beltsville, Md., menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa meremajakan kemampuan tubuh agar lebih responsif terhadap insulin. Faktanya, hasil percobaan di laboratorium menunjukkan kalau pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer yang terdapat di dalam kayu manis. Hasil percobaan pada tikus menunjukkan kalau konsentrasi glukosa yang tinggi, turun dramatis setelah diberikan turunan kayu manis ini.

Studi lain dari Pakistan juga menunjukkan penurunan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL dan kolesterol total setelah penggunaan kayu manis selama 40 hari. Penurunan itu terus terjadi hingga 20 hari ke depannya. Studi ini menunjukkan, mereka yang menerima kayu manis paling tidak 1 gram sehari bisa merasakan manfaat ini.

Pare (paria).
Studi-studi klinis menunjukkan kalau pare meningkatkan produksi sel-sel beta di pankreas yang memicu perbaikan produksi insulin di dalam tubuh. Kandungan Charantin, polypeptide P, dan oleonolic acid glcosides di dalam pare  dinyatakan berperan dalam penanganan diabetes. Anda bisa menggunakan dengan cara minum sekitar 20 mililiter jus pare setiap hari. Upayakan mengonsumsi saat perut masih dalam keadaan kosong di pagi hari. (OL-08)

Sumber : www.mediaindonesia.com

salah satu herbal obat sakit kepala

salah satu herbal obat sakit kepala

SAKIT kepala bukanlah gangguan kesehatan yang asing dan Anda bisa mencoba ragam herbal yang telah lama digunakan untuk mengontrol sakit kepala.

Sakit kepala seringkali muncul akibat berbagai faktor pemicu termasuk stres. Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan beragam obat medis yang tersedia beragam di pasaran. Tetapi, jika malas menggunakan obat-obatan yang mengandung bahan kimia, Anda bisa mencoba beberapa herbal seperti di bawah ini.

Feverfew. Tanaman yang mempunyai bau mirip jeruk nipis ini merupakan antiperadangan dan bekerja seperti ibuprofen. Tumbuhan semak dari keluarga asteraceae ini sangat populer sebagai herbal untuk mengatasi migrain. Selain itu, herbal ini juga diyakini bisa menghambat zat-zat kimia penyebab ketegangan pembuluh darah di kepala. Sebuah studi menemukan, 2/3 dari pasien migrain sembuh setelah menggunakan feverfew secara teratur. Untuk menjamin tingkat keamanan dan menentukan dosis yang tepat, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Peppermint. Herbal satu ini telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengatasi sakit kepala. Semua bagian tanaman ini, mulai dari kandungan minyak, flavonoid, phenolic acids, dan triterpenes bisa digunakan sebagai obat. Studi pertama mengenai manfaat peppermint dipublikasikan pada 1879. Publikasi ini didukung oleh penemuan berikutnya di Jerman pada 1996. Studi ini menemukan, cairan ethanol yang mengandung 10% minyak peppermint sama efektifnya dengan 1.000 miligram acetaminophen dalam meredakan sakit kepala. Studi lain menemukan, 32 partisipan yang menggosokkan minyak peppermint di ubun-ubun mengalami pengurangan rasa sakit yang signifikan.

Cobalah menggosokkan atau memijatkan minyak peppermint ke ubun-ubun, turun ke kening, dan ke belakang leher. Cara ini dinyatakan efektif meredakan sakit kepala akibat gangguan pencernaan dan migrain dengan cara menimbulkan efek dingin pada kulit dan merilekskan otot-otot cranial. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan teh peppermint untuk meredakan migrain. Caranya, tuangkan satu cangkir air mendidih ke dalam wadah yang berisi 1-2 sendok teh daun peppermint kering, kemudian tutup dan biarkan selama 10 menit. Saringlah campuran sebelum diminum. Untuk meredakan migrain, minumlah 1-2 cangkir tehpeppermint dingin setiap hari.

Passionflower. Herbal satu ini bersifat menenangkan. Mengonsumsi teh passionflower sebelum waktu tidur bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Satu percobaan klinis menemukan kalau herbal ini bisa menurunkan tingkat kecemasan.  Selain itu, passionflower juga diyakini mengandung antiperadangan dan penghilang rasa sakit, sehingga sangat bagus untuk migrain. Dosis yang dianjurkan sebanyak 4-8 gram herbal kering 3 kali sehari. Untuk membuat teh, Anda bisa menyeduh 0.5-2.5 gram passionflower ke dalam air mendidih selama 15 menit dan diminum 2-3 kali sehari.

Ginko biloba. Daun ginko biloba merupakan herbal yang populer untuk meredakan sakit kepala. Herbal ini bisa memperlancar aliran darah, sehingga cocok digunakan untuk sakit kepala yang dipicu oleh gangguan sirkulasi. Beberapa studi yang dilakukan para peneliti dari Perancis menemukan, herbal in efektif meredakan sakit kepala vaskular (migrain, sakit kepala berantai, dan sakit kepala akibat mabuk). Salah stau studi bahkan menyebutkan kalau ginko bisa mengurangi migrain hingga 80%. Tapi, herbal ini bisa menimbulkan efek samping jika digunakan dengan obat sakit kepala seperti aspirin dan lithium. Karena itu, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Cabe merah. Cabe merah mengandung komponen capsaicin, yang diyakini meningkatkan daya tahan terhadap rasa sakit. Cabe merah dinyatakan efektif meredakan sakit kepala berantai (cluster headaches), dan umum digunakan dalam bentuk semprot hidung (nasal spray). Sebuah studi yang meminta partisipan menggosokkan obat yang mengandung capsaicin di bagian dalam dan luar hidung menemukan kalau pasien mengalami pengurangan 75% rasa sakit dan frekuensi sakit kepala, dalam waktu 5 hari.

Chamomile. Herbal ini mengandung antiperadangan dan komponen penghilang rasa sakit yang bisa membantu meredakan ketegangan emosional. Karena itu, herbal ini cocok untuk membantu sakit kepala akibat ketegangan. Chamomile bisa ditemukan dalam bentuk teh siap seduh. (OL-08)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Sumber : kompas.com

Nutrisi komplit, rasa lezat, rendah kalori, dan tinggi serat, adalah keunggulan kacang-kacangan. Kacang, dengan beragam jenisnya, dapat diolah menjadi santapan lezat sekaligus sehat.

Kacang hitam
Kaya akan antioksidan antosianin (yang juga terdapat pada buah anggur). Bermanfaat untuk mengatasi penyakit jantung dan kanker. Sup kacang hitam juga dapat menjadi hidangan yang menghangatkan di sore hari. Atau, bisa juga dijadikan sebagai topping pada hidangan kentang panggang.

Kacang hijau
Mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti karbohidrat, protein, vitamin B1 dan B2, namun rendah lemak. Rasanya manis dan mudah dicerna. Cocok dijadikan bubur bersama gula merah dan isi kue onde-onde.

Kacang merah
Kandungan vitamin B1 dalam kacang merah berfungsi untuk meningkatkan kemampuan otak. Kekurangan zat ini seringkali dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Kombinasikan kacang merah dengan daging untuk dijadikan berbagai olahan, seperti sup daging kacang merah. Ini juga untuk melengkapi kebutuhan protein asam amino yang tidak dimiliki oleh kacang merah.

Kacang kedelai
Konsumsi 25 gram kacang kedelai per hari mampu menurunkan risiko serangan jantung. Ini karena protein yang terkandung di dalamnya memiliki efek menurunkan kadar kolesterol. Demikian hasil penelitian yang ditemukan oleh The Food and Drug Administration (FDA).  Beberapa jenis olahan kacang, kedelai, yaitu tahu, tempe, dan susu kacang kedelai.

Kacang polong
Kacang polong merupakan sumber vitamin K terbaik, yang berpengaruh dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, asam folat dan vitamin B6 dalam kacang polong juga bermanfaat dalam menurunkan kadar homosistein. Homosistein biasanya berasal dari makanan sehari-hari. Tingginya kadar homosistein, berkaitan erat dengan risiko penyempitan pembuluh darah dan serangan jantung. Variasikan taburan kacang polong di atas hidang an. Tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga mempercantik hidangan.

Chickpeas (garbanzo)
Merupakan sumber utama molibdenum yang dapat menetralisir sulfit atau bahan pengawet. Chickpeas juga bermanfaat mengendalikan kadar gula darah. Biasanya, chickpeas dihidangkan bersama dengan sup atau salad.

Sumber : kompas.com

Mata yang sehat juga didapat dari asupan makanan yang bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mata. Ada sejumlah zat gizi penting yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan mata, salah satunya adalah antioksidan.

Vitamin C, E, dan A tergolong vitamin kaya akan antioksidan yang dapat membantu mencegah gangguan mata terkait dengan usia dan penyakit mata lainnya. Selain itu, mineral seperti selenium dan zinc juga membantu penyerapan antioksidan.

Sumber antioksidan dapat diperoleh dari buah dan sayur dengan warna cerah, seperti wortel, labu, ubi jalar, anggur, jeruk, dll. Konsentrasi antioksidan lebih melimpah dalam bentuk mentah.

Meski demikian, hendaknya asupan antioksidan tidak dalam jumlah berlebihan.

Vitamin A
Dapat diperoleh dari hati, telur, dan sayur seperti wortel maupun bayam. Vitamin A ini penting dalam fungsi retina, juga membantu, mata beradaptasi dengan cahaya terang dan gelap. Vitamin A mengurangi risiko terbentuknya katarak dan degenerasi makular terkait usia.

Vitamin C
Selain memperkuat tulang dan otot serta menjaga kesehatan gigi dan gusi, vitamin C juga penting dalam menjaga kesehatan mata. Vitamin C mampu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular. Sumber vitamin C dapat dijumpai pada jeruk, stroberi, brokoli, dan paprika.

Vitamin E
Vitamin E dikaitkan juga dengan pencegahan katarak dan memperlambat perkembangan katarak. Kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, serta produk yang diperkaya vitamin E adalah sumber vitamin E yang baik.

Selenium dan zinc
Dua komponen ini menjadi mineral kunci untuk membantu proses oksidasi. Mineral tersebut membantu tubuh menyerap antioksidan. Kecukupan mineral ini dalam makanan sehari-hari juga membantu mencegah penyakit mata.

Selenium dapat dijumpai pada makaroni dan keju. Sementara zinc bisa diperoleh dari keju, yogurt, daging merah, dan beberapa sereal yang diperkaya dengan mineral zinc.

terapi bekam

terapi bekam

Bekam merupakan istilah yang dikenal dalam bahasa melayu, bahasa arab mengenalnya sebagai Hijamah, dalam bahasa inggris dikenal sebagai cupping, orang cina mengenalnya sebagai gua-sha, sedangkan orang Indonesia mengenalnya sebagai cantuk atau kop.

Bekam mulai dikenal dan dilakukan sejak jaman Mesir kuno, bangsa Mesir kuno pada saat itu dikenal sebagai bangsa yang banyak mengadakan perjalanan jauh untuk berdagang yang tentunya perjalanan tersebut banyak menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman di tubuh. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tubuh tersebut, mereka berupaya untuk mengeluarkan cairan-cairan darah kotor yang mereka anggap mempengaruhi keseimbangan metabolisme di tubuh.

Pada perkembangannya, Bekam kemudian menyebar dan berkembang ke berbagai negara di dunia sebagai salah satu bentuk pengobatan yang ampuh.

Berobat adalah perintah agama, dan banyak hadits Rasulullah saw yang menganjurkannya, sebagaimana yang diriwayatkan dari Usamah bin Syuraik oleh Ahmad ”Aku datang menemui Nabi saw. Dan aku melihat sahabat-sahabatnya seolah-olah di atas kepala mereka ada burung bertengger karena hormat dan takzim mereka kepada Nabi. Akupun memberi salam, lalu duduk. Kemudian datanglaj orang-orang Badui dari sana-sini. Mereka bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah kami boleh berobat ?”. Nabi saw bersabda, ”Berobatlah engkau karena Allah ta’ala tidak menaruh sesuatu penyakit, melainkan menyediakan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud oleh an-Nasa’i, Ibnu Maajah dan Hakim bahwa Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak menurunkan sesuatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Karena itu, berobatlah engkau !”.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda,”Setiap penyakit ada obatnya. Jika sakit telah diobati, ia akan sembuh dengan izin Allah”.

Bekam merupakan salah satu bentuk pengobatan dalam Islam yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad saw.
Sebagaimana diriwayatkan Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,
”Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara : Pertama, minum madu. Kedua, dengan pembekaman. Ketiga, dengan besi panas, dan aku tidak menganjurkan umatku melakukan pengobatan dengan besi panas”.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)”.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam”.
Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita memakai bekam sebagai salah satu terapi pengobatan dalam upaya untuk mencari kesembuhan atas penyakit yang kita derita karena cara pengobatan tersebut (bekam) telah Allah tunjukkan kepada umat manusia melalui Rasulullah saw dan para sahabatnya, sebagaimana Allah berfirman,
”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab:36)


terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

terapi bekam di monas @ 090412

tomat

HIDUP SEHAT ALAMI
Dr. Tan Tjiauw Liat
Oleh: Emma Madjid
(Majalah Nirmala, April-2007)

KITA boleh iri melihat sosok Dr Tan Tjiauw Liat. Bukan hanya fisiknya yang segar, sehat, dan lincah (tinggi 167 cm/berat 59 kg) tapi daya ingatnya juga luar biasa. Selama wawan­cara dua setengah jam, ia membuka lebih dari 10 buku, di antaranya How To Use Glutamine to Strengthen the Immune System, Improve Muscle Mass & Heal the Digestive Tract, The Anti-aging Zone, dan Water Cures: Drugs Kill untuk menunjukkan latar belakang pendapat­nya. Buku-buku tersebut hanya sebagian kecil dari koleksi
buku yang berjajar rapi di dalam lemari bukunya.

Saya benar-benar kagum pada dokter berusia 76 tahun itu. la bukan hanya ingat warna cover buku, judul, atau tempat buku itu disimpan, melainkan hafal di luar kepala isi buku-buku itu. Mulai dari alinea, kalimat, yang sudah diberi dua garis dengan tinta merah, sampai kata per kata!. Luar biasa….

Buku-buku, jurnal-jurnal kesehatan, news­letter, baginya merupakan harta yang tak terni­lai. Ketika banjir melanda Jakarta tahun 2002, rumahnya di bilangan Pluit tak luput dari ben­cana. Anak-anaknya khusus menyewa truk dan jukung untuk mengevakuasinya, namun Dr Tan tetap bertahan hanya mengungsi ke ru­mah tetangganya. la enggan beranjak dari rumahnya. “Lantaran buku-buku saya masih di dalam,” katanya. la hanya minta dibawakan sayuran mentah sebagai menu makannya.

Senjatanya: tomat dan mentimun

Pukul 15.00 saat mewawancarai Dr Tan di tempat praktiknya di Pluit, tampak beberapa pasien yang mengalami stroke mulai berda­tangan. Beberapa pasien harus dipapah atau didorong di kursi roda, untuk sampai ke ruang praktik. Pria berkacamata yang sore itu menge­nakan kemeja putih lengan pendek itu lang­sung berdiri dan membuka pintu kamar prak­tiknya.
Dengan suara yang nyaring yang meru­pakan ciri khasnya, ia menyapa para pasien dan memperkenalkan mereka kepada saya.

“Ini pasien saya yang sudah berumur 100 tahun. Nah, bapak yang itu tadinya stroke berat, sekarang sudah bisa jalan. Pasien yang duduk dikursi roda itu otaknya sudah dibedah di rumah sakit. Waktu datang tidak berdaya sama sekali, tetapi setelah saya anjurkan makan tomat dan mentimun, kondisinya jauh lebih baik,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pasien­-pasien yang dimaksud. Mereka tampak ceria, dan mengatakan bahwa gairah hidupnya kembali setelah dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Dr Tan.

Dulu ‘kapal keruk’

Dokter Tan mengaku kesadaran akan pentingnya hidup sehat, tumbuh sejak lima tahun terakhir ini. “Sedari kecil saya doyan makan. Kalau sedang ada perayaan Cap Go Meh, Nenek menyediakan berbagai macam makanan enak. Tentu saja saya ’sikat’ sampai perut saya keras kekenyangan,” tuturnya.

Kebiasaan makan enak itu terus berlanjut sampai ia bersekolah di Jakarta. “Waktu itu saya indekos di Jalan Raden Saleh. Dalam waktu 3 bulan, berat badan saya bertambah 13 kg,” katanya. Sampai ia berkeluarga, ia belum bisa mengerem kebiasaannya itu. “Saya sering makan di hotel berbintang lima yang memberi diskon 50% untuk paket makan sepuasnya (all you can eat) Saya pikir, kapan lagi bisa makan enak dengan harga murah? Di sana saya bisa ngopi dan makan sepuasnya,” tutur Dr Tan mengenang kebiasaannya ketika ia berusia 60 tahun.

Bukan Dr Tan namanya jika berbicara tanpa data. Dari lacinya, ia menge­luarkan selembar foto diri saat bobotnya 80 kg. Penampilannya sama sekali berbeda dengan sosok yang berada di depan saya!

Namun setelah itu badannya mulai terasa tidak nyaman. Pada waktu berjalan, misalnya, dadanya terasa sesak. “Padahal saya rajin mengukur tekanan darah, dan hasilnya normal, 120/80,” katanya.

Pada satu kesempatan berkunjung ke Australia menengok seorang anaknya yang bersekolah di sana, ia mendatangi seorang dokter. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter itu, diketahui tekanan darahnya melesat sampai 180. “Dokter menyuruh saya minum obat. Tetapi saya bilang, NO!. Saya katakan kepadanya, saya akan kembali tiga bulan lagi, dan saya pasti sudah sembuh,” ujarnya.

Pulang dari dokter, ia langsung ngeloyor ke toko buku mencari buku kesehatan. “Saya tidak mau sakit, saya ingin panjang umur. Nah, sejak itu saya gandrung membaca buku-buku mengenai kesehatan,” katanya.

Sekolah di Internet

Latar belakang pendidikannya sebagai dokter lulusan FKUI tahun 1958 dan spesialis radiologi sangat mendukung keinginannya untuk menemukan kunci hidup sehat. Penguasaannya terhadap bahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin secara aktif memudahkannya membaca dan menyerap ilmu kesehatan dari berbagai sumber.

“Sampai sekarang saya masih belajar dan terus belajar. Sekolah saya Internet. Media cybernet atau penjelajahan situs-situs Internet yang dapat dipertanggung­jawabkan, semakin memperluas wasasan saya,” ujarnya sambil menyebut situs favoritnya: www.mercola.com.

Hampir setiap hari ia duduk di depan laptop-nya dari pukul 23.30 sampai pukul 05.00, mencari berita kesehatan yang aktual. Dengan demikian, ia tidak pernah ketinggalan informasi. Sebelum duduk di depan laptop, ia selalu melakukan meditasi terlebih dahulu dengan bantuan CD yang berisi suara gemercik air hujan. “CD tersebut dipakai untuk meningkatkan kemampuan fokus. Sudah setahun lebih saya menggunakan CD untuk meditasi,” ujarnya. Gadget IT milik orang kantoran masa kini adalah mainannya di usia kepala tujuh. la mahir mengoperasikan komputer dengan segala programnya, merekam dengan USB, sms dijawab melalui PDA-nya dengan kecepatan
anak muda, mengirim faksimili pun dilakukannya sendiri.

Ada apa dengan tomat dan mentimun?

Hasil bacaan dan penelusuran di alam maya itulah yang menelurkan gaya hidup dan pola makan yang diterapkannya sekarang.

“Unsur genetika spesies manusia yang dibawa DNA-nya pada kenyataannya tidak pernah berubah sejak zaman purba hingga kini; bahkan di masa mendatang,” katanya. Yang berbeda adalah yang ada di sekeliling kita, sebagai hasil dari kecerdasan manusia dan olah teknologi. Ini yang mempengaruhi cara hidup manusia dan cara mengelola hidup termasuk makanannya,
serta bagaimana tubuh bereaksi terhadap apa yang dikonsumsi.

Gen (pembawa sifat keturunan yang terdapat pada inti sel) adalah rangkaian gugusan DNA yang tidak mungkin mengalami perubahan dalam waktu singkat. Perubahan pada struktur gen membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya
akibat paparan (ter-expose) oleh lingkungan yang juga telah berubah dalam kurun waktu sekian lama.

Banyak bukti antropologis (bukan hanya dari sisi medis) yang menjelaskan bahwa penyakit yang muncul saat ini adalah sebagai akibatpola makan, gaya hidup, dan paparan lingkungan. Yaitu karena manusia sudah jauh melenceng ke luar dari rel sebagaimana alam.

Hidup di zaman sekarang tidak bisa terlepas dari polusi, dan kepungan penyakit yang membuat kita mudah sakit. Bagaimana mengantisipasinya?
“Pertama insulin harus dikontrol, dan yang kedua pola makan kita harus mengikuti pola makan manusia purba. Manusia purba tidak mengenal api, apalagi kompor dan microwave. Segala sesuatu dikonsumsi secara mentah (raw) dan segar (fresh). Dengan asupan serupa ini tidak heran tubuh akan jauh lebih tahan terhadap segala sesuatu,” tuturnya.

Lalu, untuk apa ada restoran? “Restoran itu suatu kebudayaan (civilitation). Itu bukan untuk kesehatan kita. Jika untuk kesehatan,
kita harus balik ke DNA kita. Kita hanya makan dedaunan atau sayuran mentah. Tidak ada cara lain. Kalau tidak demikian, pasien saya pasti gagal semua….,” katanya dengan lantang.

Sayur mentah satu baskom

Dokter Tan, tidak hanya cuap-cuap memberi nasihat kepada pasien-pasiennya agar mengkonsumsi sayuran mentah untuk mengobati stroke yang mereka derita, tetapi dalam keseharian ia benar-benar mempraktikannya dengan disiplin. “Pukul 6 pagi saya makan buah. Buah yang ada dalam simpanan saya. Kalau ada apel ya itu saja yang dimakan, tapi bukan buah manis tinggi fruktosa seperti pepaya, pisang atau mangga ranum,” katanya.

Menurutnya, dari tengah malam sampai jam 12.00 terjadi siklus pembuangan, sebaiknya perut tidak diisi dengan makanan berat. “Siang hari saya makan sayur mentah. Banyaknya satu baskom (mangkuk besar) yang ditambah jahe, kunyit, masing-masing ukuran satu jari, dan satu siung bawang putih. Semua bahan itu dimasukkan ke dalam juice-extractor- bukan blender atau juicer biasa. juice extractor ini mempunyai putaran mesin hanya 30 rpm sehingga tidak menimbulkan panas di atas 30 derajat Celsius, dan
ekstraksi mineral terjamin sempurna. Selain itu saya juga makan satu kuning telur mentah organik yang jelas bebas bakteri,” katanya. Siang itu sayur yang memenuhi baskomnya terdiri dari brokoli, selada, paprika kuning, tomat, dan mentimun yang dipotong-potong. la adalah pelaku raw-food yang setia dan me­ngerti betul dasar latar belakang mengapa makanan
yang disantap harus raw alias men­tah. Bahan makanan dari tanaman yang me­mungkinkan dimakan mentah dan enzim (katepsin) yang terkandung dalam sayuran mentah itulah yang menghancurkan diri sendiri (self destruct) agar komponennya dapat dise­rap pencernaan kita sebagai sumber gizi. Sedangkan sayuran lain yang biasanya perlu dimasak (misalkan kangkung,
bayam, kailan, caisim, diambil ekstraknya melalui juice extractor.

Makan sayur mentah saja, apakah tidak lapar? “Tentu saja tidak, karena komposisi sayuran saya bermacam-macam, kondisi ini menjamin” plant-based food” tetap prima sebagai sumber kalori dan energi. Masih di­tambah bawang bombai, aneka sprouts (se­jenis taoge). Kalau masih lapar saya menggado tomat dan mentimun,” katanya.

Masih makan kedondong

Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya kini Dr Tan sangat hati-hati mengkonsumsi makanan maupun minuman. la tidak lagi minum kopi kendati dulu disukainya. “Kalau orang setua saya minum kopi sekali, berarti terbentuk kortisol dalam waktu 24 jam. Kortisol akan bertumpuk jika kita terus mengkonsumsi kopi. Jika sudah demikian, segala macam penyakit akan datang. Misalnya, kita jadi pikun,” katanya.

Air putih adalah minuman terbaik, karena dapat menggelontor lemak-lemak tubuh. Seberapa banyak kita minum air putih per hari? “Ukurannya yaitu sampai urine kita tidak berwarna. Urine yang sehat adalah yang bening seperti air ledeng, tidak boleh berwarna,” katanya.

la juga mengingatkan bahwa kita harus waspada terhadap bahaya gula.

“Batasi makanan yang mengandung gula seperti beras, terigu, kentang, umbi-umbian, serta wortel (yang dimasak sebagai sup atau dijus). Wortel yang dijus akan menjadi air gula. Artinya kalau kita minum jus wortel sama dengan kita minum air gula. Segala buah yang manis juga mengandung gula. Pemanis dalam bentuk artifisial, seperti aspartam, sakarin, lebih berbahaya daripada gula,” katanya.

Jika demikian, buah apa yang baik? Ditanya demikian ia tersenyum. “Buah yang baik adalah alpukat dan kedondong. Gigi saya sudah habis. Agar saya bisa makan sayur mentah, kedondong, mangga muda, dan pepaya muda, semua gigi sudah diganti dengan teknologi implant. Bukan karena keropos, tapi kebanyakan karena kecelakaan di masa lalu, zaman masih menunggang
scooter. Oh ya, mangga muda, pepaya muda (bukan yang sudah ranum dengan tinggi kadar fruktosanya) baik dimakan,” sambungnya.

Menularkan pola hidup sehat

Dengan mengubah pola makannya, Dr Tan merasa badannya nyaman dan lebih energik. Bobot tubuhnya pun proporsional dengan tingginya. la berhasil menurunkan berat badannya 21 kg dari berat semula 80 kg. Bukan hanya itu, daya ingatnya pun semakin tajam. “Waktu kuliah dulu, kalau ada teman yang menyebut suatu masalah, saya langsung ingat masalah itu dibahas di
buku apa, halaman berapa. Nah, di usia saya sekarang ini, daya ingat saya kembali seperti itu.

Temuan-temuan ini ditularkan kepada pasien-pasiennya.

“Mereka saya anjurkan makan tomat dan mentimun. Saya perhatikan, hanya dalam waktu tiga hari atau seminggu, kondisi kesehatan mereka mengalami kemajuan. Mengapa? Karena sayuran mentah adalah makanan yang sesuai dengan DNA kita,” katanya.

Kepada pasien-pasiennya, Dr Tan tidak pernah memberi obat-obatan kimia. Bilamana perlu ia hanya memberikan satu suntikan untuk memperlebar pembuluh darah. “Pembuluh darah pasien stroke sering bermasalah,”demikian
alasannya. Di samping itu, ia juga mengaplikasikan teknik meridian melalui titik-titik akupuntur. Ilmu tersebut dipelajarinya antara lain dari sebuah buku keluaran Bayer dan banyak buku asli tentang meridian dan akupuntur dari bahasa dan sumber aslinya yaitu bahasa Mandarin. Bahasa itu justru baru dikenalnya sebagai orang Tionghoa ketika Jepang masuk dan bahasa Belanda dilarang.

Tidak merepotkan orang lain

Sekarang ini Dr Tan masih sering ke hotel bintang lima untuk makan, tapi ia lebih cerdik. “Saya pilih light lunch, ya murah, ya sehat. Saya bisa makan salad sesuka saya,” katanya.

la sangat yakin, apabila setiap orang mau menjaga diri dan merawat diri, ia akan mendapatkan kesehatan yang prima, yang memperpanjang usia hidup aktif. “Dampaknya tentu sangat positif, yang jelas kita tidak merepotkan diri sendiri di usia lanjut dan tidak tergantung pada pasangan, anak-anak, atau orang-orang di sekitar kita. Saya mempunyai tujuan mempertahankan hidup yang berkualitas demi kemanusiaan dengan mempraktikkan kejujuran serta kebenaran untuk tujuan tersebut,” tuturnya.

“Sekarang saya punya konklusi yang jelas sekali, yaitu dengan mengikuti DNA – hanya makan sayur, selanjutnya dikombinasi dengan quantum touch- pasti akan sehat seumur hidup.”

Bagaimana dengan bermacam-macam diet yang digembar-gemborkan sekarang ini? “Omong kosong! Ndak bisa itu! Pokoknya paling baik hanya mengkonsumsi sayuran mentah. Yang lain dilupain aja, deh,” ujarnya. Ekstrim? Tentu begitu kesan pertamanya. Tapi bagaimanapun, komitmen dan disiplinnya untuk sehat sangat mengagumkan. (N)

Nama latin : Gynura divaricata Dc., Gynura Segetum (Lour) Merr
Nama Indonesia : Bluntas Cina, Tigel kio, Samsit
Nama Cina : San qi cao
Suku : Asteracaea

Daun DewaDaun Dewa adalah tumbuhan semak tegak sekitar 50cm. Daunnya tunggal bertangkai, berbentuk oval bulat dan ujungnya lancip dan berkumpul dibawah. Panjang sekitar 20cm, dan lebar sekitar 10cm. Kedua permukaan daun berbulu, bagian bawahnya lebih muda daripada bagian atas.
Bunganya berwarna kuning berbentuk kepala bunga terletak di ujung batang. Tanaman ini berumbi dengan diameter 3cm. Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.

Kandungan : Flavonoid, saponin, minyak atsiri.
Manfaat : Bisa untuk menurunkan kadar kolesterol darah, minyak atsiri dapat merangsang sirkulasi darah. Juga bersifat analgetik dan antiinflamasi. Minyak atsiri dan flavonoid mungkin bersifat antiseptik.
Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun.

Pengobatan :

1. Luka terpukul
15-30grm daun dewa dicuci, direbus atau ditumbuk, diambil airnya. Campur dengan arak yang sudah dipanaskan, lalu diminum.

2. Mencegah sakit jantung
30 grm daun dewa segar dan 15 helai daun dewa yang kering dicuci, direbus dengan 0.5 liter air hingga tersisa setengahnya. Minum 2x sehari.

3. Rematik
15-30 grm daun dewa segar direbus, lalu dilumatkan, diperas dengan diberi sedikit air, dan diminum.

4. Kutil dan cantengan
5 helai daun dewa dicuci, dilumatkan dan diborehkan pada tempat berkutil/cantengan. Balut erat sampai esok harinya.

5. Luka Bakar
Luka bakar, Luka teriris, Umbi daun dewa setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut.

6. Masuk angin dan bengkak akibat terpukul
Umbi daun dewa segar sebanyak 6 – 9 g diiris tipis-tipis. Tambahkan arak kuning (wong ciu) secukupnya, lalu ditim. Minum selagi hangat.

7. Tidak datang haid
Herba daun dewa sebanyak 15 – 30 g direbus atau ditumbuk, ambil air perasannya. Tambahkan arak yang sudah dipanaskan, lalu diminum.

8. Perdarahan pada perempuan, batuk dan muntah darah, payudara bengkak
Sebatang tumbuhan daun dewa dengan berat sekitar 15 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore masing-masing 1/2 gelas.

9. Bisul, koreng
Herba daun dewa dan herba sosor bebek, keduanya yang segar dengan ukuran sama banyak setelah dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan ini ditempelkan pada bisul atau koreng lalu dibalut.

10.Ganglion
Makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.

11.Tumor
Daun dewa 3-4 lembar dilalap.

12.Digigit ular berbisa
Umbi daun dewa secukupnya ditumbuk sampai halus. Bubuhkan di bagian tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.

13.Kejang panas pada anak
Sebatang tumbuhan daun dewa dicuci lalu ditumbuk. Air perasannya ditambah sedikit arak, lalu dimiumkan.

Sedangkan menurut situs geocities, indikasi daun dewa dapat digunakan untuk mengatasi: bengkak terbentur (memar), TB paru, bronkitis, batuk rejan (pertusis), batu ginjal, radang mata, sakit gigi, radang tenggorok, rematik sendi, perdarahan kandungan, payudara bengkak, kencing manis, darah tinggi, tidak datang haid, ganglion, kista, tumor, digigit binatang berbisa. Umbi berkhasiat untuk mengatasi: benjolan karena gumpalan darah (hematoma), bengkak karena memar, tulang patah (fraktur) dan perdarahan sehabis melahirkan.
Cara Pemakaian :
Herba segar sebanyak 10 – 15 g direbus, atau direndam dalam arak kuning, minum. Bisa juga daun segar dimakan mentah seperti lalap. Umbi segar sebanyak 6 – 9 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar atau umbi segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit seperti pembengkakan payudara (masitis), memar, bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka berdarah, bisul, radang kulit bernanah, borok di kaki, cantengan dan kutil.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
Pemberian infus pada daun dewa sebanyak 8 ml/kk bb dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% b/v per oral pada marmut yang dibuat demam dapat memberikan pengaruh antiperik. Pembanding: parasetamol (Marmurawati, Jurusan Farmasi FMIPA UNHAS 1993). Pemberian secara oral infus daun dewa 10% dengan dosis 1 g/kg bb pada kelinci yang diberikan glukosa per oral dengan dosis 1,75 kg bb, dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 71,06%. Pembanding: glipizide (Muhammad Muslich, Fak. Farmasi, UNTAG 1993). Pemberian sari air daun dewa dengan dosis yang setara 100 mg daun/100 g bb pada tikus dapat menurunkan kadar glukosa darah 1 jam setelah perlakuan (Nurul Hidayah Hidayati, Jurusan Farmasi FMIPA UI 1991). Infus daun dewa dengan dosis 12,5 mg, 25 mg, 50 mg, 100 mg dan 200 mg/kg bb yang diberikan secara intravena pada tikus jantan putih dewasa Galus Wistar, dapat menurunkan tekanan darah arteri. Pada dosis 50 mg/kg bb, infus daun dewa tidak menghambat peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh adrenalin dan noradrelin. Efek hipotensif ini tidak dipengaruhi oleh yohimbin (alfa adrenalin), isoprenalin (amin simpatomimetik yang bekerja pada reseptor beta 1 dan beta 2), dan asetilkolin (parasimpatomimetik). Aktiviats hipotensifnya juga dapat menghambat efek dari tiramin dan efedrin. Diduga infus daun dea menghambat kerja obat simpatomimek yang bekerja tidak langsung. (Nelly C. Sugiarso dan Endang Hardini, Lab. Farmakologi-Toksikologi, Jurusan Farmasi FMIPA-ITB, Warta Perhipba th 2 No.3 edisi Juli – September 1994). Sari daun dewa segar dosis 0,01 ml/10 g bb yang diberiakn secara oral pada mencit, memberikan efek analgesik lebih baik daripada asetosal sebagai pembanding (Pujiastuti, Lucie Widowati dan Budi Nuratni, Puslitbang Farmasi Badan Litbangkes Depkes RI). Dosis 2,23 mg/02 ml dan 4,46 mg/0,2 ml dari ekstrak heksan daun dewa yang diberikan secara intraneoplasma pada mencit yang diinduksi dengan karsinogen benzopirena mampu menghambat pertumbuhan kanker. Hal ini didukung juga dengan data histopatologi, yang menunjukkan adanya nekrosis dari sel-sel kanker (Sukardiman, IGP Santa dan N. Wied Aris R.K., Fak, Farmasi UNAIR).

Sumber:

-geocities
-Sukardiman, IGP Santa dan N. Wied Aris R.K., Fak, Farmasi UNAIR
-Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
-intisari: Tanaman obat keluarga, cetakan I, November 1998, hal.27.

holistic1(1)
MENJADI sehat jasmani, rohani, maupun sosial seperti dicita-citakan WHO, tentu idaman semua orang. Tapi, untuk mendapatkan ketiganya secara bersamaan, jelas bukan urusan gampang. Perlu pendekatan bersifat holistik. Raga dipulihkan, jiwa diputihkan, dan relasi sosial perlu ditumbuhsuburkan. Bagaimana caranya? Tentu tak cuma dengan menelan obat atau menusukkan jarum suntik berisi obat. Masih butuh “obat-obat” lain.

Sebagai makhluk, manusia memang kompleks. Saking kompleksnya, urusan sepele bisa berbuntut panjang. Apalagi urusan kesehatan, yang mestinya lebih penting dari sekadar berebut jabatan. Nah, untuk mengantisipasi keluhan medis yang makin beragam, belakangan berkembang metode penyembuhan yang melihat manusia secara komplet. Sebutannya penyembuhan dengan pendekatan holistik (holistic approach).

Bukan mainan baru, memang. Karena cikal-bakalnya sudah ada berabad-abad lalu. Tapi, seperti banyak metode pengobatan yang terlupakan, zaman jualah yang kemudian mengangkatnya ke permukaan. Kedatangannya kali ini begitu pas, saat banyak keluhan soal hubungan dokter – pasien kian singkat (bahkan tak jarang pasien menuntut dokter ke pengadilan lantaran kurangnya informasi yang diberikan).

Bukan sekadar jasad

Dr. H. Soesilo Wibowo, Sp.JP, seorang dokter yang sudah lama mempraktikkan pendekatan holistik, dalam sebuah seminar di Jakarta beberapa waktu lalu, menyebut pengobatan ini sebagai rantai ilmu kedokteran. Di mancanegara, terutama Amerika Serikat, kadang dinamai juga patient centered approach. Intinya, pasien dilihat bukan sekadar tampilan jasad yang harus dibebaskan dari bakteri dan penyakit fisik lainnya.

Dasar pendekatan holistik adalah manusia tidak hanya punya raga, tapi juga jiwa dan hubungan sosial alam semesta. Peran raga, misalnya berkaitan dengan organ-organ nyata, seperti jantung, pembuluh darah, otak, saraf, hati, alat pencernaan, panca indera, serta kelenjar. Sedangkan komponen jiwa terdiri atas roh, akal, nafsu, hati nurani, dan banyak lagi. Sebagai makhluk sosial, manusia juga selalu berinteraksi dengan lingkungannya.

Terganggunya fungsi organ dan hubungan-hubungannya, dipercaya bisa mengundang penyakit. Sebaliknya, kalau organ bekerja optimal dan harmonis, plus menjalankan fungsi “gaulnya” dengan baik, kebugaran dan tingkat kekebalan tubuh bakal meningkat. Dijamin, virus dan bakteri pun bakal jarang menyerang karena sering tak mempan.

Pertolongan roh

Dengan definisi segamblang itu, toh masih banyak yang beranggapan, pengobatan holistik masih saudaranya klenik. “Beberapa calon pasien malah bertanya, roh jenis apa sih yang ngebantu?” ujar Janti Atmodjo, Ph.D., MBA, konselor di Sanjiwani Holistic Therapeutic Health Care, Menteng, Jakarta Pusat, tentu saja sembari terkekeh. Terpaksa, dia kudu menjelaskan ulang prinsip kliniknya yang serbatransparan dan menjauhi unsur magic.

Tapi, seperti kata orang, apalah artinya kata-kata tanpa bukti nyata. Di Amerika Serikat, Dr. Herbert Benson, MD, associate proffesor of medicine Harvard Medical School menyadari benar hal ini. Dalam bukunya Timeless Healing, sang kardiolog bersikeras mengampanyekan keyakinannya di tengah skeptisnya masyarakat kedokteran konvensional lewat cara lebih bernas.

Bukan ilmu baru

Di Indonesia sendiri, penyembuhan holistik baru mulai ramai dikunjungi pasien dalam sepuluh tahun terakhir. “Tapi sebagai bagian dari ilmu kedokteran, keberadaannya sudah sangat tua,” tambah Erwin. Jadi, sama sekali bukan barang baru. Bahkan konsep remembered wellness-nya Benson, merupakan pengembangan dari yang dulu dikenal sebagai efek plasebo.

Sayangnya, di kalangan kedokteran ada kecenderungan memandang plasebo sebagai sesuatu yang bersifat kebetulan belaka. Jarang sekali yang memperhatikan, jika pasien sembuh karena minum obat berisi gula (namun diyakininya sebagai obat beneran), sebenarnya keyakinan si pasienlah yang membuat plasebo ampuh.

Diyakini, tubuh manusia sanggup mengonversi keyakinan seseorang ke dalam bentuk instruksi fisis. Ini dibuktikan ketika pertengahan 1970-an, Benson dan beberapa koleganya menemukan betapa efektifnya efek plasebo ini, dengan tingkat keberhasilan menakjubkan, 70 – 90%. Jauh lebih besar dari perkiraan daya sembuh plasebo masa itu.

Hampir seragam

Karena menghindari penggunaan obat-obat kimia, pembedahan, dan pengobatan konvensional lainnya, holistic approach lazimnya menawarkan berbagai metode terapi, baik yang langsung ditujukan ke bagian yang sakit maupun tidak. “Tapi kalau pasien yang datang masih dalam terapi dokter, kita persilakan mereka tetap minum obat,” ujar Janti Atmodjo dan Jeanny N. Sugandi, dua punggawa Sanjiwani.

“Itu karena terapi kita memang bersifat melengkapi pengobatan medis. Wong kita juga punya tenaga dua dokter, kok,” tambah Janti, doktor metafisika lulusan sebuah universitas di Alabama, AS. Ada beberapa terapi alternatif andalan di Sanjiwani. Kalau satu jenis terapi tak mencukupi, metode-metode tadi bisa digabungkan untuk mempercepat penyembuhan.

Lantas, bagaimana cara mengukur keberhasilan pengobatan? “Ada yang parameternya subyektif, seperti perasaan atau tingkat kenyamanan pasien. Tapi bisa juga dengan melihat perkembangan catatan medisnya,” tutur Janti lagi, yang rata-rata kebagian 100-an pasien per minggu.

Mengalirkan energi memang salah satu metode penyembuhan favorit, sekaligus andalan klinik holistik. Tapi, buat yang lebih suka berkonsentrasi dalam semedi, beragam cara, gaya, dan nama meditasi disediakan, mulai yoga hingga moving meditation versi Prorevital. Konon, salah satu kata kunci dalam pengobatan holistik adalah rileks. Dan sampai hari ini, meditasi masih jalan tol termurah untuk sampai ke sana.

Sumber : sapos.co.id

Halaman Berikutnya »