Pijatannya Menghilangkan Rasa Ngilu di Kaki

Kaki terasa ngilu dialami Lidwina Issabariah (63), sejak tahun 1995. Setelah menjalani terapi medis, dinyatakan ada tumor di kepalanya.

Operasi pengangkatan tumor telah dijalani, tapi rasa ngilu di sekitar kaki tak kunjung reda. Namun, setelah menjalani terapi dengan Agus Budiarto, lambat laun rasa ngilu itu pun hilang. Kini, ia tetap menjalani model pengobatan Agus sekadar untuk menjaga kesegaran tubuhnya.

Saya mengalami keluhan pusing dan ngilu di sekitar kaki kiri dan kanan. Keluhan ini sudah saya rasakan sejak tahun 1995. Rasa ngilu yang amat sangat, saya alami ketika menggunakan sepatu hak tinggi.

Kalau sedang berjalan, kaki terasa lemas sekali. Namun, saat itu hal-hal semacam ini tak pernah saya hiraukan.

Kalau tak salah ingat, pada tanggal 18 November 1996, tiba-tiba saja kedua kaki terasa sakit sekali saat dibawa berjalan. Sakitnya sukar saya lukiskan.

Semakin jauh berjalan semakin berat penderitaan ini. Seakan-akan kaki ini mau patah. Jangankan untuk berjalan, digerakkan saja sukar sekali.

Saat itu saya coba pengobatan alternatif tusuk jarum dekat rumah. Namun, pengobat tersebut tidak menemukan tanda-tanda adanya kelainan pada struktur organ dalam saya.

Kepalang tanggung, untuk lebih menyakinkan diri, saya tetap menjalani pengobatan tusuk jarum. Hasilnya sudah bisa ditebak. Tidak ada perubahan berarti atas rasa sakit yang saya alami.

Diduga Tumor

  • Beberapa hari kemudian, atas anjuran keluarga, saya coba memeriksakan diri ke seorang profesor ahli bedah saraf di sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah melakukan berbagai scanning, profesor tersebut menyatakan ada tumor di kepala saya.

Menurutnya, tumor tersebut menyerang saraf di kaki. Katanya lagi, bila tidak cepat-cepat dioperasi, saya akan mengalami kelumpuhan total.

Tanggal 5 Desember 1996 saya menjalani operasi pengangkatan tumor di kepala. Selang dua hari menjalani operasi, kaki dan tangan saya dapat digerak-gerakkan. Pusing yang kadang saya alami juga sudah hilang.

Sayangnya, beberapa minggu setelah operasi, rasa ngilu di kaki mulai terasa lagi. Saya kerap merasakannya bila sedang berjalan.

Beruntung, suatu ketika saya membaca sebuah majalah mingguan rohani yang menampilkan kegiatan Pak Agus dan beberapa pengobat lain di sebuah acara pengobatan sosial. Saya coba menghubungi Pak Agus lewat telepon dan membuat janji untuk berobat.

Pak Agus pun mencoba menerapi kaki saya. Awalnya, seperti gerakan membersihkan kotoran di meja, kaki saya diusap-usap dengan kedua tangannya. Namun, usapannya tak menyentuh kaki saya.

Saat pengusapan berlangsung, di kaki terasa seperti ada aliran-aliran hangat yang masuk ke setiap persendian. Setelah proses itu, Pak Agus mengolesi kaki dengan minyak. Katanya, minyak itu hasil racikannya sendiri.

Sejurus kemudian, telapak kaki saya mulai dipijat, dari ujung jari kaki hingga telapak. Setelah itu pijatan diteruskan ke daerah ujung jari tangan dan telapaknya. Meski sesekali terasa sakit, selama 30 menit saya menikmati pijatan itu.

Hasilnya, badan saya terasa lebih enteng. Setelah proses pemijatan selesai, saya mencoba melatih kedua kaki ini untuk berjalan. Awalnya, saya menggunakan sepatu berhak tinggi. Lalu, saya coba berjalan mengelilingi ruang tamu Pak Agus. Sungguh luar biasa, kaki saya tak terasa ngilu lagi, seperti sebelumnya.

Di rumah, saya masih mengoleskan minyak pemberian Pak Agus di bagian kaki. Berkat olesan itu, saat hendak tidur malam, badan terasa lebih hangat. Selama empat bulan, seminggu sekali, saya terus menjalani pemijatan. Pak Agus juga menyarankan saya untuk mengurangi makanan yang berlemak.

Meski merasakan kesembuhan hanya sekitar 80 persen, saya bersyukur, Tuhan masih memberi umur panjang. Sebab, saya menyadari seseorang yang sudah terkena pisau operasi, kemungkinan untuk normal kembali tidaklah besar. Sesekali, bila sedang kangen dengan pijatan pak Agus, saya menyempatkan diri datang ke rumahnya.

Namun, belakangan ini, karena saya tahu teknik Pak Agus adalah pijat refleksi dan kebetulan semua anggota keluarga sibuk sehingga tak ada yang bisa mengantar, saya coba menjalani pijat refleksi di gereja yang mempunyai klinik pijat refleksi. Kebetulan letak klinik itu tidak terlalu jauh dari rumah saya. Pijat refleksi juga saya manfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh. @ Hendra Priantono

Alamat Agus Budiarto
Jl. Duren Sawit Indah A IV/3
Jakarta 13470
Telp. 8615383
Hp. 08569021578, 08561038518

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s