Desember 2007


Pemijatan bisa dilakukan dengan tangan kering. Namun, pergeseran tangan akan lebih mulus, jika menggunakan minyak pijat atau lotion.

Untuk pijat relaksasi atau sensual, belilah minyak khusus yang dijual di toko-toko perawatan tubuh. Atau gunakan minyak nabati yang ada di sekeliling. Contohnya, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak bunga matahari. Bila dikehendaki, campur minyak itu dengan minyak esensial sebagai pewangi seperti patchouli, sandalwood, ylang-ylang, melati, dan mawar. Untuk memudahkan penggunaan, tempatkan minyak dalam wadah botol dengan tutup flip-flop, bukan dengan tutup putar.

Cara terbaik menggunakannya dalam pijat relaksasi atau sensual adalah dengan menghangatkannya terlebih dahulu dengan menggosok-gosokkannya selama beberapa detik di antara dua telapak tangan pemijat. Atau letakkan botol minyak pijat itu di dalam air hangat selama beberapa menit sebelum digunakan. Minyak dalam keadaan dingin bisa membuat kulit “kaget”.

Oleskan minyak pijat pada setiap bagian tubuh yang akan dipijat saja. Setelah itu, gosok minyak itu di atas kulit dengan tekanan lembut tapi kuat. Setelah pemijatan, minyak yang tertinggal di permukaan kulit dapat dibersihkan dengan handuk.

Pelicin juga dibutuhkan ketika melakukan pijat genital, baik untuk suami maupun istri. Khusus untuk pijat genital istri sebaiknya digunakan pelicin berbahan air untuk mencegah kemungkinan infeksi vagina. Satu lagi yang perlu diingat, bila menggunakan lubrikan berbahan dasar cair, jangan gunakan yang mengandung nonoxynol-9. Bahan ini dapat menyebabkan iritasi. **

Dalam setiap diri manusia ada penyakit sekaligus obat penawarnya. Tinggal bagaimana manusia yang bersangkutan menjaga kesehatan. Juga menjaga agar penyakit tidak timbul menggerogoti tubuh mereka.

Itulah yang diungkapkan Achmad Syuhada (63), seorang pemijat refleksi yang sehari-hari membuka praktik di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur.
Pak Syuhada, demikian pria kelahiran Purwokerto ini kerap dipanggil, membutuhkan pengalaman bertahun-tahun untuk mengambil kesimpulan seperti itu.

“Penyakit timbul akibat dari pola hidup dan makan yang salah. Baru setelah kesakitan, mereka mencoba menyembuhkan diri dengan menempuh segala cara dan usaha,” jelas pria berperawakan kecil ini.
Syuhada punya cara tersendiri dalam melihat apa yang sebenarnya dialami oleh pasiennya.

Pertama, dengan melihat aura. Kemudian, ia akan melihat sirkulasi darah si pasien. Menurut Syuhada, dari warna aura, bisa ditentukan apakah orang itu memang sakit atau tidak.

“Biasanya yang sakit auranya akan tampak suram, bahkan nyaris pekat. Pada mereka yang sehat, auranya terlihat menyala jernih,” ujarnya.
Meski demikian, ada juga pasien yang bermain-main dengan Syuhada. Ketika ditanya mempunyai keluhan apa (prosedur resmi pemeriksaan yang selalu dilakukan terhadap mereka yang datang padanya), mereka tidak mau mengaku. Namun, Syuhada tetap bisa melihat apa yang terjadi pada diri yang bersangkutan.

“Tidak hanya masalah kesehatan medis, tetapi bisa juga masalah dalam diri mereka. Ini yang berbahaya sebenarnya. Masalah didiamkan, hingga akhirnya tanpa sadar menyerang fisik. Timbullah penyakit,” lanjutnya menegaskan.

Di Kuku Ibu Jari
Bila saat didiagnosis dengan aura penyakit belum terlihat dengan jelas, Syuhada masih punya cara lain. Ia akan melihat sirkulasi darah di kuku ibu jari pasien. Menurut Syuhada, dengan cara ini daerah dalam tubuh yang menjadi sumber keluhan pasien, bisa diketahui.

“Ciri mereka yang punya keluhan adalah bila ujung kuku dipencet akan berwarna biru. Itu adalah sumber keluhan yang dirasakan,” ungkapnya.
Mengenai teori ini, Syuhada mengaku tidak sembarangan menemukannya. Menurutnya, pada telapak tangan manusia terdapat banyak simpul saraf dan aliran darah, yang mewakili simpul saraf dan jalan darah di anggota tubuh lainnya. Otomatis, bila anggota tubuh ada yang sakit bisa dirasakan lewat ujung-ujung jari, termasuk pada kuku.

Bila dua cara ini sudah dilakukan, langkah terapi, yakni dengan prana dan pijat refleksi, bisa segera dimulai. Prana adalah proses memasukkan energi bersih dan positif kepada orang yang mengeluh sakit.
Refleksi dilakukan untuk membuka simpul-simpul saraf dan jalan darah pada tubuh manusia yang mengalami gangguan. Karena urusannya berkenaan dengan saraf, Syuhada mengaku sangat berhati-hati dan tidak sembarangan memijat.

Tergantung Niat
Menurut Syuhada, lamanya pemijatan sangat bergantung pada keluhan yang ada. Bila ringan-ringan saja seperti masuk angin, hanya memakan waktu 45 menit hingga satu jam. Pada kasus-kasus berat, seperti stroke atau lainnya, memakan waktu antara sejam hingga satu setengah jam.

Menurut Syuhada, tidak selamanya terapi tersebut harus selalu berurutan. Terkadang hanya dengan prana saja, pasien sudah mengalami perubahan, sehingga tidak perlu menjalani refleksi. Sebaliknya, walaupun sudah menjalani prana dan pijat refleksi, ada yang tidak kunjung sembuh.
“Biasanya itu lebih kepada orangnya. Kalau dia berniat sembuh dan yakin, Insya Allah, sembuh. Kalau bandel dengan pantangan, itu yang agak sulit,” tegasnya.

Syuhada mengingatkan, bagaimanapun tinggi ilmu seorang dokter atau pengobat alternatif, semuanya juga mempunyai batasan. Yang menentukan segalanya adalah Tuhan.

“Kalau Tuhan punya rencana lain, kita mau apa?” ujar Suhada lagi. Karenanya ia mengingatkan pentingnya sikap pasrah kepada pasiennya. “Tapi, bukan berarti tidak berusaha dalam kepasrahan itu.”

Syuhada juga tidak memberikan pantangan apapun kepada mereka yang datang berobat padanya. “Saya bukan dokter, jadi urusan meneruskan makan obat dan larangan makan, saya kembalikan kepada dokternya masing-masing,” tegasnya lagi. @ Suharso Rahman

Alamat Praktik Achmad Syuhada
Pasar Rawa Bening Blok AKS No.164
Depan Stasiun KA Jatinegara
(Depan warung makan padang)
Hp. 0812-9737942

Kaki terasa ngilu dialami Lidwina Issabariah (63), sejak tahun 1995. Setelah menjalani terapi medis, dinyatakan ada tumor di kepalanya.

Operasi pengangkatan tumor telah dijalani, tapi rasa ngilu di sekitar kaki tak kunjung reda. Namun, setelah menjalani terapi dengan Agus Budiarto, lambat laun rasa ngilu itu pun hilang. Kini, ia tetap menjalani model pengobatan Agus sekadar untuk menjaga kesegaran tubuhnya.

Saya mengalami keluhan pusing dan ngilu di sekitar kaki kiri dan kanan. Keluhan ini sudah saya rasakan sejak tahun 1995. Rasa ngilu yang amat sangat, saya alami ketika menggunakan sepatu hak tinggi.

Kalau sedang berjalan, kaki terasa lemas sekali. Namun, saat itu hal-hal semacam ini tak pernah saya hiraukan.

Kalau tak salah ingat, pada tanggal 18 November 1996, tiba-tiba saja kedua kaki terasa sakit sekali saat dibawa berjalan. Sakitnya sukar saya lukiskan.

Semakin jauh berjalan semakin berat penderitaan ini. Seakan-akan kaki ini mau patah. Jangankan untuk berjalan, digerakkan saja sukar sekali.

Saat itu saya coba pengobatan alternatif tusuk jarum dekat rumah. Namun, pengobat tersebut tidak menemukan tanda-tanda adanya kelainan pada struktur organ dalam saya.

Kepalang tanggung, untuk lebih menyakinkan diri, saya tetap menjalani pengobatan tusuk jarum. Hasilnya sudah bisa ditebak. Tidak ada perubahan berarti atas rasa sakit yang saya alami.

Diduga Tumor

  • Beberapa hari kemudian, atas anjuran keluarga, saya coba memeriksakan diri ke seorang profesor ahli bedah saraf di sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah melakukan berbagai scanning, profesor tersebut menyatakan ada tumor di kepala saya.

Menurutnya, tumor tersebut menyerang saraf di kaki. Katanya lagi, bila tidak cepat-cepat dioperasi, saya akan mengalami kelumpuhan total.

Tanggal 5 Desember 1996 saya menjalani operasi pengangkatan tumor di kepala. Selang dua hari menjalani operasi, kaki dan tangan saya dapat digerak-gerakkan. Pusing yang kadang saya alami juga sudah hilang.

Sayangnya, beberapa minggu setelah operasi, rasa ngilu di kaki mulai terasa lagi. Saya kerap merasakannya bila sedang berjalan.

Beruntung, suatu ketika saya membaca sebuah majalah mingguan rohani yang menampilkan kegiatan Pak Agus dan beberapa pengobat lain di sebuah acara pengobatan sosial. Saya coba menghubungi Pak Agus lewat telepon dan membuat janji untuk berobat.

Pak Agus pun mencoba menerapi kaki saya. Awalnya, seperti gerakan membersihkan kotoran di meja, kaki saya diusap-usap dengan kedua tangannya. Namun, usapannya tak menyentuh kaki saya.

Saat pengusapan berlangsung, di kaki terasa seperti ada aliran-aliran hangat yang masuk ke setiap persendian. Setelah proses itu, Pak Agus mengolesi kaki dengan minyak. Katanya, minyak itu hasil racikannya sendiri.

Sejurus kemudian, telapak kaki saya mulai dipijat, dari ujung jari kaki hingga telapak. Setelah itu pijatan diteruskan ke daerah ujung jari tangan dan telapaknya. Meski sesekali terasa sakit, selama 30 menit saya menikmati pijatan itu.

Hasilnya, badan saya terasa lebih enteng. Setelah proses pemijatan selesai, saya mencoba melatih kedua kaki ini untuk berjalan. Awalnya, saya menggunakan sepatu berhak tinggi. Lalu, saya coba berjalan mengelilingi ruang tamu Pak Agus. Sungguh luar biasa, kaki saya tak terasa ngilu lagi, seperti sebelumnya.

Di rumah, saya masih mengoleskan minyak pemberian Pak Agus di bagian kaki. Berkat olesan itu, saat hendak tidur malam, badan terasa lebih hangat. Selama empat bulan, seminggu sekali, saya terus menjalani pemijatan. Pak Agus juga menyarankan saya untuk mengurangi makanan yang berlemak.

Meski merasakan kesembuhan hanya sekitar 80 persen, saya bersyukur, Tuhan masih memberi umur panjang. Sebab, saya menyadari seseorang yang sudah terkena pisau operasi, kemungkinan untuk normal kembali tidaklah besar. Sesekali, bila sedang kangen dengan pijatan pak Agus, saya menyempatkan diri datang ke rumahnya.

Namun, belakangan ini, karena saya tahu teknik Pak Agus adalah pijat refleksi dan kebetulan semua anggota keluarga sibuk sehingga tak ada yang bisa mengantar, saya coba menjalani pijat refleksi di gereja yang mempunyai klinik pijat refleksi. Kebetulan letak klinik itu tidak terlalu jauh dari rumah saya. Pijat refleksi juga saya manfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh. @ Hendra Priantono

Alamat Agus Budiarto
Jl. Duren Sawit Indah A IV/3
Jakarta 13470
Telp. 8615383
Hp. 08569021578, 08561038518

Reflexology can bring benefit in many ways, helping to ensure that each individual can achieve optimum health. Reflexology is particularly beneficial for stress related disorders which can account for 75% of all illnesses.

What conditions can it help?

Reflexology works by bringing the body back to homeostasis or balance. Any condition where the bodies systems are out of balance, will be helped. Reflexology is not used to diagnose conditions and is not a substitute for seeking medical advice from your doctor. Reflexology is designed to help you achieve and maintain optimum health.

  • IBS
  • Stress related conditions
  • Sleep disorders
  • Hay Fever
  • Eczema
  • Aches and pains
  • Multiple Sclerosis
  • PMS
  • Infertility
  • Pregnancy (from 12 weeks to birth)

Xanthe offers a range of different Reflexology treatments. They are as follows:

Foot Reflexology:

The history of foot massage originated from the Chinese who used footmassage for treatment 5,000 years ago. Then it was disseminated inThailand. From then on, Foot massage was improved, developed and applied for health care, especially for relieving muscle pain, relaxing and curing some diseases, because Foot massage could stimulate the function of physical organs and provide balance.

Hand Reflexology:

Hand reflexology is an non-invasive therapy based on the principle that body organs and structures are mirrored in the feet and in the hands. It treats the whole body by means of specific pressure. By treating a reflex point, I can un-block congestion and enhance energy flow encouraging the body’s systems to work in union. It is a natural way of bringing the body back into balance and to heal itself.

Ear Reflexology:

Thermo Auricular Therapy is an ancient natural therapy, which can be traced back to the Indians of North and South America. It is a natural way of having your ears syringed.

It can be very effective for conditions linked to the ear and head area, such as: Migraine, Headache, Sinusitis, Glue ear, Snoring, Hay Fever, Excess Ear Wax, Ringing in the Ear and Mild Hearing Loss.

Maternity Reflexology:

Xanthe offers a one-on-one session to demonstrate simple Reflexology techniques for your newborn. This will help you bond with your baby and help to resolve minor ailments, such as colic, constipation, vomiting, emotional distress, irritability, as well as some simple relaxation methods to calm and encourage sleep. These can be hugely beneficial and can be done anywhere.

“Reflexology is the application of a specific pressure massage technique on precise reflex points on the feet or hands, based on the premise that reflex areas on the feet or hands correspond to all body parts” Inge Dougans

By working on these points the Reflexologist can help to activate the body’s own healing and cleansing mechanisms, thereby bringing about a state of health and peace of mind. The Reflexologist uses their hands to apply pressure to the feet. For each person the application and the effect of the therapy is unique. Sensitive, trained hands can detect tiny deposits and imbalances in the feet, and by working on these points the Reflexologist can release blockages and restore the free flow of energy to the whole body. Tensions are eased, and circulation and elimination is improved. This gentle therapy encourages the body to heal itself, often counteracting a lifetime of misuse. Reflexologists do not diagnose, nor claim to cure. Reflexology complements conventional medicine rather than being an alternative to it.

Indian Head Massage or Champissage is based on the ancient Indian Ayurvedic healing system. It has been practised in India for over a thousand years. In India they believe massaging their heads with natural vegetable oils keeps their hair healthy and strong. Massaging the scalp stimulates the flow of blood to the follicles, improving the supply of nutrients needed for healthy hair growth. Today the common cause of poor blood flow is stress generated muscle tension, by helping dispel such tension, head massage not only proves an invaluable treatment but helps releive stress linked problems like headaches, eye strain, neck and shoulder stiffness.

How does it work?

The head, neck and shoulders are important energy centres within your body, if you are stressed or anxious, tension tends to accumulate. Indian Head Massage involves working with a strong, but gentle rhythm helping to unknot blockages and release tension, this effect is not just physical, it also works on an emotional level, calming the spirit, promoting relaxation and relieving stress.

Physical and mental benefits
  • Relief of neck and shoulder stiffness
  • Fibrous adhesions (knots and nodules) can be broken down
  • Dispersal of toxins
  • Loosens the scalp
  • Increases oxygen uptake in tissues
  • Improves circulation of blood, providing extra oxygen to the brain
  • Promotes hair growth
  • Helps relieve eye strain and headaches
  • Helps with mental tiredness
  • Improves concentration
  • Relief from mental and emotional stress
  • Relaxation of the whole person

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.