obat ramuan tradisional


lidah-buaya-aloe-vera-l

Saat ini pemafaatan tanaman berkhasiat obat sudah menjadi bagian dari pengobatan tradisional masyarakat dunia yang bersifat efektif, efisien dan aman, dan ekonomis. Hal ini sejalan dengan himbauan dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dengan gerakan “Back to Nature”.

Salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan untuk pengobatan yaitu tanaman lidah buaya. Tanaman lidah buaya (Aloe vera 1.) merupakan tanaman yang dikenal sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai dilingkungan sekitar serta tanaman yang sudah tak asing lagi dan telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan saat ini lidah buaya telah diolah dalam bentuk lotion, liquid, tablet, kapsul, jus, untuk dijadikan masakan atau lainnya.

Tanaman ini banyak tumbuh di daerah berhawa panas. Mengingat tanaman lidah buaya cukup mudah didapat dan terbukti memiliki khasiat untuk kecantikan dan kesehatan. Alangkah baiknya jika memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan dalam pengobatan tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat seperti lidah buaya saat ini sangatlah tepat, karena saat ini masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat terjadinya krisis moneter dan ekonomi dan imbasnya mengenai berbagai sektor kahidupan termasiuk sektor kesehatan.

Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloeomodin, aloenin, aloesin dan lain-lain. Sedangkan khasiat lidah buaya antara lain: menyuburkan dan menghitamkan rambut, sebagai pembersih muka, mengatasi jerawat, mengatasi flek hitam, mengatasi ambeien, rematik, diabetes, dan lain lain. Pemanfaatan lidah buaya antara lain sebagai berikut:

Mengatasi Jerawat Daun lidah buaya secukupnya dikupas kulit luarnya dan daunnya, kemudian dijus. Tambahkan bubuk sambiloto dan tepung bedak beras dingin masing-masing secukupnya, aduk hingga rata lalu gunakan sebagai masker pada wajah. Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hingga bersih. Lakukan secara teratur.

Menghilangkan Garis Putih Pada Dahi Lidah buaya secukupnya yang telah dibersihkan duri dan kulitnya lalu dijus, tambahkan putih telur secukupnya. Setelah itu, maskerkan pada dahi yang terdapat garis-garis putih tersebut hingga kering lalu dibersihkan dengan air.

Menyuburkan Rambut
Lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalamnya, lalu digosokkan pada kulit kepala sesudah mandi sore. Setelah itu, kepala dibungkus dengan kain bersih dan keesokan harinya rambut dicuci. Lakukan secara teratur.

Mengatasi Ambeien
* Lidah buaya secukupnya diparut atau dijus, tambahkan « gelas air matang dan 2 sendok madu, lalu diaduk dan disaring, kemudian diminum.
* Lidah buaya secukupnya dijus, lalu dicampur dan diaduk dengan norit secukupnya
dan bubuk gambir secukupnya hingga rata kemudian dioleskan pada ambeien.

Mengatasi Rematik
* Sebanyak 60 gr lidah buaya yang telah dibersihkan kulit dan durinya lalu dijus, kemudian dicampur 30 gr jahe dan gula merah atau gula pasir secukupnya. Selanjutnya direbus dengan air secukupnya hingga tersisa 1 gelas. Setelah itu, diminum. Lakukan secara teratur.

* Untuk penderita diabetes, bahan-bahan tersebut ini dapat ditambahkan buah pare dan gula merah atau gula putih.

Khasiat Lidah Buaya (Aloe Vera 1.):
Khasiat
– kencing manis
– buang iar kecil mengandung darah
– hipertensi
– antikanker
– batu empedu
– muntah darah
– sakit kepala
– pusing
– influensa
– tukak lambung, sakit lambung
– radang lambung dan usus
– radang tenggorokan
– radang amandel
– radang hidung
– radang telinga
– radang gusi, radang rongga mulut
– batuk rejan
– wasir
– sembelit
– peluruh haid
– nyeri saraf
– mabuk kendaraan
– luka terpukul
– luka dalam
– cacingan
– kejang pada anak

Beberapa Zat Kandungan Lidah Buaya
*Antakuinon Dan Kuinon Memiliki efek menghilangkan rasa sakit (analgetik) dan
menghilangkan pusing.
* Lignin/Selulosa Dalam gel lidah buaya mampu menembus dan meresap ke dalam kulit, menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga kulit tidak cepat kering serta terjaga kelembabannya.
* Acetylated Mannose Merupakan imunositimulan yang kuat, yang berfungsi meningkatkan fungsi fagositik dari sel makrofag, respon sel T terhadap patogen serta produksi interferon dan zat kimia yang meningkatkan sistem imun untuk menstimulasi atau merangsang antibody.
* Gel/Lendir Lidah Buaya Mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka, luka bakar, borok/eksim, memberikan lapisan pelindung pada bagian yang rusak dan mempercepat tingkat penyembuhan. Reaksi tersebut karena adanya Aloectin B yang menstimulasi sistem immun.

* Aloin, Aloe-Emodin Menyebabkan usus besar berkonstraksi/mengkerut sehingga bersifat sebagai pencahar yang kuat (laxative). Umumnya terjadi pengeluaran feses/buang air besar setelah 8-12 jam pengkonsumsian.

Dan lain-lain.
Pemakaian luar:
– luka terbakar
– luka tersiram air panas
– eksim/borok
– bisul
– digigit serangga
– mengembalikan jaringan kulit yang tidak rata
– biang keringat
– kutil
– mata ikan
– tumit pecah-pecah
– gigi berlubang
– untuk kecantikan: jerawat, komedo, tahi lalat, flek hitam, rambut rontok, rambut beruban, melebatkan rambut, menghitamkan rambut. – dan lain-lain.

Kandungan Kimia Lignin, sapanin, senyawa antrakuinon, vitamin, senyawa gula, enzim, asam amino, aloin, barbalon, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, dan lain-lain.

Mekanisme Kerja * Szponin: Memiliki kemampuan sebagai pembersih dan antiseptik sehingga sangat efektif mengobati luka terbuka. * Alomicin: Memepunyai efek sebagai antikanker.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur,
Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

dengu1

Anda pernah sakit Demam Berdarah? Untuk saya, awal tahun 2007 ini adalah kali ketiga saya terserang sakit Demam Berdarah :( Sayangnya lagi, saya, yang tinggal di Bogor ini, ketinggalan berita tentang resep obat herbal untuk mengatasi Demam Berdarah a la Balittro (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik). Nah, karena itu, saya jadi merasa perlu menuliskan resep tersebut di blog ini :)

Resep

  1. Bahan-bahan
    • Kunyit 2-4 jari
    • Temuireng 2-3 buah
    • Daun menuran 3-4 buah
    • Daun pepaya tua 2 lembar
    • Daun jambu merah 2-3 lembar
    • Garam secukupnya
  2. Cara Pemakaian
    • Semua bahan dicuci bersih, dihancurkan dengan blender + 1 gelas air
    • cairan diperas dan diminum setiap 4 jam sampai pulih

banner-herbal-medicine

Pengobatan terhadap impotensi, disfungsi ereksi

Deskripsi

Resep 1

Bahan:

  1. 15 g biji kucai
  2. 15 g biji pare kering
  3. 20 g jahe
  4. 5 g ketumbar
  5. 5 g lada hitam
Pengolahan:
  1. Haluskan semua bahan,
  2. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc
  3. Saring
  4. Minum hangat-hangat
Resep 2
Bahan:

  1. 30 g daun tapak liman
  2. 30 g lengkuas merah
  3. 5 butir cabai jawa
  4. 10 g biji pare kering, dihaluskan
  5. 1 sendok makan madu
Pengolahan:
  1. Cuci bersih semua bahan (kecuali madu),
  2. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc,
  3. Saring,
  4. Tambahkan madu dan aduk,
  5. Minum.

Resep 3
Bahan:

  1. 3 g ginseng
  2. 15 butir ginko biloba (pek ko), buang kulitnya dan tumbuk
Pengolahan:
  1. Cuci bersih bahan,
  2. Tumbuk halus,
  3. Seduh dengan 250 cc air panas,
  4. Minum airnya.
Catatan:

  • Konsumsi tiram secara teratur dan tetap konsultasi ke dokter,
  • Biji kucai dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  • Jangan konsumsi ginseng jika sedang pilek, flu, radang paru-paru dan infeksi paru lainnya.

Sumber

Prof. HM Hembing Wijayakusuma

Manfaat dari kayu manis. Dibawah ini ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan dari kayu manis :


Sakit Perut
Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut serta menyembuhkan bisul hingga keakar – akarnya.

Kembung
Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum bersama kayu manis panas dapat membuat nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut dipagi hari.

Sakit Kepala dan Sinus

Minum campuran madu dan jus jeruk dapat menyembuhkan sakit kepala karena sinus.

Kelelahan
Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukuran sama, terbukti lebih waspada dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan 1/2 sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburkan bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalis tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalis tubuh menurun.

Kelebihan Berat Badan
Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis
setiap pagi 1/2 jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk. Minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.

Influenza
Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alam yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.

Sumber ; LautanIndonesia.Com

“Minum air jeruk saja biar lemaknya hancur,” mungkin Anda sering mendengar saran tersebut untuk mengurangi rasa berdosa setelah menyantap makanan enak, tapi penuh lemak. Padahal, penghancur lemak alami yang paling baik adalah teh hijau.

Menurut dr. Phaidon Toruan, dalam bukunya Fat-Loss Not Weight-Loss, ada dua keuntungan mengonsumsi teh hijau, yakni sebagai fat burner yang optimal dan kaya akan antioksidan.

Teh hijau akan membantu meningkatkan pembakaran lemak, dalam arti membantu meningkatkan metabolisme trigliserida (misalnya lemak yang tebal di bawah kulit) untuk diubah menjadi asam lemak. “Tapi ingat, lemak di bawah kulit hanya bisa dibakar bila bentuknya sudah diubah menjadi asam lemak. Proses pembakarannya adalah dengan olahraga,” kata Phaidon.

Agar fungsi teh hijau sebagai fat burner lebih optimal, Phaidon menyarankan agar teh hijau diminum sebelum latihan. Kapasitas antioksidan teh hijau sangatlah kuat sehingga bisa memberi efek proteksi terhadap dinding sel otot. Selain itu, lanjut Phaidon, jika diminum sebelum menyantap makanan, teh hijau akan membantu menahan asupan lemak.

Bagi Anda yang ingin praktis kini telah banyak tersedia ekstrak teh hijau yang sudah diolah secara modern dalam bentuk kapsul sehingga bisa dibawa ke mana pun dan mempermudah Anda mempersiapkan diri bila ingin berolahraga dan menggunakan ekstrak teh hijau.

AN

Uraian :
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Nama Lokal :
Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken);

1. Diabetes mellitus
Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

2. Tifus
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis,
kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di
saring.
Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu
berturut-turut.

3. Usus buntu
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula
kelapa/aren. Garam secukupnya.
Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian
dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air
panas, kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara
teratur.

4. Disentri
Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah
asam, 1 potong gula kelapa/aren
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian di saring.
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh
biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm,
1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut
untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk
nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan
diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
Bahan: 1 rimpang kunyit
Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada
1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya,
kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk
sampai merata dan disaring
Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4  sendok makan
kapur sirih
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

12. Morbili
Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
halus
Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak

MINUM kapsul obat tradisional untuk mengatasi hipertensi belum tentu aman. Bila penggunaannya tanpa konsultasi atau pengawasan dengan dokter, bisa jadi kesehatan dan nyawa Anda akan terancam.
Permasalahannya adalah kini banyak obat tradisional yang beredar di pasaran. Apakah pemerintah mengawasi penggunaan obat tradisional  Adakah peraturan mengenai obat tradisional dan apakah obat tradisional yang sudah beredar diakui manfaatnya oleh pemerintah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengemuka dalam rubrik Konsultasi Kesehatan Harian Kompas yang diasuh dr Samsuridjal Djauzi.  Berikut tanya jawab selengkapnya :

Saya penderita hipertensi berumur 62 tahun. Saya teratur minum obat hipertensi selama 10 tahun ini.

Obat saya dua macam, menurut dokter untuk menurunkan tekanan darah dan salah satu di antaranya menjaga jantung. Saya tak ada masalah dengan biaya pengobatan karena saya anggota asuransi. Perusahaan asuransi membayar biaya pengobatan, termasuk konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, dan obat yang harus digunakan.

Tekanan darah dapat ditekan menjadi normal, sistolik berkisar antara 120 dan 130 dan diastolik 80. Menurut dokter, saya harus mempertahankan tekanan darah agar terhindar dari komplikasi tak diinginkan. Setahu saya komplikasi hipertensi dapat berupa stroke dan serangan jantung.

Sekitar enam bulan lalu saya terpengaruh teman. Dia juga menderita hipertensi dan tampak sehat dengan menggunakan obat tradisional. Saya disuruh meminum kapsul obat tradisional mengandung bawang putih dan beberapa ramuan lain. Karena sudah mulai bosan minum obat darah tinggi, saya mencoba minum obat tradisional tersebut. Saya juga mengurangi konsumsi makanan yang asin dan rajin berenang.

Saya merasa segar dan sehat, tak mengalami sakit kepala atau gejala hipertensi lain. Setelah tiga bulan minum obat tradisional, saya kontrol ke dokter. Alangkah terkejutnya saya karena tekanan darah sudah menjadi 190/110.

Dokter hampir tak percaya dan mengulangi pemeriksaan tekanan darah berkali-kali. Setelah saya jelaskan saya menghentikan minum obat hipertensi barulah beliau mengerti. Dokter menekankan pentingnya minum obat teratur dan memeriksakan tekanan darah teratur pula. Menurut beliau, gejala hipertensi amat individual sehingga saya tak merasa apa-apa meski tekanan darah sudah tinggi. Tekanan darah setinggi itu menurut beliau amat berisiko bagi saya yang sudah berumur 62 tahun.

Pengalaman ini mengajarkan kepada saya untuk berhati- hati minum obat tradisional. Sekarang saya sudah kembali ke obat hipertensi dan syukurlah tekanan darah sudah kembali terkendali.

Pertanyaan saya, apakah pemerintah mengawasi penggunaan obat tradisional karena apa yang saya alami mungkin juga dialami penderita lain? Adakah peraturan mengenai obat tradisional dan apakah obat tradisional yang sudah beredar diakui manfaatnya oleh pemerintah? Saya melihat di toko obat banyak obat penurun kolesterol, asam urat, bahkan obat kanker dan obat-obat tersebut terdaftar di Depkes. Terima kasih atas perhatian Dokter.

M di J

Pertanyaan Anda amat penting karena menyangkut kepentingan orang banyak. Selain itu, ternyata bulan Mei ini merupakan Hari Hipertensi Sedunia sehingga amat relevan kita membahas hipertensi.

Kali ini Hari Hipertensi Sedunia bertema kenali tekanan darah Anda. Artinya, kita dianjurkan mengetahui apakah tekanan darah kita normal atau tinggi. Banyak sekali orang tak mengetahui sesungguhnya dia penderita darah tinggi. Karena tidak tahu tentu tidak diobati sehingga dalam jangka lama dapat terjadi penyulit berupa gangguan jantung, stroke, atau gangguan ginjal. Selain itu, pengobatan hipertensi terdiri dari pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi.

Pengobatan nonfarmakologi antara lain menjaga berat badan, menghindari konsumsi garam berlebihan, mengurangi konsumsi lemak, dan berolahraga. Upaya ini harus diamalkan di samping pengobatan farmakologi berupa obat hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah serta menghindari komplikasi hipertensi.

Kekerapan penyakit hipertensi cukup tinggi, di negara sekitar 10 persen, bahkan di beberapa daerah lebih tinggi. Pada aras global, satu dari empat orang dewasa diduga menderita hipertensi.

Hipertensi merupakan pembunuh yang diam-diam menimbulkan korban, jumlahnya jutaan orang tiap tahun. Karena itu, kita perlu peduli terhadap hipertensi dan tahu tekanan darah kita.

Bagi pembaca yang belum pernah mengukur tekanan darah amat dianjurkan melakukan pemeriksaan. Jika tekanan darah normal, dianjurkan secara berkala mengukur tekanan darah, sedikitnya setahun sekali. Sedangkan jika tekanan darah tinggi dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk merencanakan pengendalian hipertensi.

Pengendalian ini penting karena jika terjadi penyulit, biaya terapi mahal dan bahkan penyulit tersebut dapat mengancam nyawa. Penyulit yang dapat timbul adalah stroke yang dapat mengancam nyawa atau menimbulkan kecacatan. Sedangkan penyulit pada jantung dapat berupa gagal jantung yang biaya pengobatannya juga mahal. Cuci darah mungkin diperlukan pada kelainan ginjal akibat hipertensi. Karena itu, dengan pengendalian dini diharapkan penyulit tersebut dapat dihindari.

Lebih dari 90 persen hipertensi merupakan hipertensi esensial, artinya penyebabnya tidak diketahui sehingga terapi hipertensi pada keadaan ini perlu dilakukan terus-menerus sepanjang hayat. Pengendalian terapi perlu dinilai secara klinis dan pengukuran tekanan darah secara teratur.

Sebenarnya ilmu kedokteran modern amat toleran pada pengobatan tradisional. Kedokteran modern mengakui, pengobatan tradisional telah memelihara kesehatan masyarakat ratusan tahun sampai ditemukan obat-obat antibiotika, obat diabetes melitus, obat hipertensi, obat kolesterol, obat kanker, dan lain-lain.

Kita tahu obat kimiawi kebanyakan baru ditemukan pada awal abad ke-20. Dengan tersedianya obat-obat yang didasarkan pada penelitian, kita sekarang telah berada dalam era evidence based medicine (praktik kedokteran yang didasarkan pada bukti sahih).

Jadi, obat tradisional boleh saja digunakan sepanjang menunjukkan hasil nyata. Hasil ini biasanya diteliti melalui uji klinik. Anda telah menceritakan pengalaman menggunakan obat tradisional yang kurang bermanfaat dalam mengendalikan hipertensi. Pengalaman ini hendaknya menjadikan Anda berhati-hati dan kritis dalam menggunakan obat.

Obat yang beredar di Indonesia diawasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Label terdaftar di Departemen Kesehatan pada obat tradisional tidak menjamin obat tersebut telah diuji klinis. Dalam menggunakan obat tradisional memang diperlukan pengawasan pemerintah, tetapi lebih penting lagi masyarakat sendiri harus kritis dan jika perlu dapat meminta informasi kepada instansi berwenang atau dokter keluarga.

Potensi obat di negeri kita, baik tradisional maupun modern, perlu dikembangkan, tetapi penggunaan dan pemasarannya hendaknya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Saya merasa senang hipertensi Anda sudah terkendali, tetapi Anda juga diharapkan menjadi relawan kesehatan untuk keluarga. Bagaimana dengan tekanan darah istri, anak-anak, dan jika perlu sahabat-sahabat Anda. Anjurkanlah mereka memeriksakan tekanan darah. Terima kasih.

MENGONSUMSI bawang putih segar mungkin jarang dijadikan pilihan bagi banyak orang. Karena aromanya yang menyengat dan sangat khas, bawang putih lebih sering dikonsumsi dalam bentuk bumbu masak.
Namun begitu, bila Anda ingin mendapat faedah yang lebih dari  bawang putih, mulailah untuk mempertimbangkan memakannya secara langsung dalam bentuk utuh dan segar. Menurut sebuah riset yang dimuat American Chemical Society’s Journal of Agricultural and Food Chemistry, bawang putih segar mungkin akan memberi manfaat lebih besar bagi kesehatan dibandingkan bawang yang telah diolah atau dicampur bahan lain.

Besarnya manfaat bawang putih segar diungkap para peneliti Jepang yang membandingkan bawang putih segar dengan bawang yang dilarutkan dalam air, alkohol, dan minyak sayur. Dengan beragam metode penyajian ini, peneliti ingin sejauh mana pengaruhnya terhadap bahan atau kandungan kunci dalam bawang putih yang disebut allicin.

Allicin merupakan kandungan kimia aktif dalam bawang putih yang menyebabkan tanaman umbi ini beraroma sangat khas. Senyawa ini juga dikenal memiliki khasiat sebagai pembunuh kuman atau antibakteri. Sejumlah riset menunjukkan allicin membantu mengatasi infeksi dan melawan bakteri  penyebab racun dalam makanan. Riset lainnya juga mengindikasikan bahwa kandungan kimia ini membantu mengatasi pembekuan darah dan menghalau jenis kanker tertentu.

Meskipun memiliki banyak faedah, allicin juga dikenal rapuh dan menguap dalam waktu cepat.  Fakta inilah yang membuat para ahli mempertanyakan apakah berbagai metode penyimpanan atau penyajian akan mempengaruhi kandungan allicin dalam bawang putih.

Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan, bawang putih yang disajikan segar cenderung lebih stabil dan terjaga kandungan allicin-nya daripada bawang yang diawetkan. Bawang putih yang disimpan  dalam air dengan suhu ruangan tercatat lebih baik daripada bawang yang disimpan dalam minyak sayur.

Kadar allicin menurun hingga setengahnya setelah disimpan selama enam hari dalah air, namun penyimpanan dalam minyak sayur bisa menurunkan kadar allicin dalam bawang hanya dalam  beberapa jam saja. Kandungan kimia pembunu bakteri juga menurun kadarnya seiring dengan berkurangnya kadar allicin. Walau demikian, para peneliti percaya bahwa allicin berubah menjadi kandungan kimia lainnya yang masih memiliki mamfaat bagi kesehatan.
AC
Sumber : WebMD

TANAMAN multiguna dan komoditas ekspor Indonesia nonmigas utama ini kaya akan vitamin C, kalsium, dan fosfor. Pala juga biasa digunakan sebagai obat diare, kembung, mual, serta untuk meningkatkan daya cerna dan selera makan.
Salah satu oleh-oleh khas yang wajib diburu kalau berlibur ke Bogor dan Cianjur adalah manisan buah. Buah yang banyak diolah menjadi manisan adalah pala, mangga, kedondong, pepaya, kemang, kebembem, dan jambu biji.

Di Bogor, yang merupakan salah satu sentra produksi pala, manisan pala paling populer. Konon, manisan pala telah dikenal di Bogor sejak zaman Belanda, yaitu ketika petinggi-petinggi VOC banyak berdiam di kota hujan tersebut.

Ada dua jenis manisan pala, yaitu manisan pala basah dan manisan pala kering. Selain sebagai manisan, daging buah pala juga dapat diolah menjadi jeli, sirop, dodol, chutney, selai, sari buah, wine, dan cider pala.

Bagian buah pala yang paling tinggi nilai ekonominya adalah biji dan fuli. Biji umumnya digunakan pada makanan manis dan kaya rempah, seperti produk roti, dan juga sebagai bumbu dalam masakan daging serta produk minuman dan dessert. Sementara itu, fuli digunakan sebagai bahan flavor pada produk roti, seperti cake, cookies, pie, dan topping, juga sebagai bumbu pada masakan laut, pikel, dan minuman.

Populer Sejak Baheula
Tanaman pala termasuk dalam kelas Angiosperma, subkelas Dicotyledonae, ordo Ranales, family Myristiceae dan Myristica, terdiri dari 15 genus dan 250 species. Dari 15 genus tersebut, 5 di antaranya terdapat di daerah tropis Amerika, 6 di daerah tropis Afrika, dan 4 genus di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia.

Tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu tanaman rempah-rempah asli Indonesia yang daerah produksinya tersebar dari Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Papua. Pada awal masa perdagangan (VOC), pala merupakan rempah-rempah yang dicari layaknya emas.

Hingga kini, peran pala sebagai mata dagang tradisional Indonesia di dunia masih sangat besar. Indonesia merupakan produsen utama pala dengan memasok sekitar 74 persen dari kebutuhan pala dunia (Puslitbangtri, 1990).

Pada zaman penjajahan Belanda, tanaman pala disebarkan ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pala memiliki beberapa nama khas daerah, seperti falo (Nias), palo (Minangkabau), pahalo (Lampung), pala (Sunda), paala bibinek (Madura), kalapelane (Seram), parang (Minahasa), dan gosoka (Halmahera, Tidore, dan Ternate).

Tanaman pala merupakan tanaman multiguna karena setiap bagiannya dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri. Biji, fuli, dan minyak atsiri dari pala merupakan yang paling banyak dieskpor, serta digunakan dalam industri makanan dan minuman. Minyak yang berasal dari biji, fuli, dan daun digunakan dalam industri obat-obatan, parfum, dan kosmetik.

Dalam industri obat-obatan, buah pala memiliki beragam khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dalam dosis rendah, pala dapat digunakan untuk mengurangi flatulensi (kembung perut), meningkatkan daya cerna dan selera makan, serta untuk mengobati diare, muntah, dan mual (Chevallier, 2001).

Komponen myristicin yang terkandung dalam daging buah memiliki kemampuan sebagai agen insektisidal dan dianggap berkontribusi terhadap sifat halusinogen yang dapat menyebabkan halusinasi (Dorsey, 2001).

Di beberapa daerah, daging buah pala dibuang sebagai limbah setelah diambil biji dan fulinya. Hal tersebut patut disayangkan karena daging buah pala merupakan komponen terbesar dari buah pala segar (83,3 persen), dibanding fuli (3,22 persen), tempurung biji (3,94 persen), dan daging biji (9,54 persen).

Pemanfaatan buah pala secara optimal akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, dengan pengembangan produk olahan strategis yang memanfaatkan limbah daging buah pala, bisa memberikan keuntungan ganda.

Kaya Komponen Volatil
Tanaman pala dapat tumbuh baik pada tanah dengan struktur gembur dan penuh humus, derajat keasaman tanah 5,5-6,5, pada dataran rendah hingga ± 700 m dari permukaan laut, dengan curah hujan antara 2.000-3.000 mm/tahun. Tanaman pala merupakan tanaman berumah dua (deoceous) yang berarti bunga jantan dan betina tidak terletak pada satu pohon. Ada juga pohon yang berkelamin dua atau hemaphrodit, tetapi jarang sekali terjadi.

Tanaman pala mulai berbunga setelah berumur 6-10 tahun, tergantung dari keadaan tanah dan iklim. Bunganya berwarna pucat, kecil, lunak, dan berbau harum serta berbentuk malai. Malai bunga jantan terdiri dari 1-10 bunga dan malai bunga betina 1-3 bunga. Jangka waktu pertumbuhan buah dari mulai persarian hingga masak petik tidak lebih dari sembilan bulan (Rismunandar, 1990).

Tanaman pala dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 meter, mahkota pohon yang bervariasi antara bentuk piramidal (kerucut), lonjong (silindris), dan bulat. Mulai berbuah setelah berumur 8-9 tahun, hasil maksimum pada umur 25 tahun dan dapat bertahan sampai umur 60 tahun.

Pohon pala yang telah berumur 10-12 tahun menghasilkan buah sekitar 800-2.000 buah per tahun dari 2-3 kali panen (Hadad, 2001). Buah pala berbentuk seperti buah pir, ujungnya meruncing, kulitnya licin, berdaging, dan cukup banyak mengandung air

Buah pala mempunyai daging buah keras, berwarna keputih-putihan, mengandung getah putih, dan rasanya kelat. Diameter buah pala bervarisi dari 3-9 cm. Bila buah telah masak di pohon, daging buah terbuka sehingga biji pala yang berwarna cokelat menjadi mudah terlihat.

Biji pala kaya akan lemak sehingga dapat diekstrak untuk menghasilkan minyak pala. Daging buah pala kaya kalsium, fosfor, vitamin C dan A, serta sedikit zat besi.   Daging buah pala mengandung 29 komponen volatil (senyawa yang mudah menguap) dengan 23 komponen telah teridentifikasi dan 6 komponen lain belum teridentifikasi. Komponen yang paling banyak terkandung dalam minyak atsiri daging buah pala adalah á-pinen (8,7 persen), â-pinen (6,92 persen), ?-3-karen (3,54 persen), D-limonen (8 persen), á-terpinen (3,69 persen), 1,3,8-mentatrien (5,43 persen), ã-terpinen (4,9 persen), á-terpineol (11,23 persen), safrol (2,95 persen), dan myristicin (23,37 persen) (Hustiany, 1994).
Prof. DR. Made Astawan

Obati Luka dengan Kopi

Selain murah dan mudah didapat, ternyata kopi aman dan efektif untuk mengobati berbagai jenis luka.

SIAPA yang tak kenal kopi? Serbuk hitam beraroma khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat? Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh kembali terasa segar, kopi ternyata mampu diandalkan untuk mengobati luka.

Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. sudah membuktikan khasiat kopi tersebut. Ahli bedah pembuluh darah dari RS Hasan Sadikin, Bandung ini sudah berkutat melakukan serangkaian penelitian terhadap kopi sejak awal tahun 2004. Hasilnya? Kopi ternyata sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka! Dari luka besut lantaran terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, sampai luka “koreng” yang sudah terinfeksi. Hebatnya lagi, semua usia dapat menggunakannya, termasuk anak-anak.

Dalam penelitiannya, Hendro menemukan zat antibakteri dalam serbuk kopi yang tergolong sangat kuat. Meski belum diketahui secara pasti jenis kandungannya, namun zat ini terbukti sangat efektif membasmi kuman Methicillin Resistant Starhylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai pada luka bernanah.

Hendro menggunakan tikus dan marmot yang sengaja dilukai dengan cara dibakar sedikit. Tikus diobati dengan kopi sementara marmot diobati dengan obat medis untuk luka bakar. Ternyata tikus dapat sembuh dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun dengan marmot. “Tidak timbul infeksi atau efek samping lainnya,” papar Hendro yang mengaku tidak berniat untuk mematenkan hasil temuannya ini.

Awal tahun 2005 Hendro yang menyelesaikan spesialisasi bedah pembuluh darah tepi di Universitas Leiden dan pendidikan S3 ilmu bedah di Universitas Amsterdam, Belanda menggunakan kopi untuk menyembuhkan luka para pasiennya. Ada berbagai jenis luka yang ditangani, dari luka besut/serut karena terjatuh hingga luka bakar dan luka bernanah. Ternyata pengobatannya bisa berjalan efektif dan hasilnya bisa disetarakan dengan hasil pengobatan yang sudah baku. “Sejauh ini saya tidak melihat ada efek samping yang muncul dari pengobatan luka dengan kopi,” tukas dosen di FK Unpad ini.

CARA PAKAI

* Taburkan secara merata di atas luka. Cukup tipis saja, tidak perlu terlalu tebal.

* Frekuensi bisa 3x sehari; pagi, siang, dan sore.

* Setelah ditaburi kopi, luka harus tetap kering dan sama sekali tak boleh terkena air. Bila terkena air, luka jadi basah terus-menerus sehingga pengobatan tak berjalan efektif. Jika ingin mandi atau melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, tutuplah luka dengan rapat.

KONTRAINDIKASI

Satu hal terpenting untuk diperhatikan, apakah anak alergi terhadap kopi atau tidak. Alergi terhadap kopi bisa dilihat dari munculnya warna kemerahan atau gatal-gatal di sekitar area luka. Bila demikian, hentikan pemakaian karena sangat mungkin luka justru akan semakin meluas dan dalam lantaran anak pasti tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Tapi kalau anak pernah minum kopi dan tidak ada efek samping yang muncul, seperti mual, pusing atau gatal-gatal, bisa dikatakan dia tidak alergi kopi.

PERIH ATAU TIDAK?

Berbeda dari obat merah yang bisa menimbulkan rasa perih saat diteteskan atau salep yang memunculkan rasa dingin, kopi malah memberikan rasa hangat.

PERLUKAH RESEP DOKTER?

Pemakaian kopi tak memerlukan resep dokter. Kopi bisa langsung ditaburkan di atas luka. Hanya saja, kopinya haruslah kopi robusta yang belum dicampur apa-apa. Kopi tak bermerek ini biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang langsung digiling di tempat. Sebetulnya tuntutan keaslian ini tak lain karena, “Saya belum melakukan penelitian terhadap kopi lain yang bermerek,” kata Hendro. Jadi, bila ingin menggunakan kopi bermerek, boleh-boleh saja namun ia tak menjamin apakah penyembuhan lukanya efektif atau tidak.

BERAPA LAMA LUKA BISA SEMBUH?

Bila lukanya relatif kecil akibat tergores pisau, pengobatannya boleh jadi hanya butuh waktu singkat. Setelah diobati mungkin saja lukanya segera kering dan sembuh. Namun luka yang sama, bisa saja sembuh lebih lama bila setelah diobati lukanya basah terkena air.

Waktu penyembuhan luka juga tergantung pada kondisi luka itu sendiri. Kalau luas/lebar dan cukup dalam tentu butuh beberapa kali pengobatan. Ini berarti bisa makan waktu berhari-hari. Untuk luka yang sudah terinfeksi, pengobatannya tentu butuh waktu lebih lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pasalnya, butuh waktu khusus untuk membasmi bakteri yang sudah bercokol di luka tadi. Luka yang sudah terinfeksi ini ditandai sebagai luka yang bernanah, sudah lebih luas dari luka awal, dan biasanya disertai adanya jaringan daging yang membusuk. Yang juga makan waktu cukup lama adalah pengobatan luka pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, tetap barengi pengobatan medis. Luka yang diderita para diabetesi, contohnya, baru akan efektif kalau pengobatan diabetesnya berjalan terus.

Penulis : Irfan Hasuki

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.