penyembuhan altenatif
Juni 25, 2009
Penyembuhan Holistik
Posted by pijatbagus under penyembuhan altenatif | Tag: penyembuhan holistik |Leave a Comment
Agustus 20, 2008
Ludah Manusia Dapat Menyembuhkan Luka
Posted by pijatbagus under penyembuhan altenatif | Tag: ludah, Luka |1 Comment
WASHINGTON, JUMAT – Siapa menyangka kebiasaan orang desa di masa lalu yang menjilati kulit yang sakit ternyata bermanfaat. Baru-baru ini, para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka.
Tim peneliti tersebut menemukan bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri, juga bertanggung jawab atas penyembuhan luka. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) edisi teranyar.
Penelitian itu menjanjikan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena mungkin dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi seperti krim antibiotik dan alkohol gosok.
“Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar,” kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dikutip Xinhua.
“Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka,” kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal. Penelitian tersebut juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang.
WAH
Sumber : Antara
Agustus 20, 2008
Jilat Luka Anda, Maka Sembuh!
Posted by pijatbagus under penyembuhan altenatif | Tag: Luka |Leave a Comment
ANDA mungkin tidak menyangka bahwa insting anjing atau kucing saat mereka terluka ternyata dibenarkan secara ilmiah. Mereka menjilati lukanya dan beberapa hari kemudian, luka mengering dan sembuh. Karena itu, tak heran bila baru-baru ini para peneliti dari Belanda mengidentifikasikan adanya satu zat dalam air ludah, khususnya ludah manusia. Zat ini dikatakan juga mempercepat penyembuhan luka.
Tim peneliti menemukan bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya untuk membunuh bakteri, juga bertanggung jawab atas penyembuhan luka. Hasil penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) edisi terbaru ini jelas memberi harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes, luka traumatis, dan luka bakar. Selain itu, karena mungkin dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi seperti krim antibiotik dan alkohol gosok.
“Kami harap temuan ini bermanfaat bagi orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki, luka akibat diabetes, dan bagi perawatan luka trauma seperti luka bakar,” ungkap Menno Oudhoff, seperti dikutip Xinhua.
“Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka,” kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB. Penelitian tersebut juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang.
Tentu saja, temuan ini menjelaskan mengapa ada pengobat alternatif yang menggunakan ludah sebagai teknik atau metode untuk menyembuhkan luka. Luar biasa, satu rahasia alam terbuka lagi!
Sumber : kompas.com
Maret 4, 2008
| RamuRacik – Tahukah Anda bahwa air menyimpan seribu khasiat? Mungkin Anda tak percaya. Tapi, tak ada salahnya, jika Anda tetap menggunakan air untuk kegiatan apa pun. Menyadari betapa air sangat menunjang kebugaran, kesehatan, dan kecantikan tubuh Anda, tak ada salahnya untuk tetap kita memelihara persahabatan dengan sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya, mari manfaatkan sebaik-baiknya.Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Tak hanya itu manfaatnya. Jika Anda mandi dengan air dingin, akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh dan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian, kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Air putih juga bersifat “menghanyutkan” kotoran-kotoran dalam tubuh yang keluar lewat urine. Jika Anda ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang), tentunya dapat mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi, air tidak mengandung kalori, gula, atau pun lemak. Namun, yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan, dan lain-lain. Kini bermacam pengobatan alternatif ditawarkan, dengan cara berendam di dalam air yang mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang, atau zat kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan. Cipratan air mancur pada tubuh pun akan terasa seperti pijatan, sehingga tubuh merasa lebih rileks. Para pakar pengobatan alternatif menyatakan, bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu, dapat meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, dan membantu menyerap serta memanfaatkan oksigen. Khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam saja. Tidak kalah pentingnya khasiat air putih bila diminum. Selain makanan, air sangat diperlukan oleh tubuh kita. Seseorang yang kekurangan makan masih dapat bertahan sampai beberapa hari. Tapi, kekurangan air akan berakibat fatal. Karena, air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling sedikit 1 liter lebih banyak, dari yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja, mengakibatkan penurunan kinerja sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu. Semakin banyak kita melakukan aktivitas, air akan lebih banyak terkuras dari tubuh. Apalagi, orang yang tinggal di negara tropis yang banyak mengeluarkan energi. Sebab itu, para pakar kesehatan mengingatkan, jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat! [NAR] |
Januari 21, 2008
RamuRacik – Hampir semua makhluk hidup di bumi ini pasti pernah merasakan stres. Biasanya, stres yang menimpa manusia banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Atau, datang dari tubuh dan pikiran kita sendiri. Karena gangguan ini begitu dekat dengan diri kita, tak ada salahnya kita mengetahui lebih cara mengusir stres secara alami.
Gangguan stres yang terjadi pada diri kita merupakan masalah normal. Karena, tubuh kita ini dirancang untuk mengalami dan bereaksi terhadap gangguan stres. Namun di balik itu, stres bisa memberi dampak yang positif bagi kita. Hal ini disebabkan, stres akan membuat kita selalu berjaga-jaga untuk menghindari bahaya.
Di sisi lain, stres bisa menjadi sangat negatif jika tak langsung diatasi. Karena, reaksi buruk yang muncul dari stres adalah adanya gangguan keseimbangan dalam tubuh. Akibatnya, sakit kepala, sakit perut, tekanan darah naik, dada sakit hingga susah tidur, akan melanda kita.
Lantas, bagaimana cara mengusirnya? Bagi Anda yang suka mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan, dan mengisap rokok, sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu. Justru, jika itu dilakukan, akan menambah dampak negatif.
Berikut ini, beberapa cara untuk mengatur stres secara alami.
- Bertindak dan berpikir positif. Jangan pernah sekali-kali Anda berpikir negatif terhadap orang lain. Sekali saja Anda melakukannya, jangan harap otak Anda akan berhenti berpikir. Cobalah berpikir positif terhadap sesuatu yang menimpa Anda. Ambillah hikmah yang menimpa diri Anda menjadi sesuatu yang positif. Kemudian, bersikaplah positif ketika Anda melakukan solusi dari sebuah persoalan.
- Keterbatasan. Manusia dilahirkan memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebaiknya, Anda harus menyadari hal ini. Sehingga, Anda tidak merasa sengsara ketika tidak dapat mengatasi sebuah persoalan.
- Bersikap assertive bukan agresif. Tidaklah mudah meredam amarah. Namun, semakin kita emosi, semakin banyak energi yang keluar. Sebaiknya, bersikaplah tegas terhadap perasaan, pendapat serta kepercayaan dalam diri dibandingkan mementingkan rasa marah, defensif, atau pun pasif.
- Belajar dan latihan rileksasi. Tak ada salahnya Anda membaca buku atau melihat film rileksasi. Tentunya ini sangat berguna untuk otak Anda agar tidak bekerja terlalu keras.
- Olahragalah. Ketika Anda secara teratur melakukan aktivitas olahraga, tubuh akan lebih kuat menghadapi stres. Sebab, tubuh kita selalu dalam kondisi sehat dan bugar.
- Makanan sehat dan seimbang. Konsumsilah makanan yang sehat dan berimbang. Ingat, menu makanan 4 sehat 5 sempurna, harus dilakukan setiap hari.
- Istirahat dan tidur. Tubuh kita bukanlah mesin yang tidak mengenal lelah. Jadi, sebaiknya, ciptakanlah sebuah kesempatan agar tubuh kita ini bisa beristirahat dan cukup tidur. Jika tubuh ini sudah istirahat, otomatis pemulihan di dalam tubuh pun akan terjadi.
- Sosialisasi. Percayalah, teman yang banyak akan membuat hati lebih ceria dan terhindar dari berbagai pikiran berat. Ingat, punya seribu teman masih sedikit. Tapi, satu orang musuh itu terlalu banyak.
Selamat mencoba! [DAN]
Januari 7, 2008
RamuRacik – Akhir-akhir ini, muncul sebuah metode pengobatan alternatif yang mulai populer di masyarakat. Metode itu dikenal dengan sebutan reiki. Reiki merupakan suatu kaidah pengobatan alternatif yang mula-mula hanya dipraktikkan oleh biksu-biksu di Tibet yang kemudian dikembangkan oleh seorang rahib bemama Dr. Mikao Usui di Jepang.
Selanjutnya, Madame Hawayo Takata, salah satu murid Usui mulai mempromosikan reiki hingga terkenal luas sampai ke Amerika Serikat. Di Indonesia, metode ini masih tergolong anyar dan baru diperkenalkan oleh Anand Khrisna, pakar meditasi berdarah India, namun dilahirkan di Solo, Jawa Tengah.
Kata reiki berakar dari dua buah kata: rei dan ki. Kedua kata ini berasal dari bahasa Jepang. Rei bermakna alam semesta dan ki (prana dalam bahasa Sanksekerta, chi dalam bahasa Cina) yang berarti energi vital. Sehingga, reiki dapat didefinisikan sebagai sebuah teknik untuk mengakses energi dari alam semesta dalam bentuk penyembuhan alternatif yang mempergunakan tenaga kehidupan (The Universal Life Force Energy).
Di Indonesia, kita sudah banyak mengenal penyembuhan alternatif yang memakai tenaga kehidupan, seperti akupunktur dan penyembuhan prana/cakra. Namun, reiki memiliki sebuah “kecerdasan” atau “kesadaran” ilahiah (God Consciousness) yang membuatnya lebih “canggih” dari tenaga kehidupan yang dipergunakan oleh penyembuhan alternatif lainnya.
“Kecanggihan” reiki terletak pada kemampuan tenaga kehidupan tersebut dalam mencari sumber atau akar penyakit yang diderita seseorang. Lantas, tenaga kehidupan ini menyembuhkannya secara menyeluruh (whollistic), baik secara fisik, mental, emosional maupun spiritual, tanpa dibutuhkan suatu diagnosis secara medis atau metafisis oleh penghusada-nya (si pengobat).
Secara simpel, proses penyembuhannya begini. Pasien merupakan objek penerima energi yang akan disalurkan, sedangkan penghusada (sang pengobat) cuma berfungsi sebagai pipa atau wadah pendistribusi energi. Penghusada cukup menempelkan telapak tangannya pada tempat yang sakit. Ia tak perlu repot mengeluarkan tenaga. Kuncinya, pasien dan penghusada mesti sama-sama bersikap santai.
Sebab, ya itu tadi, energi kehidupan ini akan bergerak secara otomatis mendeteksi penyakit ke akar-akarnya. Umpamanya saja penderita maag. Walau tangan penghusada menempel di perut pasien, belum tentu rasa panas atau getaran akan terasa di bagian perut pula. Bisa jadi, rasa panas akan menjalar di kepala bila maag Anda disebabkan oleh stres.
Meski pasien dan penghusada tak perlu mengadakan dialog untuk menggali persoalan yang membebani pasien, pasien tetap butuh empati. Dan jangan heran, bila ada beberapa penghusada mengajak pasiennya berdialog secara intim. Berdasarkan pengalaman, secara psikologis, lewat curhat semacam ini pasien merasa lebih diperhatikan.
Uniknya, untuk menguasai reiki, seseorang tidak dituntut untuk menjalankan suatu “prasyarat” tertentu seperti yang selalu dilakukan oleh mereka yang ingin menuntut ilmu penyembuhan tradisional di Indonesia, seperti puasa, tirakat, mutih, dan sebagainya. Siapa pun boleh menguasai praktik penyembuhan reiki tanpa memiliki talenta serta terlepas dari agama dan keyakinan apa pun yang dianutnya. Tertarik? Silakan mencoba! [BO]
Januari 7, 2008
RamuRacik – Siapa sangka, Giriloyo sebuah kampung yang dikenal sebagai tempat para Raja Mataram dimakamkan, ternyata juga menyimpan keunikan lain. Apa pasal? Desa yang terletak di Kecamatan Imogiri Bantul, Yogyakarta, itu merupakan tempat tumbuh pohon sirgunggu yang biasa dipakai untuk ramuan gurah. Teknik gurah biasanya dilakukan untuk memperoleh suara merdu bak buluh perindu.
Mulanya, gurah hanya dipakai di kalangan pondok pesantren agar suaranya nyaring saat membaca Alquran. Di Imogori sendiri, pasien yang datang bergurah ria lazimnya para pesinden atau yang menderita gangguan pernapasan. Kini, seiring dengan perkembangannya, bukan rahasia lagi bila banyak penyanyi pop, dangdut, maupun rock di tanah air sudah memakai teknik gurah ini.
Mereka yang berobat secara tradisional akan ditetesi ekstrak daun atau akar tanaman senggugu/srigugu melalui lubang hidungnya. Reaksi yang muncul adalah keluarnya lendir terus-menerus dari saluran napas di daerah saluran napas (bronchodilaton), sampai tuntas (kering) sehingga saluran napas akan lebih lega dan tubuh terasa lebih “segar”. Hidung pun terasa lebih plong. Terapi gurah biasanya dilakukan saban enam bulan sekali.
Baru-baru ini, Badan Pengelolaan Pengabdian pada Masyarakat UGM Yogyakarta telah melakukan penelitian laboratorium dan pengujian terhadap obat gurah. Menurut hasil penelitian itu, daun atau akar senggugu/srigugu memiliki kandungan glikosida dan alkaloid yang memang memiliki efek merangsang keluarnya lendir di saluran napas. Selain untuk kepentingan tarik-suara, terapi ini bisa pula untuk penyakit asma kronis.
Namun, para peneliti di lembaga itu juga mengingatkan tentang risiko gurah. Sebab, efeknya terhadap masing-masing orang akan berbeda tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing. Bahayanya, bagi yang tidak tahan, ketika terjadi pengeluaran lendir secara terus-menerus, justru bisa berakibat iritasi pada saluran napas.
Sebuah perusahaan farmasi besar dalam negeri sudah mematenkan kapsul gurah yang diproduksi secara massal. Banyak kelebihan yang dimiliki gurah kapsul ini, antara lain tidak sakit seperti pada gurah tetes yang memeras/memaksa seluruh kotoran di daerah hidung dan tenggorokan hingga keluar semua selama 2-3 jam.
Dengan gurah kapsul, kotoran secara otomatis akan keluar lewat saluran metabolisme tubuh secara bertahap dan tidak terasa, seperti lewat keringat, kencing, air mata, serta ketika buang air besar. Pasien yang sibuk dan tak punya banyak waktu luang, tinggal memesan kapsulnya saja, sehingga lebih efisien dan efektif.
Kapsul gurah juga menggunakan bahan alami yang sama, yakni daun dan akar tanaman senggugu. Selain berbentuk kapsul, juga akan diproduksi dalam bentuk semprotan (spray). Seorang dokter dari Rotterdam, Belanda, Dr. HT. Robert Trossel MD, kabarnya pernah meneliti sekaligus berobat dengan kapsul gurah ini dengan langsung datang ke tempat praktik dan pembuatannya.
Sedangkan mengenai khasiatnya, kapsul gurah dapat dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti asma, amandel, kanker perut, kanker payudara, lever, lumpuh, radang paru-paru, polip, asam urat, ambien, flek hitam di wajah, radang tenggorokan, diabetes, ginjal, migren, jantung, kebutaan, lemah syahwat, dan diabetes. Bahkan, kapsul gurah juga dapat menyembuhkan penyakit AIDS pada stadium dini. [BO]
Sumber : ramuracik.com
Januari 7, 2008
Terapi Warna, Pengobatan Tertua dari Tuhan
Posted by pijatbagus under penyembuhan altenatifLeave a Comment
RamuRacik – Kekuatan matahari sebagai tenaga penyembuh telah dikenal oleh manusia sejak ratusan tahun lampau. Tanpa sinar sang surya, raga kita akan mati, bahkan segenap kehidupan di planet ini pun turut tamat. Sesungguhnya, sinar matahari mengandung banyak spektrum warna, namun hanya beberapa saja yang bisa terdeteksi mata manusia.
Untuk menjaga kebugaran, tubuh mesti mampu menyerap sinar matahari dengan cukup, lantas menggunakannya dengan benar pula. Sinar itu diserap lewat mata dan kulit. Pada awal abad ke-19, dalam sinar matahari ditemukan bahwa tiap warna mengalirkan frekuensi dan gelombang panjang.
Menurut Dr. Rochelle McCray, seorang praktisi terapi warna, akupunktur, herbology, hypnotherapy, dan Reiki pada sebuah artikelnya di situs Austin Holistic, menyatakan, tiap penyakit yang diderita manusia dapat diidentikkan dengan sebuah warna khusus. Oleh sebab itu, di kemudian hari lahirlah terapi warna.
Terapi warna adalah penyembuhan sebuah penyakit dengan mengaplikasikan warna-warna yang tepat untuk peyembuhan dalam bentuk yang lebih terpusat dibandingkan sinar matahari. “Tubuh mesti mendapatkan sinar matahari tanpa disaring, yang langsung diserap kulit atau mata minimal dua jam per hari,” kata Dr. Rochelle dalam situs pengobatan alternatif tersebut.
Sayangnya, hal di atas mustahil kita peroleh di era internet seperti sekarang. Walhasil, kekurangan sinar matahari menjadi hal umum di lingkungan kita. Menurut Dr. Rochelle, jasad manusia mempunyai 7 chakra (pusat energi) utama yang mengalirkan sebuah warna khusus.
Tiap chakra mengatur sebuah organ khusus lewat proses jasmaniah. Penyembuhan via terapi warna ini acap ditentukan oleh area tubuh yang diderita. Akar chakra terletak di engsel paha, panggul, dan daerah kemaluan. Warna untuk akar chakra adalah merah dan organ utamanya: ginjal, kelenjar adrenal, dan organ seks.
Bahkan, merah menjadi warna untuk menyembuhkan penderita ginjal kronis, sakit pinggang, atau kemandulan. Masalah yang berhubungan dengan pencernaan, radang usus besar, sakit perut, dan lain-lain, identik dengan kuning. Selain itu, pemilihan warna pun bisa ditentukan oleh prinsip Yin/Yang.
Merah, oranye, dan kuning merupakan warna-warna hangat untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh melemahnya kondisi badan seperti Anemia. Hijau, biru dan turquoise adalah warna-warna sejuk yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan kondisi alam.
Salah satu teknik terbaru yang bisa dipertanggungjawabkan adalah terapi warna dengan Spektrum-Khrom seperti yang dikembangkan Dr. Dinshaw. Spektrum-Khrom menghasilkan warna penyembuhan khusus untuk penyakit tertentu. Selama perawatan, satu dari 12 warna Spektrum-Khrom dipilih dan menyinari secara langsung pada tubuh pasien dengan lampu khusus selama 30-60 menit.
Lain lagi dengan Dr. Peter Mandel di Jerman. Ia mengembangkan terapi warna dengan sinar baterai (Acu-Light). Uniknya, Mandel mengombinasikan terapi warna dengan titik-titik akupunktur. Lewat terapi ini, konon berbagai jenis penyakit bisa disembuhkan. Misalnya, anemia, asma, bronkitis, radang sendi, luka bakar, diare, demam, sembelit, AIDS, diabetes, eksim, kelumpuhan, datang bulan, kemandulan, PMS, tekanan darah tinggi/rendah, dan sebagainya. [BO]
Sumber : ramuracik.com
