terapi herbal


Penyakit asam urat (gout) adalah penyakit yang menyerang sendi dan tendon akibat timbunan kristal urat. Timbunan kristal urat tersebut disebabkan deposit asam urat yang lama-kelamaan membentuk kristal pada sendi atau tendon yang terkena sehingga mengakibatkan peradangan.

Asam urat memiliki tanda-tanda mirip artritis, yakni nyeri sendi, terutama di jempol kaki, yang kemudian merambat ke persendian kaki. Umumnya orang yang berusia 35 tahun ke atas rawan terkena penyakit ini.

Kendati bisa dikendalikan dengan obat, sebenarnya penderita asam urat wajib melakukan diet ketat terhadap makanan pencetus purin. Ada beberapa cara agar Anda dapat terhindar dari risiko terkena gout dan mengalami lonjakan kadar asam urat. Berikut beberapa di antaranya:

 

1. Menerapkan pola makan sehat seimbang dengan memilih karbohidrat kompleks (buah, sayuran, beras merah), protein tanpa lemak (tahu), dan lemak esensial yang sehat.

2. Kenali makanan rendah purin. Pisang, seleda, peterseli, kol merah, kubis, paprika mesh, dan buah asam termasuk makanan yang baik untuk pasien gout. Sayuran seperti bayam, asparagus, jamur, kacang polong, dan kembang kol mengandung purin dalam kadar sedang sehingga tidak terlalu memengaruhi kadar asam urat dalam darah.

3. Konsumsi makanan yang memiliki zat penurun asam urat dan mengurangi peradangan, seperti buah beri (bluberi, stroberi), tahu, dan minyak zaitun. Bawang putih sering disebut herbal ajaib karena dapat membantu menangani berbagai penyakit dan bermanfaat dalam banyak fungsi tubuh. Mengonsumsi 3-5 siung bawang putih sehari dapat membantu mengatasi gout dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Sementara peterseli juga bersifat diuretik (peluruh kencing) sehingga dapat membantu menggelontor asam urat dari tubuh. Sayuran ini bisa dikonsumsi segar atau diseduh seperti teh.

4. Minum teh dan kopi. Menurut penelitian dari Boston University dan Harvard Medical School, minum 2-4 cangkir teh dapat menurunkan risiko gout pada perempuan sekitar 22 persen. Sementara minum empat cangkir kopi per hari, menurut penelitian serupa, seperti dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi Agustus 2010, dapat memangkas risiko terbentuknya asam urat sebanyak 50 persen lebih.

5. Manfaatkan herbal alami. Sambiloto (Andrographis paniculata nees) bersifat diuretik dan antiinflamasi (anti-peradangan) sehingga dapat membantu mengatasi radang sendi pada gout. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mengandung zat germakron yang bersifat antiinflamasi juga. Lada hitam (Pipernigrum) dapat meningkatkan urinasi dan bersifat antiinflamasi. Daun tempuyung (Sonchus arvensis)  memiliki senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim kesatin oksidase dan reaksi superoksida sehingga pembentukan asam urat bisa dihambat atau dikurangi.

6.  Banyak minum air putih. Minum delapan gelas sehari atau ditambah jus buah segar (tomat, jeruk, nanas, dan lain-lain).

7. Olahraga teratur. Berlatihah 4-5 kali seminggu selama 30-45 menit setiap latihan. Bisa memilih latihan yang gampang, seperti jalan kaki atau joging.

8. Kurangi berat badan jika berlebihan.

9. Hindari makanan tinggi purin, seperti ikan teri jengki, sarden, ikan hering, ragi jeroan (ginjal, hati, paru, babat, iso), kacang goreng, ekstrak daging, dan lain-lain, juga bir dan minuman beralkohol.

Sumber :

Tabloid Gaya Hidup Sehat

Daun Katuk Bangkitkan Vitalitas Seks Kamis, 25 November 2010 | 08:35 WIB Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae.

Daun Katuk Bangkitkan Vitalitas Seks Kamis, 25 November 2010 | 08:35 WIB Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae.

Selain memperlancar dan meningkatkan produksi ASI, daun katuk yang populer sebagai sayur ini bisa juga membangkitkan vitalitas seks, mencegah osteoporosis, dan mengobati macam-macam penyakit.

“Sedikitnya daun katuk mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid.”

Banyak tanaman Indonesia yang saat ini telah digunakan secara luas untuk berbagai tujuan pengobatan, selain dikonsumsi sebagai sayur. Salah satunya daun katuk.

Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae. Sebutan lain untuk daun katuk adalah memata (Melayu), simani (Minangkabau), kebing dan katukan (Jawa), serta kerakur (Madura).

Campuran makanan
Sejauh ini dikenal dua jenis tanaman katuk, yakni katuk merah dan katuk hijau. Katuk merah masih banyak dijumpai di hutan belantara. Sebagian pehobi tanaman hias mencoba menanam karena tertarik pada warna daunnya yang hijau kemerah-merahan.

Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat-obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI) serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.
Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000 telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk beredar di Indonesia. Bahkan, ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.

Pengembangan riset mengenai daun katuk terus dilakukan, terutama untuk menghilangkan efek negatif yang mungkin timbul. Daun katuk disarankan untuk dikonsumsi setelah direbus atau ditumis.

Gudang vitamin C
Dilihat dari nilai gizinya, dan katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C.  Daun katuk juga mengandung beberapa senyawa alifatik. Khasiat daun katuk sebagai peningkat produksi ASI, diduga berasal dari efek hormonal senyawa kimia sterol yang bersifat estrogenik. Daun katuk juga mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza.

Daun katuk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Kandungan vitamin C pada daun katuk bahkan jauh lebih tinggi daripada jeruk ataupun jambu biji, yang selama ini telah dikenal sebagai sumber vitamin C yang sangat baik.
Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal.

Daun katuk juga merupakan sumber vitamin A yang cukup baik. Vitamin A sangat diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit.

Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik. Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.

Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.

Sedikitnya daun katuk mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid (seperti progesteron, estradiol, testosteron, glukokortikoid) dan senyawa eikosanoid (di antaranya prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin, dan leukotrien).

Menurut Yun (1997), daun katuk mempunyai efek diuretik dengan dosis 72 miligram per 100 gram berat badan. Menurut Lucia (1997), pemberian infus daun katuk dengan kadar 20 persen, 40 persen, dan 80 persen pada mencit selama periode organogenesis (pembentukan organ) tidak menyebabkan cacat bawaan (teratogenik) dan resorbsi.

Efek negatifnya sulit tidur
Di balik kelebihannya, daun katuk menyimpan sejumlah kekurangan. Selain membantu proses metabolisme di dalam tubuh, glukokortikoid hasil metabolisme senyawa aktif daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor, baik kalsium dan fosfor yang terdapat dalam daun katuk itu sendiri maupun dalam makanan lain yang disantap bersama masakan daun katuk.

Di Taiwan, pernah dilaporkan bahwa pada orang yang mengonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu hingga 7 bulan terjadi efek samping dengan gejala sulit tidur, tidak enak makan, dan sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari penghentian konsumsi jus daun katuk.

Menurut Sriana (2006), proses perebusan dapat mengurangi efek negatif dari daun katuk. @

Prof. DR. Made Astawan
Dosen Departemen Teknologi
Pangan Dan Gizi IPB

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam.

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor. Bisa juga sebagai campuran jamu.

Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.

Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buahnya yang masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal.

Hj. Sarah Kriswanti, herbalis yang tinggal di Bandung, dan Dr. Setiawan Dalimartha dari Hiptri (Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia), memberikan tip bagaimana memanfaatkan jeruk nipis sebagai herbal yang membantu penyembuhan penyakit.

1. Ambeien
Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari.

2. Amandel
Kulit 3 jeruk nipis dicuci, dipotong-potong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.

3. Anyang-anyangan
Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali.

4. Batuk
Satu jeruk nipis dicuci, diperas, dicampur dengan 1 _ sendok makan madu dan sedikit garam, aduk hingga rata lalu disaring. Diminum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu lalu diaduk hingga rata, diminum 1 kali sehari sampai sembuh.

5. Batuk Disertai Influenza
Potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.

6. Bau Badan
Cara 1:
Potong jeruk nipis yang cukup besar menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis. Oleskan ke ketiak setelah mandi. Biarkan selama 5 menit lalu dibilas, lalukan tiap pagi dan sore.
Cara 2:
Beberapa helai (10) daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dilumatkan, pulung kecil-kecil seperti pil, makan 3 kali sehari.

7. Batu Ginjal
Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari.

8. Difteri
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

9. Demam atau Flu
Cara 1:
Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara 2:
Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus.

10. Haid Tidak Teratur
Tiga sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas diaduk rata. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari

11. Sehabis Melahirkan
Satu sendok makan kapur sirih ditambah 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 butir perasan jeruk nipis kampung, diaduk sampai rata, balurkan pada perut. Lakukan selama 3 bulan tiap hari sehabis mandi, agar perut terhindar dari keriput, tetap halus dan kempis seperti sediakala.

12. Jerawat
Satu jeruk nipis diiris kemudian digosokkan pada kulit wajah.

13. Mencegah Rambut Rontok atau Berketombe
Dua jeruk nipis dipotong menjadi tiga bagian, oleskan pada kulit kepala sampai rata. Bungkus kepala dengan handuk semalaman, keramas keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

14. Melebatkan Rambut
Satu butir kuning telur ayam kampung dikocok dengan perasan 3 butir jeruk nipis kampung sampai rata. Gosokkan pada kulit kepala, pijit-pijit sampai merata, biarkan selama 2 jam baru dibilas dengan sampo merang agar rambut menjadi mengkilap dan lebat. Sampo merang dibuat dari 1 ikat merang, dibakar sampai menjadi arang, bukan abu, rendam dalam air dan biarkan semalaman. Saring, dan sampo merang siap untuk keramas.

15. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Iris 1 jeruk nipis, isap lalu minum air putih. Lakukan beberapa kali sehari.

16. Vertigo
Setengah genggam daun jeruk nipis dilumatkan. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, pelipis, dan dahi. Lakukan 2 kali sehari.

17. Radang Tenggorokan
Potong 3 buah jeruk nipis masak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk rata. Selagi hangat, gunakan ramun ini untuk berkumur selama 2-3 menit. Lakukan 3 kali sehari.

18. Lendir di Tenggorokan
Potong 2 buah jeruk nipis, peras airnya, tampung di gelas. Tambahkan sedikit garam, lalu aduk sampai rata. Ramuan ini dapat diminum pada saat perut kosong.

19. Kurap atau Panu
Cuci 1 genggam akar landep (Barleria prionitis L.) sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis sambil diaduk rata. Balurkan pada bagian kulit yang terkena kurap atau panu, lalu balut dengan kain perban. Ganti balutan 2 kali sehari sampai sembuh.

20. Demam/Panas Saat Malaria
Sediakan 3 lembar daun jeruk nipis dan daun kendal (Cordia obliqua Willd.) (Blumea balsamifera L.) , dan 5 lembar daun prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringan tersebut dibagi dua, diminum pagi dan sore.
21. Terkilir
Tiga Buah jeruk nipis masak dan banyak airnya dibelah menjadi dua. Masukkan ke dalam poci lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, kemudian ditutup. Setelah dingin diambil jeruknya kemudian diperas dan disaring. Tambahkan 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 sendok makan minyak gandapura. Ramuan ini dipakai untuk mengurut bagian yang cedera. Setelah itu minum 3/4 gelas air kelapa hijau muda. Lakukan 3 kali sehari.

22. Pegal Linu
Cuci daun jeruk nipis, daun ketepeng cina, dan daun sambiloto (masing-masing 1/3 genggam), 10 lembar daun sirih, 2 jari akar pepaya, 2 jari akar kepayang, 3 jari akar kelor, dan 10 buah cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Rendam ramuan tersebut dalam 1 liter alkohol selama 7 hari. Air perasannya dapat digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.

23. Sakit Gigi
Campurkan air jeruk nipis, gilingan akar kecubung hitam dan gilingan legetan warak masing-masing 1 sendok makan. Tambahkan 3/4 cangkir air garam ke dalamnya, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya peras ramuan tersebut dan saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur selama beberapa menit, lalu buang. Lakukan 4-6 kali sehari.

24. Melangsingkan Badan
Tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis ke dalam cangkir air teh hijau. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari. Lakukan setiap hari.

25. Menambah Stamina
Campurkan sebutir kuning telur ayam kampung, air perasan 1 buah jeruk nipis dan sedikit irisan gula merah. Aduk sampai rata, lalu minum. Lakukan sekali dalam seminggu.

26. Tekanan Darah Tinggi
Sediakan 20 kuntum bunga dan 30 lembar daun jeruk nipis. Cuci sampai bersih, lalu tambahkan air perasan 2 buah jeruk nipis. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringannya diminum 3 kali sehari 3/4 gelas. Minum ramuan ini ditambah sedikit madu. Lakukan setiap hari

Sumber : kompas.com

Tak seperti sayur lain yang makin lama direbus khasiatnya akan berkurang, kacang hijau justru tak terpengaruh oleh panas. Selain mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya, kacang hijau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A, B1, dan C), serta beberapa mineral. Kelebihan kacang hijau adalah kecambahnya (tauge) mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai.

Menurut Ir I.G.A. Ari Agung M., dosen Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, kandungan gizi yang terdapat dalam 110 gram kacang hijau antara lain, 345 kalori, 22,2 gram protein, 1,2 gram lemak, dan sisanya berupa vitamin A, B1, 1,157 IU, mineral fosfor, zat besi, dan mangan.

Berbagai penyakit maupun gangguan yang bisa diatasi dengan mengasup kacang hijau antara lain beri-beri, radang ginjal, melancarkan pencernaan, tekanan darah tinggi, keracunan alkohol, pestisida, timah hitam, mengurangi gatal karena biang keringat, muntaber, menguatkan fungsi limpa dan lambung, impotensi, TBC paru-paru, jerawat, mengatasi flek hitam di wajah, dan lain-lain.

Selain itu, kacang hijau juga bisa menurunkan demam. Bahkan menurut hasil penelitian, kacang hijau adalah penurun demam terbaik bila dibandingkan dengan ramuan tradisional lainnya. Hebatnya lagi, biar direbus lama, sampai hancur, kacang hijau tetap berkhasiat, tidak terpengaruh dengan panas. Berbeda dengan kacang, sayur, buah, dan bahan ramuan tradisional lainnya yang bila direbus terlalu lama, akan menurunkan khasiat pengobatannya.

Aneka Ramuan Kacang Hijau Ada banyak macam penyakit yang bisa dibantu penyembuhannya dengan mengasup kacang hijau. Berikut ini beberapa ramuan kacang hijau yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dari berbagai sumber ramuan-ramuan ini diambil, salah satunya dari Drs. Didik Gunawan, Apt. S.U., dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

1. Peluruh kencing

Bahan: – 30 gram kacang hijau – 30 gram daun sendok – 400 cc air – madu secukupnya

Cara Membuat : Rebus kacang hijau dengan daun sendok dalam air 400 cc. Masaklah ramuan dalam periuk tanah sampai matang. Sesudah dingin, tambahkan madu secukupnya. Minum ramuan ini secara teratur sampai kencing tidak tersendat-sendat lagi.

2. Sakit perut

Bahan: – 60 gram kacang hijau mentah – 15 biji merica – 3 gram kayu manis – 3 gram pala – 3 gram kapulaga – 3 gram cengkeh – 2 ruas jahe – 1 liter air

Cara Membuat : Rebus kacang hijau, merica, kayu manis, pala, kapulaga, cengkih, dan dua ruas jahe dengan satu liter air. Panaskan sampai larutan menjadi 1/2 liter. Setelah dingin, minumlah air rebusan tersebut.

3. Biang keringat anak-anak

Bahan: – 60 gram kacang hijau – 50 gram tanaman krokot – air secukupnya

Cara Membuat: Giling atau tumbuk kacang hijau sampai menjadi bubuk. Rebus bubuk kacang hijau bersama krokot dengan air secukupnya. Setelah matang, saring, lalu minumlah tiga kali sehari.

4. Bisul

Bahan: – 50 gram kacang merah – 50 gram kacang hijau – 50 gram kacang hitam – 2 ruas jahe – madu secukupnya

Cara Membuat : Rebus kacang merah, kacang hijau, dan kacang hitam bersama-sama. Sementara itu, jahe direbus tersendiri. Setelah itu, air rebusan jahe dicampurkan ke rebusan kacang-kacangan tersebut. Ramuan ini hanya untuk bisul yang belum matang. Kalau bisul sudah matang, harus ditambahkan lagi madu.

5. Meningkatkan gairah seksual pria

Bahan: – 30 gram kacang hijau – 2 ruas jahe – 15 gram merica – 15 gram adas – 15 gram pulosari – 15 gram kucai – 15 gram biji paria – 15 gram biji ketumbar – 600 cc jahe

Cara Membuat : Rebus kacang hijau bersama-sama jahe, merica, adas, pulosari, biji kucai, biji paria, dan biji ketumbar dengan air 600 cc. Biarkan hingga air menjadi 300 cc. Setelah dingin, minum teratur sampai terbukti khasiatnya.

6. Rambut rontok

Bahan : – segenggam kacang hijau – satu gelas belimbing air

Cara Membuat : Kacang hijau direbus dengan air. Perhatikan saat merebus jangan sampai kacangnya pecah. Setelah tampak agak matang dan tidak pecah, segera angkat wadah untuk merebus. Setelah dingin, air rebusan kacang hijau ini digunakan untuk membasahi kulit kepala sembari dipijat. Biarkan kering, baru keramas.

7. Maag

Bahan : – 1/4 kg kacang hijau – air hangat secukupnya

Cara Membuat : Kacang hijau dijemur sampai kering lalu ditumbuk sampai halus. Setelah itu, ambil satu sendok makan bubuk kacang hijau. Seduhlah dengan air hangat sebanyak satu gelas secukupnya. Setelah itu minum secara teratur sehari sekali.

8. Varises

Bahan: – segenggam kacang hijau – 2 gelas air

Cara Membuat : acang hijau direbus dengan dua gelas air. Biarkan sampai air susut kira-kira sebanyak satu gelas. Minum rebusan ini dua kali sehari, pagi dan menjelang tidur. Sementara minum ramuan tersebut, Anda juga mesti melakukan hal berikut ini.

Saat akan tidur, angkat kaki dan tempatkan di tempat yang lebih tinggi dari kepala. Diamkan selama 10 menit. Lakukan posisi seperti ini setiap hari sembari minum rebusan kacang hijau.

9. Bayi demam

Bahan: – segelas belimbing kacang hijau – satu sendok makan madu

Cara Membuat : Buatlah rebusan kacang hijau. Minumkan atau suapkan air rebusan kacang hijau pada bayi Anda sesendok demi sesendok. Sebelumnya masukkan sesendok makan madu pada kacang hijau yang telah ditaruh dalam gelas.

10. Sakit kepala

Bahan : – 1 cangkir kacang hijau – 3 gelas air

Cara Membuat: Kacang hijau dicuci lalu direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih. Biarkan selama 15 menit. Dalam keadaan suam-suam kuku, airnya diminum dan kacangnya dimakan dua kali sehari.

11. Sariawan, beri-beri

Minumlah kacang hijau setiap pagi. Kandungan vitamin air kacang hijau mampu meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Kehangatannya bisa menyejukkan mulut dan tenggorokan. @Abdi Susanto

Sumber : kompas.com

NYERI punggung memang menyengsarakan penderitanya karena selain tentunya tubuh merasa tak nyaman, para penderitanya mesti meluangkan waktu ekstra untuk menanganinya dengan pergi ke dokter atau menjalani pengobatan. Sebenarnya, Anda bisa memperkecil risiko kekambuhannya dengan mengonsumsi makanan yang tepat.

Setelah diteliti, beberapa jenis makanan terbukti mampu mencegah peradangan yang bisa menyebabkan sakit punggung, khususnya yang berhubungan dengan arthritis. Berikut jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari guna meminimalkan kambuhnya nyeri pada punggung.

Makanan yang dianjurkan:
1. Ceri. Menurut sebuah penelitian, meminum jus ceri dua kali sehari selama delapan hari mampu mengurangi risiko timbulnya nyeri otot pada punggung. Selain dijus, buah ceri utuh ataupun yang telah diolah dalam kue juga dapat membantu.
2. Minyak zaitun
3. Ikan dalam kemasan kalengan seperti salmon, sarden, makerel, dan tuna. Bisa juga biji rami dan kenari, semua merupakan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3.
4. Sayuran berprotein seperti kacang kedelai dan buah berwarna. Bisa juga dalam bentuk kalengan asal tidak ditambahkan sirup atau garam.
5. Semua jenis kacang
6. Teh hijau
7. Jahe

Makanan yang sebaiknya dihindari:
1. Beberapa jenis minyak sayuran seperti dari jagung, bunga matahari, biji kapas, atau campuran minyak nabati.
2. Margarin
3. Makanan olahan
4. Produk makanan yang mengandung sirup jagung yang tinggi fruktosa
5. Makanan yang banyak mengandung lemah jenuh seperti daging, minyak tropis, dan produk susu tinggi lemak.
6. Makanan yang diolah menggunakan lemak trans.

Kekurangan vitamin D dari sinar matahari juga merupakan salah satu faktor penyebab kambuhnya nyeri punggung. Dalam sebuah penelitian, diketahui lebih dari 80 persen orang berusia 15-52 tahun penderita nyeri punggung kronis mengalami kekurangan vitamin D. Setelah mereka mengasup suplemen vitamin D, nyeri mereka pun mereda.

Sumber : mediaindonesia.com

Apakah Anda sering berkumur dengan air garam untuk mengurangi sakit tenggorokan? Atau minum segelas susu panas untuk membantu Anda tidur? Solusi alami mungkin memiliki pengaruh medis yang dapat mengobati Anda dari beberapa penyakit ringan.

Menurut Dr Rob Hicks, dokter umum dan dokter rumah sakit dalam bukunya Old Fashioned Remedies From Arsenic To Gin mengatakan, banyak dari pengobatan rumah benar-benar tampaknya memiliki efek positif. “Jika ilmu pengetahuan belum dapat membuktikan bahwa pengobatan rumah dapat bekerja dengan baik, namun jika tidak akan membahayakan Anda, pengobatan itu layak dicoba,” kata Dr Hicks.

Berikut tips Dr Hicks mengenai pengobatan rumah yang biasa dilakukan dan dianggap paling efektif:

1. Napas bau
Tomat: Makanlah tomat dua hingga tiga buah sehari untuk mencegah bau mulut atau halitosis. Napas beraoma tidak sedap sebenarnya disebabkan oleh senyawa belerang berbau busuk yang dihasilkan oleh bakteri yang berkembang dalam lingkungan minim oksigen, seperti bagian belakang lidah. Sementara tomat mengandung senyawa yang disebut ionones, yang dianggap menetralkan senyawa belerang tersebut.

Yoghurt: Makan secangkir kecil yoghurt setiap hari sebab bakteri aktif dalam yoghurt dapat menghambat bakteri penyebab bau.

Wortel: Makanlah wortel mentah jika berpikir napas Anda bau. Napas bau sering disebabkan oleh partikel makanan yang membusuk dan terjebak di antara gigi. Bila Anda mengunyah wortel maka akan merangsang produksi air liur, yang membantu menghilangkan partikel makanan. Serat dari wortel juga bertindak seperti sikat gigi pada gigi dan gusi.

2. Memar
Cuka: Rendam bagian yang memar di cuka dingin dan diamkan dari 10 sampai 20 menit. Memar sendiri terjadi ketika terjadi benjolan pembuluh darah dan kebocoran darah di bawah kulit yang  menyebabkan pembengkakan, perubahan warna dan rasa sakit. Fungsi cuka ialah meningkatkan aliran darah dekat permukaan kulit dan membantu untuk menghilangkan darah menggumpal di daerah memar.

Bawang: Campur parutan bawang dengan sedikit garam dan letakan pada memar itu selama 10 menit. Bawang kaya quercetin, pigmen pada tanaman yang anti-inflamasi sehingga dapat mengurangi pembengkakan di sekitar memar Anda.

3. Bau badan
Lobak: Pertama jus lobak dengan food processor, kemudian tempatkan jus tersebut dalam kain yang diikat menyerupai buntalan. Setelah mandi, gosokan buntalan berisi jus lobak tersebut ke ketiak dan kaki dan biarkan hingga kering. Lobak sendiri mengandung anti-bakteri dan anti-jamur.

Soda bikarbonat: Gunakan soda bikarbonat untuk menetralkan dan menghilangkan bau badan. Soda bikarbonat menyerap keringat, cairan, dan zat lainnya yang berkaitan dengan bau badan. Bisa juga digunakan pada kaki berkeringat juga.

4. Sembelit
Lidah buaya: Jus dari tanaman ini mengandung bahan kimia yang disebut glikosida antrakinon, yang dapat membantu mengurangi sembelit dengan merangsang usus.

Mentimun: Makan seperempat mentimun sehari. Tanaman yang kaya cairan dan serat ini memiliki efek laksatif ringan yang membantu mengatasi kerja usus di perut yang lamban.

Liquorice: Kunyah dan telanlah campuran teh liquorice ini dengan air hangat dan minum. Minuman ini juga dikenal sebagai obat pencahar.

5. Batuk dan flu
Teh thyme: Berkumurlah dengan teh thyme (dibuat dengan menuangkan air mendidih , taruh beberapa teh dan biarkan hingga agak dingin). Panas yang berasal dari teh thyme akan membantu melepaskan zat aktif timol yang merupakan antiseptik yang kuat.

6. Ketombe
Minyak kelapa: Pijat ke kulit kepala dengan minyak kelapa dan biarkan semalam, kemudian baru bilas. Ulangi bila dirasa perlu. Banyak kasus ketombe disebabkan oleh infeksi jamur dan minyak kelapa mengandung asam aura dan kaprilat, yang memiliki sifat anti-virus dan anti-jamur.

7. Diare
Apel: Parut apel yang tidak dikupas dan biarkan di piring selama 15-20 menit sampai berubah warna menjadi coklat, kemudian makan. Pektin dalam apel dapat mengurangi peradangan. Buah ini juga mengandung asam malat dan tartrat yang dapat mengatur keasaman perut. Membiarkan buah hingga coklat membuat senyawa yang dibutuhkan lebih banyak tersedia.

Gula merah: Minumlah larutan 1-2 sendok teh gula merah yang dicampur dengan air hangat untuk meredakan diare. Molase dalam gula merah tampaknya memiliki sifat disinfektan yang membantu membunuh organisme menginfeksi sehinga terjadi diare.

8. Eksim
Kunyit: Campur minyak kelapa dengan bubuk kunyit dan paparkan di daerah yang terkena selama lima menit. Hal ini dapat diulang dua sampai tiga kali sehari. Kunyit sendiri mengandung zat kimia yang disebut curcumin, yang diyakini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.

Teh: Rebus 4 kantong teh dalam air mendidih selama 10 menit. Biarkan dingin, kemudian peras dan ambil cairannya dan paparkan di daerah yang terkena dengan menggunakan kain. Tannin dalam teh berguna sebagai zat untuk mengurangi peradangan.

9. Nyeri sendi
Kemangi: Minumlah teh yang dibuat dengan menuangkan air mendidih pada segenggam daun kemangi sebanyak dua kali sehari. Minyak eugenol dari tanaman ini akan muncul untuk memblokir efek dari enzim siklooksigenase-enzim yang memicu peradangan dan nyeri.

Kina: Minumlah beberapa gelas per hari. Kina diduga memiliki efek anti-inflamasi dan penghilang rasa sakit.

Kunyit: Rebuslah kunyit dengan air mendidih, ketika cukup dingin paparkan di daerah yang sakit dengan ditutupi plastik dan biarkan selama 20-30 menit, dua kali sehari. Bahan aktif kunyit, yaitu cucumin, memiliki efek anti-inflamasi.

10.Sindrom pramenstruasi (PMS)
Kubis: Kurangi nyeri perut bagian bawah dengan menempatkan daun kubis langsung dari lemari es pada perut. Mereka akan memiliki efek yang sama seperti kompres dingin.

Bawang merah: Makan setengah siung bawang setiap hari pada hari-hari menjelang haid. Hormon berfluktuasi selama waktu dan kromium dalam bawang diyakini memiliki efek menetralkan.

Gula merah dan jahe: Tambahkan jahe segar dan gula merah sampai air hangat dan minum dua kali sehari. Jahe adalah obat penghilang rasa sakit alami. Dan nutrisi dalam gula coklat-tranquillise juga mengurangi rasa nyeri pada sistem saraf.

11. Stres
Cengkeh: Mandi dengan beberapa tetes minyak cengkeh. Minyak, yang mempunyai sifat membunuh rasa sakit secara alami akan meresap ke dalam kulit, meningkatkan sirkulasi untuk mengendurkan otot.

12.Sakit gigi
Lobak: Parut lobak kecil dan paparkan pada gusi dekat gigi yang sakit. Lobak mengandung senyawa yang disebut allyl isothiocyanate sintetis yang digunakan sebagai anestesi topikal.

13. Asam urat
Lavender: Kompres daerah yang terkena asam urat dengan rebusan lavender sampai mendingin. Lavender berfungsi mematikan rasa sakit dan anti-inflamasi dan anti-rematik.

14. Sakit kepala
Pisang: Tumbuk pisang yang sudah dikupas kulitnya lalu letakkan di area sakit kepala sampai 15 menit (ulangi sesering diperlukan). Sakit kepala disebabkan oleh perubahan dalam pembuluh darah. Buah pisang tinggi magnesium, yang dapat membantu untuk rileks pembuluh darah.

Bawang: Taruh potongan bawang mentah di belakang leher sebagai kompres dingin untuk meringankan ketegangan leher yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Sumber :daily mail

Proses metabolisme tubuh selama bulan puasa memungkinkan munculnya persoalan bau mulut. Meski wajar, tak ada salahnya jika Anda mencoba menangkalnya dengan mengambil manfaat beragam bahan alami.

Karena bau mulut orang berpuasa bernilai pahala, sebagian orang tidak terlalu memedulikannya. Soal benarkah bau mulut cenderung meningkat pada masa puasa daripada hari biasa, sejauh ini belum ada jawaban pasti.

Cara paling mudah untuk meredam bau mulut selama berpuasa tentu saja rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan sahur. Parahnya, kebiasaan ini juga tidak mudah bagi sebagian orang. Selesai sahur, banyak orang malas gosok gigi, malah langsung tidur lagi. Padahal, setelah 30 menit tak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak diangkat.

Untuk menetralkan bau mulut sekaligus membuat napas lebih bersahabat selama berpuasa, Anda bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami berikut ini.

Cengkih kurangi peradangan
Dalam jurnal tanaman obat Indonesia tahun 2005 disebutkan bahwa cengkih memiliki kandungan minyak asiri (15-20 persen) dan eugenol (60). Minyak asiri ini dikembangkan oleh beberapa produsen jamu nasional sebagai bahan baku untuk ramuan tolak angin atau sebagai peluruh gas dalam perut atau masalah pencernaan lainnya.

Minyak cengkih mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, minyak cengkih diyakini mampu mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut.

Untuk mendapatkan khasiatnya sebagai obat kumur penangkal bakteri bau mulut, berikut cara meramunya:

Ambil 3-5 bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur.

Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

Sirih kaya asiri
Daun sirih dijadikan bahan utama untuk menginang karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Tradisi masyarakat itu menggelitik para ilmuwan untuk membuktikan khasiat daun sirih secara klinis.

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Cara meramu: Cuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi.

Ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah sahur.

Kayu manis samarkan bau mulut

Kayu manis merupakan rempah-rempah berbentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan atau kue. Selain itu, herba ini juga dikenal memiliki berbagai khasiat, termasuk mengurangi bau tak sedap yang keluar dari mulut saat berpuasa.

Berkat khasiatnya itu, kayu manis dikembangkan sebagai bahan campuran permen karet, industri jamu, dan produk kecantikan. Sifat kimia kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan zat kimianya antara lain minyak asiri, safrole, tanin, sinamadehide, eugenol.

Riset terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, penggunaan kayu manis dalam permen karet dapat mengatasi masalah bau mulut. Rupanya kayu manis tidak hanya mampu menyamarkan aroma yang tak sedap, tetapi juga mengandung zat yang dapat menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut.

Untuk memanfaatkan kayu manis sebagai obat kumur penghilang bakteri penyebab bau, cukup mudah. Rebus dua batang kayu manis dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, airnya dapat digunakan sebagai obat kumur.

Kapulaga antibakteri yang sejuk
Di kalangan penggemar herba, kapulaga terkenal sebagai ekspektoran sekaligus antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rahasia khasiat itu ternyata berasal dari kandungan minyak asiri sineol.

Sineol yang serupa, tetapi tak sama dengan eukaliptol kayu putih, ini lebih pedas. Namun, bila dijadikan obat kumur, maka hasilnya terasa sejuk. Bahkan, bahan ini biasa digunakan untuk membuat pepermin palsu.

Ada dua cara untuk mendapatkan khasiat kapulaga:
Untuk pengobatan luar, rebus atau haluskan semua bagian tumbuhan kapulaga. Lalu airnya atau adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit.
Untuk obat kumur, biji kapulaga ditumbuk lalu direbus dan air saringannya diminum.

Cara lainnya, biji kapulaga direbus dengan air bersih. Setelah masak dan dingin, air rebusan dapat digunakan untuk obat kumur. Berkumurlah setelah gosok gigi, seusai makan sahur tentunya.

Agar mendapatkan khasiatnya secara maksimal, biasanya sebelum digunakan, buah kapulaga disimpan dalam bentuk utuh alias tidak dikupas. Baru ketika hendak digunakan, kupas kulit luarnya kemudian ambil bijinya.

Sumber : kompas.com

KULIT kering sangat mengganggu penampilan dan harus ditangani secara teratur. Jika dibiarkan, kulit kering cenderung retak dan terkelupas. Untungnya, ada beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba untuk mengembalikan kelembutan dan kelenturan kulit. Berikut lima langkah yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menghindarinya:

Hindari air panas
Air panas bisa mengikis lapisan minyak alami kulit, sehingga membuat kulit semakin kering. Minyak kulit, yang dikenal dengan sebum, melapisi seluruh kulit dan kulit kepala. Akan tetapi, jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu mandi dengan shower air panas, kulit dan kulit kepala akan bertambah kering. Karena itu, cobalah mengurangi paparan air panas.

Minyak zaitun
Minyak zaitun merupakan suplemen yang baik untuk kulit. Minyak zaitun mengandung nutrisi yang bisa membantu mengatasi kulit kering dan gatal. Selain itu, minyak satu ini juga bisa membantu mengangkat kulit kasar dari lutut dan siku. Jika kulit Anda sangat kering, cobalah mengoleskan minyak zaitun sebelum menggunakan pelembab. Miyak zaitun juga menyediakan antioksidan yang bagus untuk kulit. Di samping itu, minyak ini mengandung asam lemak yang membantu menjaga tampilan kulit agar tetap muda.

Exfoliant alami
Kulit kering memerlukan perawatan ekstra dan suplemen alami. Exfoliation atau pengelupasan kulit alami sangat penting untuk mengangkat kulit kering dan mati. Menggunakan pengelupas alami, seperti oatmeal, bisa membantu melepaskan lapisan kulit mati dan menampilan kulit yang lebih lentur dan muda. Cobalah membuat pengelupas alami dengan memadukan yogurt dan pepaya yang sudah dihaluskan. Campuran ini bisa digunakan sekali seminggu untuk mengangkat kulit mati.

Madu
Madu merupakan obat alami untuk mengatasi kulit retak dan terkelupas. Madu organik bisa digunakan setiap hari. Madu mengandung nutrisi yang bisa langsung diserap oleh kulit. Madu juga bisa digunakan untuk bibir yang pecah-pecah. Cobalah mengoleskan madu ke wajah dan biarkan selama setengah jam sebelum dibersihkan.

Nutrisi yang benar
Salah satu cara terpenting untuk menjaga kelembaban kulit adalah dengan menerapkan pola diet sehat. Diet yang kaya asam lemak, vitamin C, vitamin E dan air sangat bagus untuk mengatasi kulit kering.

Sumber : mediaindonesia.com

Salah satu rempah favorit di negeri ini adalah pala. Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, pala juga merupakan rempah serba bisa. Kandungan kimianya jadi solusi alami untuk meredakan stres dan gangguan insomnia
Pala (Myristica fragan Haitt) merupakan rempah asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopolo ke Tiongkok melewati Pulau Jawa dari tahun 1271 sampai 1295. Sejak itu pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.

Sudah lama pala dikenal sebagai rempah-rempah penghasil minyak atsiri. Minyak ini merupakan salah satu bahan dasar dalam industri minuman dan kosmetik. Secara umum manfaat pala diambil dari kulit batang hingga daging buahnya.

Ringankan Nyeri
Batang pohon pala biasa disebut kino, sering dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanamannya menghasilkan minyak atsiri. Selain itu, ada juga fuli atau benda yang menyelimuti buah berbentuk seperti anyaman, dan biasa disebut bunga pala. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual di dalam negeri.

Secara turun-temurun, pala dimanfaatkan sebagai herba, terutama biji dan daging buahnya. Biji pala diyakini sangat baik untuk mengobati gangguan pencernaan, muntah-muntah, dan lain-lain.

Buah pala dapat meringankan semua rasa sakit dan nyeri akibat tubuh kedinginan serta lambung dan usus “masuk angin”. Daging buah pala sangat baik dan digemari masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya asinan, manisan, atau selai pala.

Tidak hanya di dalam negeri, di beberapa negara di benua Eropa dan Asia, pala juga cukup dikenal. Pala sering digunakan sebagai ramuan untuk terapi gangguan tidur, stres, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan stamina.

Pereda Stres
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the Proper Use of Medicinal Plants, terungkap bahwa buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan. Kulit dan daging buah pala mengandung minyak atsiri dan zat samak, sedangkan fuli atau bunga pala mengandung minyak atsiri, zat samak, dan zat pati.

Biji pala memiliki kandungan minyak atsiri, saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase, pektin, lemonena, dan asam oleanolat. Jadi, hampir semua bagian buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain dibuat ramuan, pala juga dapat dijadikan bahan baku pembuatan sirop. Seperti diungkapkan Michael van den Bos, konsultan medis dan herba dari Herbacure Centre, buah pala dapat dijadikan sirop. Caranya, buah pala rebus untuk diambil sarinya. Tambahkan gula secukupnya bila suka.

“Sirop ini seperti minuman lain yang sifatnya menyegarkan. Sirop buah pala memiliki sifat menenangkan dan cocok untuk meredakan stres,” sebutnya.

Michael juga menyebutkan, karena bersifat menenangkan, ramuan berbahan baku pala cocok digunakan oleh mereka yang mengalami gangguan tidur atau insomnia, juga untuk melancarkan darah, meredakan gangguan lambung, nyeri, dan perut mulas karena masuk angin.

Dicampur Air Kelapa
Seperti diungkapkan Sunarto, penggemar pala, buah pala dalam bentuk serbuk sering dijadikan campuran membuat jus atau air kelapa muda. Menurutnya, ekstrak buah pala meski memiliki bau tajam, jika dicampur jus bisa memberikan efek positif. Terlebih bagi pekerja lapangan, ekstrak pala dapat digunakan untuk menjaga stamina dan mencegah dehidrasi.

“Saya biasa membeli ekstrak pala dari seorang rekan yang suka membuat ramuan pala. Sebenar-nya kita bisa membuatnya sendiri. Caranya, pala dikeringkan, ditumbuk hingga halus, lalu dicampurkan ke dalam jus atau air kelapa muda. Dosisnya tidak boleh lebih dari 15 gram ekstrak pala untuk satu gelas minum ukuran besar,” papar pria berusia 43 tahun ini.

Saat ini di pasaran memang tidak banyak ekstrak pala yang dijual. Untunglah, beberapa pengobat telah mengembangkannya dalam bentuk seduhan yang berdiri sen-diri atau dicampur dengan herba lain.

Di pasar internasional, dikenal beberapa jenis pala, yakni Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, dan Myristica malabarica Lam.

Jenis pala yang banyak dikembangkan terutama Myristica fragrans, sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua.

Jenis Myristica specioga, Myristica sucedona, dan Myristica malabarica produksinya rendah, sehingga nilai ekonomisnya rendah pula. Sementara jenis Myristica fragrans relatif banyak dikembangkan di Indonesia karena merupakan habitatnya. (Lalang Ken Handita)

Sumber : Kompas

Berdasarkan banyaknya permintaan akan kapsul gurah dari banyak pengunjung di blog Pijat Bagus maka dengan ini, kami menjual kapsul gurah dengan keterangan sebagai berikut :

Diproduksi secara higienis, alami dan tanpa bahan pengawet.

Telah mendapatkan izin resmi dari BP POM Depkes RI

Sertifikasi Halal LPPOM MUI

Kapsul Gurah

Ramuan herbal alami yang digunakan untuk membantu meringankan penyakit sinusitis, bronchitis, batuk, influenza, radang saluran nafas dan radang paru.

Isi                           : 30 Kapsul @ 500mg

Harga                   : Rp 70.000,-

Sudah terjual   : 15.225 buah

Jika Anda berminat, bisa sms langsung ke 0878 8250 9554

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.