Minum jamu dari ramuan tumbuhan obat adalah salah satu bentuk pengobatan tradisional. Demikian juga dengan akupuntur atau pijat refleksi.

Pandi Winoto memilih jenis pijat yang disebut terakhir itu karena menurutnya jauh lebih aman.

Dalam pijat refleksi tidak ada benda yang dimasukkan ke dalam tubuh, baik lewat mulut maupun tusukan jarum, begitu Pandi Winoto (64 tahun) berpendapat.

Kalau pun dalam pijat refleksi tersebut juga muncul rasa sakit, diyakini itu adalah proses dari suatu penyembuhan.

Pandi Winoto secara khusus mempraktikkan pijat refleksi sebagai teknik pengobatannya. Setiap kali berpraktik, ia selalu membagi pijat refleksi menjadi tiga bagian, pijat refleksi kaki, pijat refleksi tangan dan pijat refleksi akupuntur. Menurut Pandi, manusia mempunyai dua organ vital, yaitu kepala dan jantung.

“Jantung adalah pusat peredaran darah, pemijatannya di sekitar kaki. Sedang kepala adalah pusat saraf, pemijatan dilakukan di sekitar tangan. Apabila dipijat di bagian kaki, harapannya peredaran darah lancar. Dan dipijat bagian tangan susunan sarafnya pun membaik,” kata Pandi.

“Namun demikian saya masih menambahkan pijatan langsung ke organ, seperti mata atau telinga. Pijatan ini namanya akupuntur jari,” lanjutnya menjelaskan.

Dengan merujuk bagian organ tubuh yang dipijat itu, Pandi lalu menyebut cara penyembuhan yang dilakukan sebagai metode ReKa-TaKu, yaitu Refleksi Kaki-Tangan dan aKupuntur.

Cara Memijat

  • Secara khusus, pasien yang datang berobat kepadanya selalu dicatat nama, alamat dan keluhannya.

Hal ini dilakukan, supaya pasien dengan sadar menyerahkan dirinya kepada Pandi untuk disembuhkan. Setelah mengetahui data dan riwayat pasien, Pandi akan menanyakan riwayat pengobatan yang telah dilakukan. Setelah itu, Pandi akan melihat kulit si pasien, apakah lunak atau tidak, matanya kering atau basah. Setelah itu, ia akan memijat seluruh tubuh pasien.

Saat memijat, Pandi menerapkan teori yang dimilikinya. Pijatan pertama, pijat refleksi kaki. Cara memijat daerah refleksi yang terdapat pada kaki dilakukan dari arah bawah ke atas. Sedangkan cara memijat daerah refleksi yang terdapat pada betis dilakukan menuju arah jantung. Setiap daerah refleksi di bagian ini dipijat selama 5 menit.

Pijatan kedua, pijat refleksi tangan. Cara memijatnya dapat menggunakan tekanan keras, sedang, atau ringan dengan menggunakan ibu jari atau jari tangan, atau tiga batang tusuk gigi, benda tumpul atau api rokok di dekatkan. Ada kalanya setelah mendapat terapi ini, sekali pijatan sudah sembuh, namun ada juga yang memerlukan beberapa kali pijatan. “Semua titik simpul saraf terdapat di kedua tangan kita, maka kedua tangan tersebut perlu dipijat,” ujarnya.

Pijatan ketiga, Pandi menerapkan pijat refleksi akupuntur. Caranya dengan memijat titik-titik akupuntur yang dicurigai berhubungan dengan bagian tubuh tertentu yang terserang penyakit. Model pijatan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mengusap, memencet, menekan atau menggetarkan.

Total pemijatan dilakukan Pandi selama setengah jam. Dan harapannya, pasien akan datang sampai tiga kali. Pandi mengumpamakan, dirinya menyapu halaman tidak bisa sekali bersih, diperlukan dua sampai tiga kali menyapu lagi supaya halaman nampak bersih total.

Setelah melakukan pemijatan, Pandi memberikan segelas air putih. Air ini dinyakini sebagai penurun toksin. Jelasnya lagi, air mempunyai sifat melarutkan. Ia pun biasa menyakinkan pasien dengan ilustrasi air yang menetesi batu, lambat laun batunya akan berlobang. Ketika air diterima pasien, pasien diminta berdoa menurut agamanya masing-masing, sebut saja yang beragama Islam, melafalkan Al Fateha. Baru setelah didoakan, airnya diminum.

Sesekali Pandi memberi energi murni yang terasa panas ke arah tubuh pasien. Ia juga mengingatkan yang terpenting dalam mendapatkan kesembuhan itu perlu mohon ampun kepada Allah agar sembuh dari penyakit.

Kiat Sehat

  • Pandi menyebutkan secara khusus, pasien yang banyak datang kepadanya akibat nyeri sendi, asam urat, jantung, hati, epilepsi, batu ginjal dan masuk angin.

Untuk itu Pandi memberi kiat sehat memelihara kesehatan. Pertama, bangun tidur, ibu jari kaki digerakkan 12 kali dan minum air putih (matang) 1,5 liter. Satu jam ke depan baru boleh makan atau minum. Kedua, bersihkan lobang hidung dengan air putih setiap terasa ada lendir atau ingus. Ketiga, selama masa pemijatan hentikan dahulu minuman atau makanan yang didinginkan, asam-asam dan obat-obat apotek tanpa resep dokter.

Sebenarnya untuk berobat kepadanya, Pandi tak menetapkan harga resmi. Ia sudah cukup senang bisa menyembuhkan orang lain. Namun lambat laun banyak pasien yang protes dan tak mau berobat lagi, karena tak mau dibayar. Bahkan ada yang memberi tanda mata terlalu besar. Maka kini di selembar kertas saran memelihara kesehatan, Pandi menuliskan biaya pengobatannya sebesar Rp 20.000. @ Hendra Priantono

Pandi Winoto
Hotel Lokawisata
Jl. Retnodumilah No.38
Peleman Rt 33 Rw 10
Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
Telp: 0274-371898
(Kamis-Sabtu 08.00-17.00)

Happy Land Medical Centre
Jl. AIPDA Tut Harsono No 53
Timoho-Yogyakarta
(Senin-Rabu 08.00-13.00)