Bagi mereka yang mengikuti perkembangan dunia pengobatan alternatif, metode penyembuhan reiki bukanlah hal yang baru.

Ilmu yang konon ditemukan di Tibet beberapa ratus tahun yang lampau itu, cara kerjanya adalah mengandalkan energi alam semesta yang ditransfer ke orang yang sakit sebagai pengobatan.

Metode itu pun kini bisa Anda temui di Indonesia. Bahkan jumlahnya sudah banyak.
Salah satunya adalah seperti yang dilakukan Soetresno (52), seorang penghusada reiki yang membuka praktik bersama teman-temannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Selain menerapkan reiki, Pak Tre, demikian pria kelahiran Surakarta ini dipanggil, juga melakukan terapi pengobatan dengan prana, rileksasi, terapi saraf, dan terapi listrik.

Namun, menurut pengakuannya, Pak Tre cenderung hanya menggunakan reiki dan pijat saraf sebagai metode utama dalam menerapi pasiennya. “Selain dua metode ini saya nilai mudah pelaksanaannya, dengan cara ini pula saya yakin efek pengobatannya lebih terasa bagi pasien,” kata Pak Tre.

Saling Melengkapi

  • Setelah mendengar keluhan pasiennya, Pak Tre akan memulai dengan pijat saraf terlebih dahulu.

Menurutnya, dengan pijat, berarti ia akan membuka terlebih dahulu titik-titik akupuntur dalam tubuh pasiennya.

“Biasanya dari pengalaman yang sudah-sudah, keluhan pasien akan berhubungan dengan titik-titik akupuntur dalam tubuh mereka. Bisa jadi, adanya sumbatan dalam titik itulah yang membuat mereka menjadi sakit,” ungkap wiraswastawan ini.

Menurut Pak Tre, bila saat dipijat pasien merasakan sakit, itu pertanda memang ada penyakit yang harus diobati. “Misalnya untuk pinggang yang sering pegal atau sakit, saya coba memijat pada daerah belakang mata kaki. Sebab, di situ berpusat pengatur saraf yang berhubungan dengan pinggang. Atau kalau bagi pria yang punya masalah dengan (maaf) keperkasaannya, maka titik-titik di sekitar daerah paha bagian dalam yang akan dipijat,” lanjutnya.

Bila dirasakan cukup, artinya semua titik yang berhubungan dengan sumber rasa sakit sudah dibuka, barulah dilakukan terapi berikutnya, reiki. Terapi reiki bisa dikatakan sebagai terapi pelengkap. Setelah titik-titik akupuntur dibuka dan dilancarkan, reiki akan berfungsi menyapu daerah yang tidak terjangkau oleh pijat saraf.

Tidak jarang, Pak Tre juga langsung menerapkan terapi reiki kepada pasien sebagai langkah untuk memudahkan penyembuhan. Namun, baginya, semua penyakit akan ditanganinya dengan serius.

Air Putih

  • Sebelum terapi reiki dimulai, pertama-tama pasien akan diajak oleh Pak Tre untuk berdoa kepada Tuhan.

Tujuannya agar diberikan keringanan dan lebih baik pula berupa kesembuhan. Baru kemudian Pak Tre memulai reiki.

Kedua belah telapak tangan Pak Tre ditempelkan pada bagian tubuh pasien yang mengalami sakit. Pada saat itu pula Pak Tre akan melakukan penyelarasan terlebih dahulu pada pasien.

Perlu diketahui, pada badan manusia terdapat badan halus yang berisikan cakra. Cakra adalah simpul-simpul energi yang ada pada tubuh halus manusia, tempat keluar dan masuknya energi. Bentuknya seperti roda, karena itu disebut cakra.

Dalam tubuh manusia ada tujuh cakra utama, yaitu mulai dari cakra mahkota yang ada di ubun-ubun manusia hingga cakra dasar, yang letaknya di bawah alat vital manusia. Diyakini, dengan penyelarasan cakra itu, antara energi penghusada reiki seperti Pak Tre akan sama dengan frekuensi badan halus pasien.

Dari proses penyelarasan itulah akan terjadi keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat keluhan sakit pasien akan berkurang.

Ditambahkan oleh Pak Tre, tidak jarang dia menemukan pasiennya yang dianggap sudah peka, sehingga pada saat penyelarasan mereka dapat merasakan energi yang ditransfernya. “Biasanya dia sudah pernah menjalani penyelarasan dengan penghusada lain,” ungkapnya.

Namun, bagi Pak Tre sendiri hal itu tidaklah menjadi masalah. Siapa pun yang pernah berlatih reiki, dari aliran mana pun, bila dia membutuhkan pertolongan, tanpa segan-segan akan dibantunya.

Terakhir, pasien akan diberi air putih yang sebelumnya sudah ditransfer energi reiki. Diyakini, air yang sudah diberi energi itu bisa melarutkan racun-racun dalam tubuh pasien yang belum habis saat direiki. Keluarnya biasanya lewat air seni atau keringat.@ Suharso Rahman

Soetresno
Jl. Tebet Utara IV No.29 Tebet
Jakarta Selatan
Telp. (021)829 1879, 835 0792

Atau:
Jl. Lengkeng III No.9 Harapan Baru
Bekasi Barat 17133
Telp. (021)886 2765
Hp. 08161941167