Makanan Indonesia kaya rasa. Banyak bumbu berasal dari berbagai jenis rimpang. Malah, ada beberapa jenis rimpang yang tak pernah ketinggalan untuk dipakai dalam beragam masakan di berbagai daerah. Salah satunya adalah jahe.
Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk terna berimpang dalam tanah. Batangnya dibalut dengan pelepah daun. Tingginya mencapai 0,4-0,6 meter. Daunnya memanjang berwarna hijau pucat. Bunganya tersusun menjadi satu bulir pada satu tangkai bunga.
 Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara yang dikenal sebagai rimpang berbau harum dan terasa pedas. Dari jenis dan ukurannya, jahe dibedakan menjadi jahe besar (jahe gajah), jahe kecil (jahe emprit), dan jahe merah (jahe sunti). Dari ketiga jenis jahe itu, yang sering kali digunakan sebagai obat adalah jahe merah. Alasannya, kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak.

Berdasarkan sifat dan efek farmakologisnya, jahe berkhasiat sebagai peluruh kentut (carminative), perangsang atau stimulan, antimuntah, batuk, peluruh keringat, diare, penambah nafsu makan, antiradang, dan peluruh dahak. Jahe juga bagus untuk menghilangkan mual dan kembung karena perjalanan jauh (mabuk darat, mabuk udara, atau mabuk laut).

Pembuktian ilmiah yang dilakukan di Inggris menunjukkan, jahe efektif mengurangi mual bahkan mual yang timbul setelah operasi. Tak heran bila beberapa literatur menyarankan agar wanita hamil mengonsumsi jahe untuk mengatasi mualnya.

Penelitian di Denmark membuktikan bahwa pemberian jahe pada pasien rematik dan gangguan muskuloskleletal sangat bermanfaat dalam menghilangkan nyeri dan gejala yang berhubungan dengan rematik. Beberapa pengujian memberikan hasil yang baik dengan menghilangnya rasa nyeri, sakit, serta peradangan/pembengkakan. Dan, pada percobaan jahe Indonesia ternyata mengandung bahan antirhinovirus yaitu beta-sesquiphelandrone.

Mengunyah jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan, juga mengurangi mual dan muntah. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh seperti di India. Teh jahe itu ditujukan untuk mengatasi flu. Sedangkan di Indonesia ramuan jahe dalam bentuk wedang jahe dikonsumsi untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan gas dalam saluran pencernaan, dan merangsang nafsu makan.

Tak hanya itu. Suatu penelitian di University of Minnesota, Amerika Serikat menyimpulkan, jahe mampu memperlambat pertumbuhan kanker atau mereduksi ukuran tumor yang sudah ada sebelumnya. Khasiat ini didapatkan dari bahan aktif di dalamnya. Pengujiannya dilakukan pada tikus yang diberi sel kanker. Tikus-tikus itu diberikan ekstrak jahe.

Dalam Monograph European Scientific Cooperative on Phytotherapy disebutkan bahwa dosis pemakaian serbuk jahe untuk dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun adalah 0,5 gram sampai dua gram sehari untuk sekali minum, atau dibagi menjadi beberapa kali minum.

Selain untuk mengatasi masuk angin, pegal linu, rematik, dan perut kembung, jahe ternyata memiliki segudang khasiat lainnya. Yaitu, bisa mengatasi eksim, gatal-gatal, bisul, panu, kutil, alergi udang, beri-beri, gangguan fungsi limpa dan hati. Keluhan pada saat haid dan kekurangan air susu ibu (ASI) pun bisa diatasi dengan jahe.Dikutip dari Republika dengan link http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=165774&kat_id=187