RamuRacik – Siapa sangka, Giriloyo sebuah kampung yang dikenal sebagai tempat para Raja Mataram dimakamkan, ternyata juga menyimpan keunikan lain. Apa pasal? Desa yang terletak di Kecamatan Imogiri Bantul, Yogyakarta, itu merupakan tempat tumbuh pohon sirgunggu yang biasa dipakai untuk ramuan gurah. Teknik gurah biasanya dilakukan untuk memperoleh suara merdu bak buluh perindu.Mulanya, gurah hanya dipakai di kalangan pondok pesantren agar suaranya nyaring saat membaca Alquran. Di Imogori sendiri, pasien yang datang bergurah ria lazimnya para pesinden atau yang menderita gangguan pernapasan. Kini, seiring dengan perkembangannya, bukan rahasia lagi bila banyak penyanyi pop, dangdut, maupun rock di tanah air sudah memakai teknik gurah ini.

Mereka yang berobat secara tradisional akan ditetesi ekstrak daun atau akar tanaman senggugu/srigugu melalui lubang hidungnya. Reaksi yang muncul adalah keluarnya lendir terus-menerus dari saluran napas di daerah saluran napas (bronchodilaton), sampai tuntas (kering) sehingga saluran napas akan lebih lega dan tubuh terasa lebih “segar”. Hidung pun terasa lebih plong. Terapi gurah biasanya dilakukan saban enam bulan sekali.

Baru-baru ini, Badan Pengelolaan Pengabdian pada Masyarakat UGM Yogyakarta telah melakukan penelitian laboratorium dan pengujian terhadap obat gurah. Menurut hasil penelitian itu, daun atau akar senggugu/srigugu memiliki kandungan glikosida dan alkaloid yang memang memiliki efek merangsang keluarnya lendir di saluran napas. Selain untuk kepentingan tarik-suara, terapi ini bisa pula untuk penyakit asma kronis.

Namun, para peneliti di lembaga itu juga mengingatkan tentang risiko gurah. Sebab, efeknya terhadap masing-masing orang akan berbeda tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing. Bahayanya, bagi yang tidak tahan, ketika terjadi pengeluaran lendir secara terus-menerus, justru bisa berakibat iritasi pada saluran napas.

Sebuah perusahaan farmasi besar dalam negeri sudah mematenkan kapsul gurah yang diproduksi secara massal. Banyak kelebihan yang dimiliki gurah kapsul ini, antara lain tidak sakit seperti pada gurah tetes yang memeras/memaksa seluruh kotoran di daerah hidung dan tenggorokan hingga keluar semua selama 2-3 jam.

Dengan gurah kapsul, kotoran secara otomatis akan keluar lewat saluran metabolisme tubuh secara bertahap dan tidak terasa, seperti lewat keringat, kencing, air mata, serta ketika buang air besar. Pasien yang sibuk dan tak punya banyak waktu luang, tinggal memesan kapsulnya saja, sehingga lebih efisien dan efektif.

Kapsul gurah juga menggunakan bahan alami yang sama, yakni daun dan akar tanaman senggugu. Selain berbentuk kapsul, juga akan diproduksi dalam bentuk semprotan (spray). Seorang dokter dari Rotterdam, Belanda, Dr. HT. Robert Trossel MD, kabarnya pernah meneliti sekaligus berobat dengan kapsul gurah ini dengan langsung datang ke tempat praktik dan pembuatannya.

Sedangkan mengenai khasiatnya, kapsul gurah dapat dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti asma, amandel, kanker perut, kanker payudara, lever, lumpuh, radang paru-paru, polip, asam urat, ambien, flek hitam di wajah, radang tenggorokan, diabetes, ginjal, migren, jantung, kebutaan, lemah syahwat, dan diabetes. Bahkan, kapsul gurah juga dapat menyembuhkan penyakit AIDS pada stadium dini. [BO]

Sumber : ramuracik

——————————

Jika Anda berminat untuk membeli kapsul gurah bisa dibeli dengan harga Rp 70.000 / isi 30 kapsul / berat di bawah 1 kg + ongkos kirim (ongkos kirim bisa lihat di tarif TIKI).

About these ads