RamuRacik – Kekuatan matahari sebagai tenaga penyembuh telah dikenal oleh manusia sejak ratusan tahun lampau. Tanpa sinar sang surya, raga kita akan mati, bahkan segenap kehidupan di planet ini pun turut tamat. Sesungguhnya, sinar matahari mengandung banyak spektrum warna, namun hanya beberapa saja yang bisa terdeteksi mata manusia.

Untuk menjaga kebugaran, tubuh mesti mampu menyerap sinar matahari dengan cukup, lantas menggunakannya dengan benar pula. Sinar itu diserap lewat mata dan kulit. Pada awal abad ke-19, dalam sinar matahari ditemukan bahwa tiap warna mengalirkan frekuensi dan gelombang panjang.

Menurut Dr. Rochelle McCray, seorang praktisi terapi warna, akupunktur, herbology, hypnotherapy, dan Reiki pada sebuah artikelnya di situs Austin Holistic, menyatakan, tiap penyakit yang diderita manusia dapat diidentikkan dengan sebuah warna khusus. Oleh sebab itu, di kemudian hari lahirlah terapi warna.

Terapi warna adalah penyembuhan sebuah penyakit dengan mengaplikasikan warna-warna yang tepat untuk peyembuhan dalam bentuk yang lebih terpusat dibandingkan sinar matahari. “Tubuh mesti mendapatkan sinar matahari tanpa disaring, yang langsung diserap kulit atau mata minimal dua jam per hari,” kata Dr. Rochelle dalam situs pengobatan alternatif tersebut.

Sayangnya, hal di atas mustahil kita peroleh di era internet seperti sekarang. Walhasil, kekurangan sinar matahari menjadi hal umum di lingkungan kita. Menurut Dr. Rochelle, jasad manusia mempunyai 7 chakra (pusat energi) utama yang mengalirkan sebuah warna khusus.

Tiap chakra mengatur sebuah organ khusus lewat proses jasmaniah. Penyembuhan via terapi warna ini acap ditentukan oleh area tubuh yang diderita. Akar chakra terletak di engsel paha, panggul, dan daerah kemaluan. Warna untuk akar chakra adalah merah dan organ utamanya: ginjal, kelenjar adrenal, dan organ seks.

Bahkan, merah menjadi warna untuk menyembuhkan penderita ginjal kronis, sakit pinggang, atau kemandulan. Masalah yang berhubungan dengan pencernaan, radang usus besar, sakit perut, dan lain-lain, identik dengan kuning. Selain itu, pemilihan warna pun bisa ditentukan oleh prinsip Yin/Yang.

Merah, oranye, dan kuning merupakan warna-warna hangat untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh melemahnya kondisi badan seperti Anemia. Hijau, biru dan turquoise adalah warna-warna sejuk yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan kondisi alam.

Salah satu teknik terbaru yang bisa dipertanggungjawabkan adalah terapi warna dengan Spektrum-Khrom seperti yang dikembangkan Dr. Dinshaw. Spektrum-Khrom menghasilkan warna penyembuhan khusus untuk penyakit tertentu. Selama perawatan, satu dari 12 warna Spektrum-Khrom dipilih dan menyinari secara langsung pada tubuh pasien dengan lampu khusus selama 30-60 menit.

Lain lagi dengan Dr. Peter Mandel di Jerman. Ia mengembangkan terapi warna dengan sinar baterai (Acu-Light). Uniknya, Mandel mengombinasikan terapi warna dengan titik-titik akupunktur. Lewat terapi ini, konon berbagai jenis penyakit bisa disembuhkan. Misalnya, anemia, asma, bronkitis, radang sendi, luka bakar, diare, demam, sembelit, AIDS, diabetes, eksim, kelumpuhan, datang bulan, kemandulan, PMS, tekanan darah tinggi/rendah, dan sebagainya. [BO]

Sumber : ramuracik.com