Agustus 2008


Hening membuat bening si nada sunyi.

Bening membuat jernih si mata hati.

Jernih untuk berkaca melihat si isi diri.

Tersenyum sadar untuk merubah rasa.

Geli tertawa sadar salah untuk merubah Jiwa.

Mungkin bersih, mungkin baru, mungkin transformasi.

Mungkin, mungkin dan mungkin. Tergantung ijin si Empunya diri.

Saat masih kecil jika saya marah, biasanya saya “gak” mau makan. Saya “mogok” makan he..he..namanya juga anak-anak. Ehm, nantinya saya paham bahwa hal tersebut ada manfaatnya. Lho, kok bisa? Karena saat sangat lapar semua emosi negatif terendah dalam diri akan muncul, mungkin bisa berupa marah yang meledak, mungkin teriakan atau respon lainnya. Nah, biasanya saat kita marah, ayah ibu atau orang yang lebih tua dari kita akan memberikan nasehat atau wejangan. Kalau nasehat tersebut pas, mengena dan kita bisa menerimanya (Acceptance), maka akan terjadi penyadaran diri (Awareness) bahwa kitalah yang salah. Lalu, kita mungkin menemukan kalimat yang pas, misalnya: “Oh, Papi tuh maksudnya sayaaang…” (Reframing) dan disitulah terjadi transformasi diri (Transformation). Setelah itu emosi marah kita akan mereda, bukan? Setelah itu, kita akan memiliki judul baru untuk Papi kita yakni Papi baik… dan sebagainya.

Duh, jujur deh setelah saya belajar NLP ternyata meng-ekspresi-kan emosi marah jauh lebih baik dibandingkan emosi marah yang dipendam. Karena kalau emosi marah dipendam, dia bak bara api maha dahsyat yang tersimpan di dalam gunung yang bila meledak akan meluluhlantakan banyak hal. Uh, pengalaman memendam emosi marah ini, saya bayar sangat mahal dalam kehidupan saya. Sungguh sangat mahal… Emosi marah haruslah bisa dikelola dengan baik. Sehingga bila memang emosi marah tersebut harus disampaikan, ya sampaikan saja tanpa “rasa”. Masak bisa? Ya, bisalah… Kuncinya melatih rasa (dalam bahasa Jawa baca ROSO), salah satu metode latihannya adalah berpuasa yang bermakna.

Baiklah, salah satu latihan yang dianjurkan oleh Pembimbing saya adalah puasa yang ternyata sudah saya kenal sejak saya masih kecil, jadi cukup mudah untuk menjalankannya. Namun, kalau dulu saya berpuasa tanpa makna, sekarang saya berpuasa dengan tujuan memberi makan batin, memberi makan sang jiwa dan untuk transformasi diri. Tujuan saya menulis artikel inipun adalah agar Anda juga bisa meningkatkan kemampuan Anda dalam olah batin diri sendiri tanpa perlu bantuan pihak lain. Sehingga potensi diri yang ada di dalam diri Anda terbangkitkan dan Anda dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Ada banyak cara berpuasa, misal:

1. Makan terakhir jam 10 malam, lalu buka puasa jam 6 sore esok harinya, tepatnya saat matahari tenggelam.

2. Sehari Makan, Sehari Puasa (sangat menghemat pengeluaran, betul? He..he…)

3. Puasa seperti yang dilakukan umat Muslim yakni makan saur pada waktu Subuh dan buka puasa pada waktu Maghrib.

4. Puasa Vipasana, hanya makan buah dan sayuran sampai jam 12an siang dan tidak makan lagi sampai esok bangun pagi.

5. Puasa Senin Kamis dan banyak lagi cara atau metode orang berpuasa.

Saya tidaklah tertarik untuk membahas manfaat puasa yang memang sudah teruji sangat baik untuk kesehatan kita. Jadi Anda boleh memilih jenis puasa yang Anda rasa pas dan dapat dinaikkan kadarnya sesuai kebutuhan. Saya tertarik bagaimana mengoptimalkan manfaat puasa? Bagaimana bisa terjadi transformasi diri? Dalam NLP ada teknik Reframing yang sederhana namun jika digunakan dengan tepat guna akan berdampak transformasi dalam hidup kita.

Saat berpuasa, secara fisik bisa membawa leval emosi kita turun ke posisi terendah dalam diri kita. Sehingga emosi kita gampang me-respon, gampang meletup, gampang tersinggung, gampang marah, mau makan orang he..he.. apapun bentuknya. Nah, inilah peluangnya dan saat inilah saat terbaik untuk transformasi diri atau bahasa awam kita kenal sebagai refleksi diri, kontemplatif alami atau retret. Sekali lagi ini adalah pengalaman penerapan NLP gaya saya, jadi bukanlah suatu yang baku, siapa tahu pas juga untuk Anda.

Berikut tahapan memanfaatkan puasa untuk transformasi diri:

1. Eling atau dalam pengertian saya, saya jabarkan sebagai Sadari Saat Ini. Sadari apa yang Anda pikirkan saat ini. Sadari apa yang Anda katakan saat ini. Sadari apa yang Anda lakukan saat ini. Sadari dialog apa yang sedang terjadi dalam pikiran Anda saat ini. Marah? Kesal? Kecewa? Sedih? Atau emosi negatif lainnya yang sangat menyita energi tubuh kita.

2. Amati. Ya, setelah Anda menyadari apa yang Anda alami saat ini, setelah itu amati diri Anda dari jarak jauh (dalam NLP disebut posisi 2 atau posisi 3, gunakan pilihan yang Anda rasa pas). Jadi Anda seperti melihat diri Anda sendiri. Boleh gunakan teknik apapun, misal: menggambar diri Anda di kertas kosong dan berikan emosi yang tadi dialami. Cukup amati emosi tadi.

3. Terima dengan Ikhlas emosi negatif yang muncul, sadari bahwa kita manusia biasa yang mungkin saja bisa marah, kesal, kecewa, sedih dan kawan-kawannya. Terima, terima dan terima dengan ikhlas sampai rasa dalam diri Anda merasa nyaman. Lalu, akui dengan jujur ke Sang Pencipta bahwa kita masih memiliki emosi-emosi negatif tersebut dan mohon ampun untuk dibuang atau dilepaskan.

4. Rubah menjadi lebih baik. Bisa berupa pernyataan baru yang sangat powerful, misal dari sebuah: “Ah, malaslah aku mencobanya. Karena selama ini selalu gagal” kita ganti menjadi kalimat: “Mengapa tidak saya coba dulu ya, paling gagal. Toh, itu juga artinya belajar”

Contoh menerapkan latihan ini:

1. Misal di kantor, saat meeting terjadi dialog yang membuat Anda kesal, langsung berikan pertanyaan kepada diri Anda, misal: “Ngapain si Krishna (gunakan nama Anda sendiri) kesal?” (catatan: kata “si” akan otomatis membuat jarak antara Anda dan Krishna) dan segera berikan nasehat: “Nanti cepat tua, lho!” Kalau jawabannya menimbulkan respon balik yang lucu dari si Krishna, artinya Anda telah berhasil membuat si Krishna berubah menjadi lebih baik dan mungkin si Krishna membuat pernyataan baru dari kejadian tadi: “Iya, ya coba saya perhatikan dulu, siapa tahu ide dia benar dan lebih baik?”

2. Saat sore hari menjelang puasa, Anda jalan-jalan di Mal dan melihat jualan makanan buka puasa. Ingat, karena dorongan perasaan lapar, kemungkinan besar kita akan membeli apapun yang kita inginkan karena rasa lapar akan membuat sepertinya semua makanan yang kita lihat menjadi nikmat rasanya. Nah, saat respon ingin membeli makanan sebanyak mungkin ini muncul dalam diri, Eling, eling dan eling. Lalu amati… Terima dengan ikhlas perasaan tersebut, lalu rubah dengan dialog misalnya: “Baiklah aku akan tetap membeli makanan buka puasa ini, namun untuk orang lain, bukan untukku” Wow, walaupun sederhana ini akan menjadikan perubahan yang kuantum.

Contoh lain: “Ehm, makanan ini nikmat banget deh kayaknya? Toh, harganya masih masuk budget biaya makan sehari aku.” STOP, STOP, STOP! Jangan banyak dialog dalam diri lagi, langsung masuk ke sikap eling, eling dan eling. Lalu amati… Terima dengan ikhlas perasaan tersebut, lalu rubah dengan dialog baru misalnya: “Baiklah, aku tetap beli makanan buka puasa dengan budget biaya makan sehari aku, tapi sekarang aku belikan 5 bungkus nasi telor agar ada 4 orang lagi yang mungkin tidak punya uang, tapi tetap bisa buka puasa. Toh, di sekitar kita banyak sekali saudara kita yang tidaklah terlalu mampu membeli makanan. Mereka sudah terlalu sering puasa walau bukan bulan Ramdhan he..he..” Tarik nafas dalam, tahan sebentar, lalu hembuskan nafas Anda sebanyak mungkin sambil bayangkan menjadi pribadi yang baru dan jreeeng… jadilah….

3. Jalan-jalan dan lihat ada DISKON jualan pakaian, umumnya Anda yang wanita (tidak semua sih he..he..) secara alami merespon “Wah, lumayan banget diskon 60%, jadi hemat 60% nih” STOP, STOP, STOP! Jangan banyak dialog dalam diri lagi, langsung masuk ke sikap eling, eling dan eling. Lalu amati… Terima dengan ikhlas perasaan tersebut, lalu rubah dengan dialog baru misalnya: “Baiklah, aku tetap beli pakaian yang sedang diskon tersebut. Tapi bukan untukku, namun untuk setiap orang miskin yang kutemui saat aku pulang ke rumah nanti” Tarik nafas dalam, tahan sebentar, lalu hembuskan nafas Anda sebanyak mungkin sambil bayangkan menjadi pribadi yang baru dan jreeeng, momentum ini akan membuat Anda ber-transformasi menjadi baru. Seru, bukan?

Oh ya, puasa lainnya yang sering saya lakukan adalah Puasa Bicara. Ya, dalam satu tahun belakangan ini sebagai pembicara malahan saya semakin sering puasa bicara. Kadang 1 hari, maksimum 2 hari. Kalo seminggu ya repot, omset turun he..he..

Apa yang saya lakukan saat puasa bicara?

Hanya mengamati apa yang muncul dalam benak saya? Ya, mengamati saja. Kalau muncul sesuatu yang tidak nyaman baik berupa gambaran suara ataupun perasaan dari dalam diri, maka saya amati saja sampai menghilang sendiri. Paling banyak kegiatan saat kita puasa bicara adalah Internal Dialog yang muncul lalu lalang di benak kita. Amati saja dan jangan menyimpulkan apapun. Seru kan? Selamat mencoba.

Makna reflektif puasa untuk diriku:

Puasa adalah berdiam. Berdiam untuk tidak makan. Berdiam untuk tidak minum. Berdiam untuk tidak bicara. Berdiam untuk tidak menilai. Berdiam untuk tidak berdialog dengan kata-kata yang terbatas. Namun, berdialoglah dengan sang sunyi. Sang sunyi di dalam diri. Sunyi tanpa kata. Sunyi tanpa suara. Sunyi tanpa rasa. Namun sunyi yang berenergi. Energi transformasi. Energi perubahan dari Ilahi. Energi potensi diri. Menjadi diri sendiri. Untuk mengabdi pada sang Makna. Sang Makna Kehidupan agar nafas tidaklah menjadi sia-sia…

Memang sulit dipahami, berpuasalah dengan sang makna… Sampai saatnya tiba, sang di dalam diri akan berkata “Ah, ini maksudnya”. Saat kita bersua dengan kalimat pendek ini, kita akan (mungkin) bersujud syukur tanpa kata-kata bahwa sungguh Allah Maha Besar… dan aku hanyalah debu tak berarti… Duh, Gusti Allah mohon ampun… Kadang aku masih sering sombong dengan kekuatanku sendiri…

Krishnamurti yang masih terus ber-retret menguak misteri siapa diri ini.

Sumber : ciptarasakarsa.com

KapanLagi.com – Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa “Bersabda Rasulullah SAW: “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”. Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran
jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulallah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita
tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai. (erl)


Boleh saja kaki tempatnya ada di paling bawah. Boleh saja kaki sering ditutupi oleh celana dan sepatu. Tapi, sekali bermasalah bisa mengganggu penampilan, bahkan menghambat aktivitas. Karena itu, kaki pun harus dirawat dan disayang seperti bagian tubuh yang lain, Apalagi jika Anda orang yang aktif dan gemar olahraga, kaki harus ekstra dijaga. Jadi, alangkah baiknya bila Anda mengenal beberapa masalah kaki, berikut solusinya:

KAPALAN
Apa itu? Penebalan kulit pada telapak kaki, jari kaki bagian atas, atau antara jari-jari kaki. Biasanya disebabkan tekanan atau gesekan yang terjadi karena benturan, memakai sepatu yang kesempitan, atau tulang kaki yang menonjol.

Untuk menghilangkan kapalan, rendam kaki dalam air kemudian oleskan krim yang mengandung bahan pengikis (exfoliating) atau gosok dengan batu apung, merendam kapalan dengan memilih sepatu berukuran pas atau berlapisan tebal untuk meredam benturan.

LECET. Lecet disebabkan oleh gesekan kaki dengan kaus kaki atau sepatu saat berolahraga, terutama kalau kaki berkeringat.

Untuk mencegahnya, sebelum berolahraga gunakan pelembab untuk kaki dan coba kenakan dua lapis kaus kaki yang tipis danpada kaus kaki yang tebal. Cara lain, kenakan kaus kaki secara terbalik, sehingga permukaan yang halus ada di dalam.

INGROWN TOENAILS, Yaitu kuku yang tumbuh ke dalam, menusuk kulit di sekitar kuku. Penyebabnya, sepatu yang terlalu ketat sehingga mendorong pertumbuhan kuku ke kulit di sekitarnya. Namun bisa pula disebabkan memotong kuku terlalu pendek atau melengkung. Bisa juga karena bentuk pirmgan kuku atau ketebalan kuku tak normal. Ingrown toenails dapat menyebabkan rasa sakit, bahkan infeksi.

Untuk menghilangkannya: rendam kaki dalam air hangat selama 10 menit setiap hari. Hindari sepatu yang terlalu ketat. Gunting kuku dengan model potong yang lurus. Kalau kulit yang terkena ingrown toenails terlihat mulai membengkak atau keluar cairan, segeralah periksa ke dokter. Dalam beberapa kasus, perlu operasi kecil untuk memperbaiki bentuk kuku saat mulai tumbuh kembah.

BAU DAN BERKERINGAT. Tubuh kita secara alami mengeluarkan keringat, namun pada beberapa orang produksi keringat bisa berlebihan, terutama pada kaki. Biasanya ini merupakan keturunan. Kaki yang berkeringat akan menimbulkan bau tak sedap, terutama saat bakteri bercampur dengan keringat.

Untuk mengatasinya, jagalah selalu kebersihan kaki. Ganti kaus kaki dan lepaskan sepatu sejenak setelah dipakai olahraga, agar kaki bisa bernapas. Pilih sepatu yang terbuat dari bahan kulit atau katun agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Atau gunakan bedak kaki anti jamur. Untuk meminimalkan keringat, gunakan antiperspirant pada kaki setiap hari.

KUTU AIR. Biasanya disebabkan oleh infeksi jamur dermatophytes dan candida, bukan kutu. Gejalanya berupa rasa gatal, kemerahan, atau intasi pada kulit, terutama di sela jari kaki. Keadaan ini dapat meluas ke telapak kaki. Jamur tersebut hidup di tempat basah, seperti kamar mandi atau tempat cuci baju.

Cara mencegahnya, gunakan sandal yang cukup tinggi atau tertutup ketika berjalan di tempat yang basah. Jaga kaki tetap bersih dan kering sebelum dan setelah olahraga. Untuk menyembuhkannya, gunakan obat topikal (oles) untuk mengatasi kutu air. Hindari pemakaian kaus kaki dari bahan nilon karena tidak menyerap keringat dengan baik. Bisa juga taburkan bedak anti jamur pada kaki.

MATA IKAN. Biasanya muncul di telapak kaki, baik sendiri atau berkoloni. Terasa sakit saat berjalan, karena tekanan inti mata ikan ke telapak kaki. Masalah ini disebabkan sejenis virus penyebab kutil, dan sangat menular.

Untuk mengatasinya, gunakan obat topikal atau patches. Pengobatan topikal memeriukan ketekunan dan waktu agak lama, Kalau gagal, dokter mungkin akan melakukan pembedahan dengan metode bedah beku (cryosurgery), bedah listrik (electrocautery), atau bedah laser untuk mengangkat mata ikan.


Oleh: Tuti Soenardi, Ahli Gizi Kuliner

Selain kaya akan vitamin C, pepaya juga mengandung serat makanan. Daging buahnya sangat lunak dan kandungan asamnya rendah, sehingga baik pula dikonsumsi oleh anak-anak.

Pepaya dipercaya dapat memerangi cacing usus, mencegah berbagai jenis kanker, dan meningkatkan kualitas sperma.

Tumbuhan pepaya diperkirakan berasal dari Meksiko Selatan. Pohon yang tumbuh hingga setinggi 10 meter itu kini telah menyebar luas ke pelosok dunia, khususnya yang beriklim tropis.

Pepaya mengandung meat tenderizer (bahan pengempuk daging). Buah dan daunnya mengandung enzim papain yang dapat memecah protein. Bila daunnya dipakai untuk membungkus daging, membuat daging lebih empuk dan mudah dicerna.

Mudah Dicerna

Dalam pengobatan Cina, pepaya digunakan untuk mengatasi kesulitan mencerna makanan, akibat protein tinggi. Juga dipereaya dapat membersihkan gigi, dengan memecah sisa makanan yang melekat. Buahnya dimanfaatkan untuk mengusir cacing usus. Bijinya direndam air dan dimanfaatkan sebagai teh. Pepaya masak baik untuk mengatasi disentri, rematik, dan produksi lendir yang berlebihan.

Pada tàhun 1997 the World Cancer Research Fund’s melaporkan, mengonsumsi pepaya (sebagai makanan penutup) secara teratur baik untuk menangkal kanker paru, pankreas, payudara, kandung kemih, dan kolon, karena kandungan vitamin C dan karotenoid-nya yang tinggi. Kedua zat gizi itu memang sangat potensial untuk mengurangi aktivitas radikal bebas, yang dapat memicu kanker.

Rokok mengandung sejumlah oksidan yang mampu merusak sistem tubuh. Karena itu perokok memerlukan asupan vitamin C lebih 120 mg per hari, agar kebutuhan tubuh terpenuhi. Takaran itu lebih tinggi dibandingkan orang yang bukan perokok.

Bagi pria, konsumsi pepaya setiap hari sangat baik karena vitamin C-nya sangat esensial untuk pembentukan air mani dan sperma. Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh bisa menjadi kendala untuk menghasilkan keturunan. Hasil tes menunjukkan, seorang pria bisa tidak subur akibat spermanya menggumpal. Kualitas, kuantitas, dan gerak kehidupan sperma dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi vitamin C, sampai 500 mg per hari.

Vitamin C juga bermanfaat untuk mengurangi risiko katarak, dinding kapiler yang kaku, dan dapat mengundang risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menemukan, vitamin C dapat membantu memperlambat penuaan dengan meremajakan sel darah putih. Buah pepaya sangat ideal bagi orang usia lanjut karena rasanya manis dan mudah dicerna. Bagi penderita diabetes, pepaya sangat baik karena nilai kalorinya rendah.

RESEP:

Jus Pepaya Tomat Jeruk Madu

Untuk 2 gelas (1 gelas = 178 kalori)

Bahan:

200 gr tomat
200 gr pepaya
100 ml air jeruk
2 sdm gula pasir
4 sdm madu

Cara Membuat:

1. Blender hingga halus, tomat, pepaya, air jeruk, gula, dan madu.
2. Tuang ke dalam gelas saji, simpan dalam lemari es.
3. Hidangkan dingin.

Jus pepaya

Untuk 2 gelas

Bahan:

200 gram pepaya
50 ml air jeruk manis
2 sdm gula pasir
1 klg (330 ml) soft drink dingin

Cara membuat:

1. Blender pepaya bersama air jeruk dan gula sampai halus.
2. Tuang ke dalam gelas, tuangkan soft drink saat akan disajikan.
3. Hidangkan dalam keadaan dingin.*

water.jpgUntuk membuat badan sehat dan terhindar dari penyakit, banyak cara yang bisa ditempuh. Yang utama adalah pengaturan pola dan menu makan, serta kebiasaan hidup yang baik. Bagi ahli pengobatan alternatif dari Solo, Danardono BSc, mengonsumsi madu dan banyak minum air putih menjadi salah satu upayan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan terbebas dari penyakit.

honey.jpgMenurutnya, air putih berfungsi untuk pengurasan atau pencucian perut. Selain itu, juga bisa untuk meminimalkan timbunan kolesterol dalam tubuh. ”Air putih juga berfungsi untuk menjaga kestabilan tubuh. Makin banyak minum air putih maka akan baik bagi kesehatan. Minimal 10 gelas per hari,” katanya.

Konsumsi air putih yang banyak, ujar Danardono, juga bisa untuk melarutkan kencing batu. ”Karena itu, setiap kali bepergian saya biasanya membawa air minum dalam botol. Jika sewaktu-waktu saya haus, tinggal minum,” imbuhnya. Madu, ujarnya, juga sangat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Sebab, madu bisa untuk mengatur suhu dalam tubuh. ”Dengan suhu badan yang teratur, tubuh tidak gampang terkena penyakit. Juga tidak mudah letih atau capai meski bekerja keras,” paparnya.

Danardono yang berprofesi sebagai PR (public relations) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo ini menuturkan, khasiat madu yang lainnya adalah memperlancar peredaran darah. Alhasil, jantung pun berdenyut dengan ritme teratur. ”Kalau seperti itu, kita tidak akan gampang kena flu dan masuk angin,” jelas bapak satu anak ini.

Selain banyak minum air putih dan mengonsumsi madu, imbuh Danardono, untuk membuat tubuh sehat juga harus mengindari makanan yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Yang bagus dikonsumsi antara lain tempe karena bisa menetralkan racun dalam perut, tahu, sayuran dan buah-buahan. Sedangkan konsumsi daging sebisa mungkin dihindari. Konsumsi udang yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Sebab bisa menimbulkan keracunan. ”Makanan yang tidak terkontrol akan gampang mendatangkan penyakit. Misalnya, makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol,” paparnya.

Stres, kata Danardono, juga perlu untuk dihindari. Orang yang mengalami stres biasanya yang diserang terlebih dahulu adalah bagian perut. Tak heran jika yang bersangkutan kemudian merasa sebah, sakit perut, atau mencret. Biasanya orang yang stres karena berbagai permasalahan menjadi lupa makan. ”Karena lupa makan itulah yang terserang perutnya. Karena itu, sebisa mungkin hindari stres. Caranya sebenarnya mudah, yaitu nrimo atau menerima setiap keadaan dengan lapang dada,” urainya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara rasa dan pikir. Rasa tanpa pikir akan menimbulkan nafsu dalam segala hal, termasuk nafsu makan yang tidak terkendali. Sedangkan pikir tanpa rasa akan menimbulkan berbagai tindak penyimpangan, baik tindak kejahatan maupun perilaku menyimpang lainnya.

Pasien yang datang kepadanya menderita jantung, stroke, flek paru-paru, patah tulang, asma, bronkitis, penyakit kehamilan, dan belum punya keturunan. Ketika menyembuhkan pasien, ia menekankan sugesti untuk sembuh. ”Kalau sugesti untuk sembuh besar, maka Insya Allah penyakitnya cepat sembuh. Demikian pula sebaliknya. Sugesti inilah yang saya tanamkan kepada para pasien,” kata Danardono

smile.jpgPernahkah Anda menghitung berapa kali anda tersenyum dalam sehari? Tentu jumlahnya lebih banyak dari anda menyikat gigi. Senyum indah pastinya dilengkapi dengan gigi yang sehat. Untuk gigi putih
dan sehat, simak dulu tips berikut.

Pada dasarnya, warna gigi kita yang sesungguhnya adalah putih. Namun dengan banyaknya zat-zat makanan yang melewati gigi juga oleh faktor usia, sehingga warna gigi tak bisa bertahan putih selamanya. Itulah yang semestinya kita jaga. Jika Anda bermasalah dengan tampilan gigi, jangan khawatir karena sekarang ada banyak cara untuk mengobati dan mengatasinya.

1. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak. Gunakan sedotan jika anda minum kopi, teh, minuman bersoda dan juga anggur merah. Dengan demikian, minuman tak mengenai gigi secara langsung. Minuman-minuman tersebut biasanya menjadi penyebab kerusakan gigi yang sangat kuat.

2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai pemutih gigi alami. Contohnya buah dan sayuran. Bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk membersihkan gigi di antaranya: apel, wortel dan seledri.

3. Strawberry adalah buah pemutih gigi yang sangat spesial. Caranya mudah. Hancurkan saja strawberry kemudian tempelkan pada seluruh gigi anda dengan menggunakan jari. Diamkan selama satu sampai dua menit. Setelah itu gosoklah gigi dengan menyeluruh sampai bersih.

4. Sejumlah zat bisa melekat di gigi anda dengan mudah. Oleh karena itu anda harus mecegah terbentuknya noda gigi atau plak. Gunakan brokoli, daun selada atau bayam untuk mencegahnya. Sayur-sayuran itu terbukti sangat manjur untuk urusan mencegah noda gigi.

5. Gunakan pasta gigi yang berperan sebagai pemutih. Biasanya model pasta gigi seperti ini banyak dijual di pasaran. Namun tentunya butuh waktu yang cukup lama dan perlakuan yang sangat intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang sebagian besar pasta gigi telah menggunakan enzim dan formula kimia sehingga anda tak perlu
ragu untuk mengkonsumsi pasta gigi berpemutih.

6. Cara mudah dan sederhana untuk merawat gigi tetap putih adalah menggosok gigi tiga kali sehari dan setiap selesai makan. Namun hati- hati dalam menyikat gigi. Jangan terlalu keras karena itu malah bisa membuat gigi abrasi dan rusak. Lebih bagusnya gunakan sikat gigi elektrik dan atur waktu menyikat gigi selama dua menit.

7. Yang termudah dan tercepat namun membutuhkan biaya lebih adalah dengan cara bleaching atau pemutihan. Model perawatan gigi semacam ini banyak tersedia di klinik gigi dan klinik kecantikan. Perawatan semacam ini bisa bertahan selama dua hingga tiga tahun. Tapi tetap saja setelah di bleaching, anda harus menjaga makanan dan minuman
yang dikonsumsi.

Ingin punya gigi dan sehat dan putih juga kan? Tunggu apalagi. Senyum indah anda telah menanti.

Sudah banyak orang tahu bahwa olahraga baik untuk kesehatan. Namun, lebih banyak lagi orang yang enggan berolahraga dengan alasan tidak sempat, sibuk, malas, atau merasa badannya sehat-sehat saja.

Padahal, begitu seseorang mencapai usia 30 tahun, mulai terjadi penurunan pada massa otot tubuhnya. Jika mereka tidak berolahraga, penurunan itu tidak bisa dicegah atau diperlambat.

Penurunan massa otot dari usia 30 tahun sampai 70 tahun bisa mencapai 40 persen. Makanya, banyak orang yang pada masa tua tubuhnya jadi mengecil. Respons tubuh berkurang, bahkan untuk jalan pun tertatih-tatih,” demikian dikatakan dr Sadoso Sumosardjuno SpKO.

Salah satu tanda orang yang massa ototnya berkurang adalah tidak bisa memotong kuku kakinya sendiri. Kalaupun bisa, dia harus melakukannya dengan susah payah. “Kadang-kadang dia juga tidak bisa melompati genangan air, walau hanya genangan yang kecil dan sempit saja,” ujar Sadoso.

Menurut dia, cepat tidaknya penurunan massa otot sangat tergantung pada aktivitas yang dilakukan orang sehari-hari. Jika dalam sehari-hari dia banyak melakukan aktivitas fisik, penurunannya pun menjadi lambat. “Bagi orang yang tidak punya aktivitas fisik, jalan keluarnya adalah olahraga. Tidak ada kata terlambat untuk memulai olahraga, walau umur sudah tua,” dia menegaskan.

Kategori untuk manusia lanjut usia (manula), tambah Sadoso, sangat bervariasi. Menurut Departemen Kesehatan, manula adalah orang yang sudah mencapai usia 60 tahun. Sementara menurut kedokteran olahraga manula sangat tergantung pada kondisi fisik individu. Jika dia baru berusia 50 tahun, namun secara fisik sudah renta, dia bisa dikategorikan sebagai manula. Ada tiga tahapan manula menurut kedokteran olahraga, yakni umur 50-60 tahun, umur 61-70 tahun, dan 71 tahun ke atas. “Dia bisa memulai berolahraga, berapa pun umurnya,” Sadoso menandaskan.

Selain menjaga massa otot, olahraga juga bisa membantu pencegahan timbulnya berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung koroner, obesitas, osteoporosis, dan kolesterol tinggi. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan, olahraga juga bisa memperkecil risiko terkena kanker payudara.

“Penelitian itu mengatakan, jika seorang perempuan bisa mengurangi 2.000 kalori dalam seminggu dengan berolahraga, risiko terkena kanker payudara akan berkurang. Begitu juga dengan risiko kanker prostat. Untuk kanker prostat, seorang laki-laki harus mengurangi 4.000 kalori dalam seminggu. Jumlah ini terlalu berat sehingga kurang disarankan karena khawatir dia akan terlalu lelah, dan malah bisa jatuh sakit,” ujar Sadoso.

Keuntungan lain yang bisa didapat dari olahraga adalah bisa cepat tidur dengan lelap, kecepatan reaksi menjadi lebih baik dan cepat, kemauan dan kemampuan seksual menjadi lebih baik, dan membuat tulang menjadi lebih elastis sehingga tidak mudah patah tulang.
Dalam melakukan olahraga ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni intensitas, durasi, dan frekuensi. Intensitas adalah keras atau ringannya sebuah latihan. Lalu durasi dalam melakukan olahraga harus mencapai 45-60 menit, dan frekuensinya tiga kali seminggu.

“Intensitas bisa dihitung melalui denyut nadi dalam semenit ketika melakukan olahraga. Banyaknya denyut nadi sangat tergantung pada usia seseorang. Namun, tidak boleh kurang dari 60 persen dikalikan 220 dikurangi umur, dan tidak boleh melebihi 80 persennya. Jadi, seseorang yang berumur 60 tahun denyut nadi yang diperbolehkan adalah 96 sampai 128 kali dalam semenit. Jika kurang atau melebihi angka tersebut, berarti intensitasnya tidak tepat,” jelas Sadoso.

Untuk mendapatkan jumlah denyut nadi tidak perlu dihitung hingga satu menit, tetapi cukup 15 detik saja. Setelah jumlah didapat tinggal dikalikan empat maka dapatlah jumlah satu menit.

Olahraga yang berlebihan bisa berdampak tidak baik buat kesehatan karena tubuh menjadi terlalu lelah. Oleh karena itu, Sadoso tidak menyarankan olahraga dilakukan melebihi tiga kali dalam seminggu.

Saat ini banyak sekali senam dengan memakai label-label yang berbeda. Misalnya, senam jantung sehat, senam osteoporosis, senam jantung koroner. Sering kali untuk mencegah berbagai macam penyakit, masyarakat mengikuti bermacam-macam senam.
“Padahal, semua senam itu sama, hanya labelnya saja yang berbeda. Jika dia mengikuti tiga senam dengan label berbeda dan setiap senam diikuti tiga kali seminggu, berarti dalam seminggu dia melakukan sembilan kali senam. Jumlah itu terlalu banyak,” Sadoso menambahkan.

Kemudian jika frekuensinya kurang, yang didapat hanya kegembiraannya saja, sementara kebugarannya tidak didapat. Akibatnya, walau merasa sudah olahraga, tubuhnya tidak sesehat yang diharapkan.

Bagi manula yang ingin mulai berolahraga, dia bisa memulainya dengan berjalan kaki, disesuaikan dengan kemampuannya. “Patokan yang baik untuk berjalan kaki adalah masih bisa bernyanyi atau mengobrol dengan enak ketika melakukan jalan kaki itu. Jika menyanyinya sudah tersengal-sengal, berarti dia memaksakan diri,” ujar dia.

Namun, sebelum melakukan olahraga, sebaiknya manula mengukur tingkat kekeroposan tulangnya untuk mengetahui dia menderita osteoporosis atau tidak. Olahraga untuk osteoporosis sangat berbeda dengan olahraga untuk pencegahan penyakit yang lain. Jika salah memilih olahraga, bisa-bisa justru membuat tulangnya patah.

Laman Berikutnya »