Hasil penelitian terbaru menyimpulkan lemak di sekitar pinggul dan bokong berpotensi melindungi Anda dari penyakit diabetes.

Dr Ronald Kahn dari Harvard Medical School, Boston, AS, dan rekan-rekannya mengungkapkan lemak yang berada tepat di bawah permukaan kulit (subcutaneous fat) dapat membantu meningkatkan sensitivitas terhadap hormon insulin yang mengatur gula darah.

Kesimpulan itu didapat setelah mereka mengadakan serangkaian eksperimen terhadap tikus.

Mereka mencangkokkan subcutaneous fat dari tikus lain ke dalam tubuh dua tikus percobaan. Pada tikus pertama, lemak disuntikkan ke perut. Pada tikus kedua, lemak disuntikkan hanya di bawah permukaan kulit. Hasilnya, berat tikus pertama turun dalam beberapa pekan. Gula darah dan tingkat insulin tikus tersebut juga membaik jika dibandingkan dengan tikus kedua.

Para ahli mengatakan seseorang yang memiliki lemak di bagian perut berisiko lebih besar terserang diabetes dan jantung ketimbang mereka yang mempunyai lemak di bagian pinggul dan bokong.

(*/Reuters/X-5)