SELEPAS menyantap sahur atau sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba (ngabuburit dalam bahasa Sunda), kegiatan apa yang biasanya dilakukan keluarga Anda? Mungkin berjalan kaki mengitari kompleks perumahan bisa menjadi alternatif. Selain murah, olahraga ini sangat menyehatkan.

Penelitian terbaru di Jepang yang dilakukan pada sejumlah 8.600 pekerja pria yang terbiasa berjalan kaki ke kantor membuktikan para pekerja tersebut memiliki kadar gula normal. Empat tahun kemudian, kesehatan mereka dievaluasi kembali. Hasilnya? Semakin banyak waktu tempuh yang dihabiskan untuk berjalan kaki, makin rendah risiko terkena diabetes tipe 2.

Seperti dilaporkan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care, para peneliti dari Jepang mengatakan dengan berjalan kaki, tubuh lebih sensitif terhadap insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula dalam tubuh. Tak hanya itu, dengan berjalan kaki, stres pada bagian tubuh termasuk paha, lutut, dan pergelangan kaki akan berkurang. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa berjalan kaki mengurangi risiko osteoporosis (keropos tulang).

Jadi, jangan takut capek, berjalan kaki sambil menanti azan maghrib tiba justru baik untuk kesehatan. Selamat ngabuburit.

(Mom& Kiddie//tty)