Pijat olahraga biasanya dilakukan di lapangan olahraga. Tujuannya untuk membentuk dan memelihara kondisi badan para Olahragawan agar tetap konstan.

Sejumlah bentuk manipulasi yang dilakukan biasanya dengan cara menggosok (eflorase),

memijat (petressage), mengguncangkan (shaking), menggerus (prection), memukul (Tapo te man), dan melonggarkan persendian (chiropraktik).

Sejumlah bagian tubuh yang harus dipijat biasanya tergantung pada posisinya. Pada posisi telungkup biasanya pemijatan berlangsung bagian tubuh di tungkai atas (paha) bagian belakang dan samping, tungkai bawah bagian belakang, telapak kaki dan tumit, bokong, pinggang dan punggung

Pada posisi terlentang bagian tubuh yang biasa dipijat adalah tungkai atas (paha) atas bagian depan dan samping, tungkai bawah bagian depan, punggung telapak kaki dan telapak kaki, lengan atas dan lengan bawah, tangan dan jari-jari, dada, dan perut

Pada posisi duduk, bagian tubuh yang bisa dipijat adalah tengkuk dan bahu, serta bagian kepala

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan praktek pijat:

1. Gosokkan dan urutan selalu mengarah ke jantung (centripothal), tetapi bisa juga ke arah menyamping (centrifugal).

2. Sejumlah gerakkan manipulasi harus dilakukan dengan supel dan kontinu

3. Masing-masing manipulasi dilakukan kurang lebih lima kali tiap-tiap bagian tubuh

4. Dosis untuk masing-masing individu tidak sama, tergantung kondisi pasien.

5. Badan pasien harus benar-benar dalam keadaan rileks (istirahat, lemas, dan bersih)

6. Pasien berpakaian sedemikian minim untuk memudahkan berbagai gerakkan manipulasi

7. Massiuer berpakaian sedemikian rupa yang tidak terlalu sempit, sehingga tidak akan mengganggu pasien.

8. Pada waktu praktek, massieur tidak boleh memakai arloji, cincin, gelang, sarung tangan, kuku harus dipotong pendek, serta memakai kacamata hitam

9. Sebelum dan sesudah melakukan pijat, massiuer harus mencuci tangan dengan carbarol di depan pasien dan mempergunakan handuk kecil untuk menjaga kemungkinan keluarnya keringat massiuer. Hal-hal ini dilakukan untuk menujukkkan kepada pasien bahwa massiuer bekerja dengan tidak meninggalkan syarat-syarat kesehatan dan kebersihan

10. Pergunakan bahan pelicin seperti bedak, minyak, menurut selera pasien, dan digunakan secara efisien mungkin pada bagian tubuh yang akan di pijat.

11. Pijat harus selalu dimulai dan diakhiri dengan manipulasi eflorase.

12. Manipulasi eflorase yang dilakukan pada anggota gerak atas dan bawah, setiap selesai gosokkan tangan kembali ke sikap permulaan melalui jalan yang ditempuh semula, dengan selalu melekat pada kulit.

13. Untuk menjaga kondisi badan massiuer, sebaiknya melakukan senam sekurang-kurangnya dua kali sepekan, dan makanlah yang manis-manis seperti gula merah, permen, dsb.

14. Pada umumnya sikap tangan dan posisi massiuer selalu berada pada posisi berlawanan dengan anggota tubuh yang akan dipijat. [L1]