Oktober 2008


Oleh :  Sawitri Supardi Sadarjoen, psikolog
Dalam kehidupan keseharian kita tidak pernah luput dari konflik, baik yang bersifat internal maupun interpersonal. Bagaimana kita menyiasati konflik yang kita hadapi sangat bergantung pada tipe kepribadian dan kadar motivasi kita mencari solusi sehat sehingga penyelesaian konflik pun akan membuat perasaan nyaman dan bahagia.

Konflik internal terjadi dalam diri pribadi. Adakalanya kita ingin meraih dua kebutuhan pribadi dalam satu waktu. Misalnya, suatu saat kita dihadapkan pada keinginan mendampingi anak yang sedang sakit keras yang dirawat di rumah sakit, sementara pada saat yang sama kita harus tetap masuk kerja demi penyelesaian tugas kantor yang mendesak karena bila kita dinilai kurang loyal ada ancaman dipecat. Padahal, kita membutuhkan pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Lagi pula, mencari kerja saat ini sulit.

Konflik interpersonal terjadi karena kepentingan yang berlawanan antara kita dan pasangan kita, misalnya. Dengan kondisi keuangan terbatas, suami ingin mengganti mobilnya dengan yang baru, sementara sebagai ibu rumah tangga, atap dapur yang bocor membutuhkan perbaikan segera sebelum musim hujan tiba.

Perbedaan kebutuhan ini menyebabkan pertengkaran hebat dengan pasangan. Tentu saja harmoni relasi dengan pasangan pun terganggu karena pertengkaran yang hebat akan selalu diiringi sikap diam seribu basa antarpasangan dalam waktu beberapa minggu kemudian.

Frustrasi

Sebelum kita mendapatkan solusi terbaik dari kedua jenis konflik di atas, kita merasa tidak nyaman. Seolah ada perasaan menekan dalam dada dan mendorong kita menunjukkan reaksi frustrasi.

Ada empat jenis kelompok reaksi frustrasi, yaitu:

a. Depresi. Reaksi emosi terhadap situasi frustrasi yang membuat kita murung berlanjut, sedih, hilang gairah hidup, dan tidak berdaya berhadapan dengan dominasi suami dalam mengelola penghasilan keluarga karena pasangan kita tidak bisa menentukan prioritas kebutuhan keluarga.

Atap rumah yang bocor dan mengganggu kegiatan masak bagi kebutuhan primer keluarga tidak dianggap penting oleh suami. Suami lebih mengutamakan gengsi sosialnya sebagai pria berhasil karena dalam situasi ekonomi yang kurang positif saat ini tetap bisa mengganti mobil dengan mobil baru.

b. Reaksi agresi. Kita segera memberi perlawanan gigih, dan kalau perlu secara agresif memaksakan kehendak dengan memutuskan mendampingi anak di rumah sakit. Konsekuensinya, merancang argumentasi rinci bila ditegur atasan, sambil merancang tindakan provokatif bahkan konfrontatif saat mendapat kenyataan memang benar-benar terancam PHK. Perilaku agresi bisa berbentuk ungkapan verbal yang tajam, keras, atau bahkan nonverbal, dengan merusak bangunan dan peralatan kantor, misalnya.

c. Reaksi regresi biasanya ditunjukkan dengan menunjukkan perilaku ngambek, pundung, seperti halnya anak kecil yang tidak dituruti kemauannya. Jadi, reaksi emosi kita seolah kembali ke tingkat perkembangan jiwa terdahulu.

d. Reaksi apati. Kekesalan yang ditunjukkan dengan bersikap masa bodoh, acuh tak acuh, tidak peduli lagi akan kehidupan keluarga, seolah kehilangan kepekaan perasaan.

Solusi sehat

Keempat jenis reaksi terhadap situasi frustrasi tersebut kecuali merupakan kelompok reaksi emosi yang tidak dewasa terhadap hambatan pemuasan kebutuhan diri, tentu saja tidak terlepas dari tipe kepribadian yang sifatnya sangat individual.

Andai kita pada dasarnya pribadi depresi, maka kita akan cenderung memberi reaksi depresif, begitu pula halnya dengan pribadi agresif, regresif, dan apatis.

Tentu saja kita tidak akan membiarkan diri berlarut menyikapi konflik dengan cara tidak dewasa. Reaksi frustrasi yang tidak dewasa justru membuat kita terjerembap dalam situasi emosi yang tidak nyaman secara berlanjut.

Untuk itu, hanya terdapat satu kalimat kunci yang singkat, ”integrasikanlah fungsi rasio dan emosi kita secara proporsional”.

Caranya :

1. Mendasari penghayatan emosi dengan niat kuat menjadi lebih dewasa dari hari ke hari.

2. Berlatih mengungkapkan pendapat secara asertif. Misalnya, mengungkapkan kekhawatiran yang amat sangat akan kesehatan anak kepada atasan. Cara mengungkapkan kekhawatiran secara jelas dan sopan akan membuat atasan mempertimbangkan untuk menerima alasan ketidakhadiran kita di kantor pada saat genting tersebut.

3. Mempelajari cara mengelola frustrasi dengan memilih yang terbaik dari tiga alternatif teknik pengelolaan berikut.

a. Akomodatif, antara lain mencoba mengakomodasi keinginan pasangan mengganti mobil dengan mobil baru seraya menyisakan sedikit uang untuk perbaikan bagian atap dapur yang paling rusak.

b. Kompromistis.
Bolehlah pasangan kita membeli mobil baru saat ini, tetapi penghasilan keluarga dalam waktu terdekat benar-benar digunakan untuk perbaikan atap dapur.

c. Kolaboratif. ”Tolong sisihkan sedikit uang dari sisa pembelian mobil, nanti akan saya gabung dengan simpanan saya untuk memperbaiki atap dapur.”

Nah, dengan uraian di atas, muncul pertanyaan dalam diri, sejauh mana kita berniat untuk secara perlahan tetapi pasti meningkatkan reaksi frustrasi yang kekanakan menjadi semakin mendewasa?

Sumber : Kompas Cetak

Iklan
Manfaat dari kayu manis. Dibawah ini ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan dari kayu manis :


Sakit Perut
Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut serta menyembuhkan bisul hingga keakar – akarnya.

Kembung
Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum bersama kayu manis panas dapat membuat nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut dipagi hari.

Sakit Kepala dan Sinus

Minum campuran madu dan jus jeruk dapat menyembuhkan sakit kepala karena sinus.

Kelelahan
Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukuran sama, terbukti lebih waspada dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan 1/2 sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburkan bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalis tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalis tubuh menurun.

Kelebihan Berat Badan
Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis
setiap pagi 1/2 jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk. Minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.

Influenza
Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alam yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.

Sumber ; LautanIndonesia.Com

Garam ternyata tak hanya bermanfaat sebagai penyedap rasa. Butiran mungil berwarna putih itu juga bisa digunakan untuk kesehatan mata dan gigi.

1. Pembasuh Mata. Untuk meredakan sakit mata, dalam keadaan darurat gunakan air garam untuk membasuh mata. Bila keluhan tak berkurang, segeralah memeriksakannya ke dokter mata.

2. Obat Kumur. Air hangat yang telah dibubuhi sedikit garam merupakan pencuci mulut yang efektif. Begitu juga bila terkena radang tenggorokan. Masukkan sedikit garam ke dalam air panas, aduk perlahan lalu gunakan sebagai obat kumur.

3. Gigi Putih. Gigi yang terlihat kusam akan kembali cemerlang dengan cara menaburkan garam kering ke ujung bulu-bulu sikat gigi Anda saat akan menggosok gigi.

4. Sikat Gigi Awet. Merendam sikat gigi yang masih baru dalam larutan air garam akan membuat sikat gigi menjadi lebih awet dipakai.

Sumber ; Kompas.Com

Sesungguhnya Penyakit yang diderita manusia pasti ada obatnya, seperti sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , “Tidaklah Alloh Azza wa Jalla menurunkan satu penyakit, melainkan Alloh pula menurunkan obat(nya).” (HR Bukhori no 5678 dan Ibnu Majah no 3438 dan 3439).

Dan sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya, oleh karena itu barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Alloh dia akan sembuh.” (HR Muslim no 2204).

Termasuk obat dan cara pengobatan yang Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ajarkan kepada umatnya adalah bekam (Al Hijamah). Bahkan bekam dikatakan sebagai sebaik-baik pengobatan, seperti yang disabdakan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , “Jika pada obat yang kalian pergunakan itu terdapat suatu kebaikan, maka itulah Al Hijamah (bekam).” (HR Abu Dawud no 3857 Dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Silsilah Al Ahaadiits Ash-Shahiihah no 760).

Juga Sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah al hijaamah (bekam).” (HR Bukhori 2280 dan Muslim 2214).

Namun sungguh, Sunnah yang mulia ini sudah menjadi sunnah matrukah (sunnah yang ditinggalkan) oleh kaum muslimin sendiri dan banyak muslimin yang belum mengetahui kalau berbekam merupakan wasiat Malaikat kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ketika beliau di mi’rajkan ke langit. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Tidaklah aku melewati satu kelompok Malaikat ketika aku dimi’rajkan ke langit- melainkan mereka mengatakan- “Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam!”
(HR Ibnu Majah no3477, Dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Silsilah Al Ahaadiits Ash-Shahihah no 1053).
Demikianlah keutamaan dari berbekam hingga para Malaikat langit pun mewasiatkan agar dikerjakan oleh beliau. Dan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam pun mengajarkaan dan menganjurkan kepada ummatnya.

http://www.al-ilmu.com

Disusun: Drs. Kasmui, M.Si

bekam.jpg

AL HIJAMAH (BEKAM)

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang shahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”. Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah meracun domba ini”. “Siapa yang memberitahumu? tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab, “Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”. “Memang aku telah meracunnya. Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian shahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan Anshar.

SEJARAH HIJAMAH (BEKAM)

Hijamah/bekam/cupping/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah.Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.

Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.

PENGERTIAN BEKAM (AL HIJAMAH(

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Hijamah adalah pengobatan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Nama lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, mambakan, di Eropa dikenal dengan istilah “Cuping Therapeutic Method”. Dalam bahasa Mandarin disebut Pa Hou Kuan. Kata “Hijamah” berasal dari bahasa Arab, dari kata Al Hijmu yang berarti pekerjaan membekam. Al Hajjam berarti ahli bekam. Al Hijmu berarti menghisap atau menyedot. Al Hajjam sama dengan Al Mashshah, yaitu tukang menghisap atau tukang menyedot. Sedangkan Al Mihjam atau Al Mihjamah merupakan alat untuk bekam yang berupa tabung gelas untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit. Kata al hijmu berarti pekerjaan al hajjam, tukang bekam. Al Hijmu berarti mengisap atau menyedot. Al Hajjam sama dengan al mashshash, tukang mengisap, tukang bekam. Al Mihjam atau al mihjamah merupakan gelas yang digunakan untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit pasien, atau gelas untuk menghimpun darah hijamah.

Kesimpulan definisi hijamah menurut bahasa adalah ungkapan tentang mengisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung di dalam gelas mihjamah, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, guna untuk mengeluarkan darah. Hijamah berbeda dengan qath’ul-irqi (memotong urat). Qath’ul-irqi adalah memasukkan jarum suntik untuk mengambil darah dari urat nadi seperti halnya aksi menyumbang darah, yang disebut al fashdu.

Dalam ilmu kedokteran Islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan/penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan, sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser. Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan.” Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa (pada bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani

JENIS BEKAM

1.Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah),

Yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari atau akan kelihatan memar selama 1 atau 2 pekan. Insya Allah sangat baik diolesi minyak habbah sauda’ atau minak zaitun untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai dibekam. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 5-10 menit. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering bermanfaat juga untuk terapi penyakit paru-paru, radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung, radang urat syaraf, radang sumsum tulang belakang, nyeri punggung, rematik, masuk angin, wasir, dan lain-lain. Terdapat dua teknik bekam kering yang dapat dipraktekkan untuk tempat tertentu yaitu bekam luncur dan bekam tarik.

2.Bekam luncur

Caranya dengan meng-kop pada bagian tubuh tertentu dan meluncurkan ke arah bagian tubuh yang lain. Teknik bekam ini biasa digunakan untuk pemanasan pasien, berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, pelemasan otot, dan menyehatkan kulit.

3.Bekam tarik

Dilakukan seperti ditarik-tarik. Dibekam hanya beberapa detik kemudian ditarik dan ditempelkan lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah.

. 4.Bekam basah (Hijamah Rothbah)

Yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet) atau sayatan pisau steril (surgical blade( lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun. Dan selama 3 jam setelah dibekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 4 minggu. Bekam basah berkhasiat untuk berbagai penyakit, terutama penyakit yang terkait dengan terganggunya sistem peredaran darah di tubuh. Kalau bekam kering dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan, maka bekam basah dapat menyembuhkan penyakit-penyakti yang lebih berat, akut, kronis ataupun yang degeneratif, seperti darah tinggi, kanker, asam urat, diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, dan osteoporosis.

MENGAPA HARUS BERHIJAMAH?

Teknik pengobatan hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam. Ditambah lagi dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing manis, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan. Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari:

  1. pencemaran udara
  2. makan siap saji (fast food) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essense, penyedap rasa, dan sebagainya
  3. hasil pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida)
  4. kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makan tidak teratur/bersih, makan tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain
  5. Obat-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam tubuh.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan darah statis, yaitu:

1.Darah statis yang diakibatkan oleh kecelakaan sewaktu di dalam rahim dan sewaktu dilahirkan.

2.Darah statis yang bersumber dari trauma penderitaan fisik, seperti kecelakaan, terseleo, berkelahi, kena cubit, kena tendang, kena rotan, dan sebagainya.

3.Darah statis akibat perbuatan sendiri, seperti mengangkat beban berat, penggunaan pakaian ketat, ikat kepala yang berkepanjangan.

4.Darah statis yang bersumbrr dari emosi yang tidak terkawal. Kemarahan, ketakutan, kesedihan, kesayuan, dan kerisauan menyebabkan pengeluaran adrenalin berlebihan yang dapat membahayakan metabolisme tubuh.

5.Darah statis yang diakibatkan oleh diet yang tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan pencemaran alam sekitar. Dengan demikian darah statis harus dikeluarkan dengan cara apapun. Namun sistem pengobatan allopathy (konvensional) tidak dapat bertindak demikian. Jadi, kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut secara cepat agar tubuh tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu caranya adalah dengan berhijamah (berbekam)

Hijamah/bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakan preventive medicine (metode pencegahan) selain juga sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan ).

Hijamah bukanlah pengobatan alternatif. Namun ia merupakan pengobatan berdasarkan wahyu (sunnah Rasul), maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya, dan yang menyembuhkannya tetap adalah Allah SWT

Saya seorang ibu rumah tangga di bilangan Jakarta Selatan, menurut dokter kolesterol saya tinggi sampai 270 , alhamdullillah setelah di bekam 4 x oleh Pak Abu Naufal , saya dinyatakan sembuh oleh dokter pribadi saya. Malahan dokter pribadi saya menganjurkan bekam 1 bulan sekali untuk menjaga kesehatan

”BEKAM Sunnah Nabi & Mukjizat Medis”
penulis Syihab Al-Badri Yasin halaman xiv.

“Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Nabi SAW yang sangat lengkap. Diantara sebagian kedokteran warisan Nabi yang dilupakan itu adalah bekam. Bahkan mendengar pun belum pernah. Bahkan ilmu bekam diserahkan ke dunia barat sehingga mereka melakukan penelitian dan pembuktian terus-menerus, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak menamakannya bekam. Tatapi tetap memakai prinsip kerja bekam, menyedot darah dan mengumpulkannya, kemudian mengeluarkannya, tentunya dengan teknik dan teknologi canggih”.

Hingga muncullah ahli bekam dari negara Barat:
1. DR. Michael Reed Gach dari California dengan bukunya Potent Poins, a Guide to Self Care for Common Ailments (Titik-titik Berkhasiat sebagai Panduan Perawatan Diri dan Pengobatan Penyakit yang Umum)
2. Kohler D (1990) dengan bukunya The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of  Healing  Energy in Cupping Therapeutic Method (Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk Menghantarkan Energi Pengobatan Dengan Bekam)
3. Thomas W. Anderson (1985) yang berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method (100 Penyakit yang Dapat Diobati Dengan Bekam), yang ternyata sesuai dengan hadits Nabi sekitar tahun 600 M yang diriwayatkan At-Thobroni, bahwa pembekaman pada satu poin di sekitar tengkuk saja dapat
menyembuhkan 72 penyakit.

Rosululloh SAW bersabda : “Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan dengan bekam di tengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit”.

Laman Berikutnya »