Agustus 2010


Proses metabolisme tubuh selama bulan puasa memungkinkan munculnya persoalan bau mulut. Meski wajar, tak ada salahnya jika Anda mencoba menangkalnya dengan mengambil manfaat beragam bahan alami.

Karena bau mulut orang berpuasa bernilai pahala, sebagian orang tidak terlalu memedulikannya. Soal benarkah bau mulut cenderung meningkat pada masa puasa daripada hari biasa, sejauh ini belum ada jawaban pasti.

Cara paling mudah untuk meredam bau mulut selama berpuasa tentu saja rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan sahur. Parahnya, kebiasaan ini juga tidak mudah bagi sebagian orang. Selesai sahur, banyak orang malas gosok gigi, malah langsung tidur lagi. Padahal, setelah 30 menit tak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak diangkat.

Untuk menetralkan bau mulut sekaligus membuat napas lebih bersahabat selama berpuasa, Anda bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami berikut ini.

Cengkih kurangi peradangan
Dalam jurnal tanaman obat Indonesia tahun 2005 disebutkan bahwa cengkih memiliki kandungan minyak asiri (15-20 persen) dan eugenol (60). Minyak asiri ini dikembangkan oleh beberapa produsen jamu nasional sebagai bahan baku untuk ramuan tolak angin atau sebagai peluruh gas dalam perut atau masalah pencernaan lainnya.

Minyak cengkih mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, minyak cengkih diyakini mampu mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut.

Untuk mendapatkan khasiatnya sebagai obat kumur penangkal bakteri bau mulut, berikut cara meramunya:

Ambil 3-5 bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur.

Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

Sirih kaya asiri
Daun sirih dijadikan bahan utama untuk menginang karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Tradisi masyarakat itu menggelitik para ilmuwan untuk membuktikan khasiat daun sirih secara klinis.

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Cara meramu: Cuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi.

Ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah sahur.

Kayu manis samarkan bau mulut

Kayu manis merupakan rempah-rempah berbentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan atau kue. Selain itu, herba ini juga dikenal memiliki berbagai khasiat, termasuk mengurangi bau tak sedap yang keluar dari mulut saat berpuasa.

Berkat khasiatnya itu, kayu manis dikembangkan sebagai bahan campuran permen karet, industri jamu, dan produk kecantikan. Sifat kimia kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan zat kimianya antara lain minyak asiri, safrole, tanin, sinamadehide, eugenol.

Riset terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, penggunaan kayu manis dalam permen karet dapat mengatasi masalah bau mulut. Rupanya kayu manis tidak hanya mampu menyamarkan aroma yang tak sedap, tetapi juga mengandung zat yang dapat menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut.

Untuk memanfaatkan kayu manis sebagai obat kumur penghilang bakteri penyebab bau, cukup mudah. Rebus dua batang kayu manis dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, airnya dapat digunakan sebagai obat kumur.

Kapulaga antibakteri yang sejuk
Di kalangan penggemar herba, kapulaga terkenal sebagai ekspektoran sekaligus antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rahasia khasiat itu ternyata berasal dari kandungan minyak asiri sineol.

Sineol yang serupa, tetapi tak sama dengan eukaliptol kayu putih, ini lebih pedas. Namun, bila dijadikan obat kumur, maka hasilnya terasa sejuk. Bahkan, bahan ini biasa digunakan untuk membuat pepermin palsu.

Ada dua cara untuk mendapatkan khasiat kapulaga:
Untuk pengobatan luar, rebus atau haluskan semua bagian tumbuhan kapulaga. Lalu airnya atau adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit.
Untuk obat kumur, biji kapulaga ditumbuk lalu direbus dan air saringannya diminum.

Cara lainnya, biji kapulaga direbus dengan air bersih. Setelah masak dan dingin, air rebusan dapat digunakan untuk obat kumur. Berkumurlah setelah gosok gigi, seusai makan sahur tentunya.

Agar mendapatkan khasiatnya secara maksimal, biasanya sebelum digunakan, buah kapulaga disimpan dalam bentuk utuh alias tidak dikupas. Baru ketika hendak digunakan, kupas kulit luarnya kemudian ambil bijinya.

Sumber : kompas.com

Iklan

DALAM bulan suci Ramadan ini, umat muslim tak hanya diwajibkan untuk berpuasa dari makanan dan minuman, tapi juga mesti membersihkan jiwa dan introspeksi diri serta lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Untuk itu, berpuasa adalah cara paling baik untuk membersihkan diri baik secara mental, fisik, maupun spiritual. Inilah beberapa tips berpuasa agar Anda setap sehat baik jiwa maupun raga.

1. Berniat ikhlas untuk puasa
Puasa bukanlah hanya persoalan tidak makan dan minum, tapi juga menahan hawa nafsu dan membersihkan diri dari segala hal yang bersifat duniawi. Untuk itu, sebelum berpuasa, persiapkanlah diri dahulu dengan berniat ikhlas untuk berpuasa dengan memahami mengapa Anda harus berpuasa dan apa yang ingin Anda dapatkan dari puasa di bulan suci ini.

2. Usahakan untuk selalu sahur
Ibadah sahur memiliki kekuatan tersendiri bagi ketahanan tubuh untuk puasa. Makanan sahur merupakan sumber energi dan kekuatan bagi tubuh untuk berkegiatan selama satu hari tanpa adanya asupan nutrisi. Meski hanya makanan ringan, sebisa mungkin bangunlah pada dini hari dan makan sesuatu. Lakukan sahur mendekati imsak agar Anda tak merasa ngantuk atau malas beribadah salat subuh.

3. Minum banyak air saat sahur dan berbuka
Berpuasa selama sehari tentu akan mengurangi cairan dalam tubuh. Anda pun akan merasa dehidrasi. Untuk itu, sebaiknya Anda meminum banyak cairan saat sahur maupun berbuka puasa. Jika Anda enggan memakan santapan sahur, cobalah meminum air saja.

4. Hindari kegiatan yang menguras tenaga
Berkegiatan dengan aktivitas padat sembari berpuasa memang terkadang merupakan suatu cobaan. Untuk itu, Anda sebenarnya ditantang berutinitas tanpa adanya asupan. Hindarilah aktivitas yang menguras tenaga sehingga dapat menyimpan energi Anda. Biasanya, di bulan Ramadan kantor dan sekolah mengurangi waktu berkegiatannya. Jangan sampai tenaga Anda terkuras habis, simpan energi untuk dapat beribadah secara maksimal.

5. Jangan paksakan puasa
Beberapa orang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Untuk muslim, jika sakit, ia diperbolehkan tak berpuasa, tapi mesti menggantinya di hari lain. Ada juga keadaan yang memperbolehkan seseorang tidak berpuasa seperti dalam perjalanan, hamil, dan menyusui. Dan, jangan paksakan diri berpuasa jika memang kondisi kesehatan tak memungkinkan. Memang, puasa cara terbaik untuk pembersihan diri, tapi bila memang tak memungkikan untuk berpuasa ada banyak cara untuk beribadah saat Ramadan seperti berdoa dan berbuat amal.

6. Jaga semangat puasa
Berpuasa pada Ramadan juga merupakan sebuah pelatihan yang luar biasa. Nantinya kita akan terbiasa untuk berpuasa, tapi jangan sampai semangat kendur ketika Ramadan berakhir. Jika sudah terbebas dari kebiasaan buruk, janganlah kembali melakukannya kita. Jagalah semangat berpuasa Anda dengan rutin berpuasa untuk ke depannya seperti melakukan puasa Senin-Kamis.

Sumber : Media Indonesia