Juli 2011


Air perasan jeruk nipis ditambah kecap merupakan resep herbal yang menjadi andalan banyak orang untuk mengatasi batuk. Sebenarnya apa kandungan berkhasiat dari jeruk nipis sehingga mampu mengatasi batuk?

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung minyak astiri dan zat-zat yang mampu mengendalikan otot-otot di pernapasan sehingga batuk menjadi reda. Menurut Prof dr Sumali Wiryowidagdo, ahli herbal, jeruk nipis banyak dipakai sebagai komponen obat herbal karena pada zaman dahulu tanaman jeruk nipis banyak ditemukan di halaman rumah.

Selain sebagai obat batuk, buah jeruk nipis juga berkhasiat sebagai obat penurun panas, obat sembelit, jerawat, mencegah rambut rontok, menambah nafsu makan, mengatasi suara serak, dan masih banyak lagi.

Mengenai penambahan kecap pada air jeruk nipis, menurut Prof Sumali, hal itu dimaksudkan untuk mengurangi keasaman air jeruk. “Pada dasarnya kecap tidak berkhasiat untuk mengobati batuk, sifatnya hanya sebagai sediaan saja agar air jeruk nipis bisa dikonsumsi,” katanya dalam acara pengenalan teknologi ekstraki herbal terkini yang diadakan oleh PT Deltomed Laboratories di Jakarta, Kamis (16/5).

Selain kecap, sebenarnya banyak sediaan lain yang bisa dipakai bersama dengan jeruk nipis, misalnya air gula, madu, atau kapur sirih. “Tambahan ini bisa dipakai agar rasanya tidak terlalu asam. Penggunaannya juga tidak akan mengurangi khasiat jeruk nipis,” papar dosen dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia ini.

Sumber : kompas.com

Iklan

Fenugreek adalah sejenis tanaman biji-bijian yang banyak tumbuh di Asia dan umumnya sering digunakan oleh masyarakat India sebagai bumbu penyedap masakan. Fenugreek juga paling sering digunakan dalam pembuatan kari.

Tapi tahukah Anda manfaat lain di balik tanaman yang satu ini? Rupanya selain dipakai untuk bumbu masak, fenugreek juga mempunyai khasiat untuk meningkatkan gairah seksual pria, sebagaimana hasil penelitian para ahli dari Centre for Integrative Clinical and Molecular Medicine di Brisbane, Australia.

Dalam penelitian tersebut, para ahli mengujicobakan ramuan tanaman ini kepada 60 pria sehat berusia 25-52 tahun. Setiap relawan mengonsumsi ramuan tersebut sebanyak dua kali sehari selama enam minggu.

Hasilnya menunjukkan, tingkat libido para pria tersebut ternyata mengalami perubahan setelah dimonitor menggunakan alat skor. Dalam waktu enam minggu, skor mereka meningkat dengan rata-rata 16,1-20,6 atau naik 28 persen. Sementara itu, pada kelompok lain yang mengonsumsi pil, skor mereka terlihat jauh lebih rendah.

Menurut para peneliti, biji fenugreek mengandung senyawa saponin yang diperkirakan dapat merangsang produksi hormon seks laki-laki, termasuk testosteron.

“Mungkin tanaman ini bermanfaat meningkatkan testosteron atau level androgen, yang biasanya menurun seiring dengan bertambahnya usia. Jika tanaman ini sudah terbukti aman, tentu akan menjadi kabar yang baik karena pria yang memiliki kehidupan seks yang baik bisa hidup lebih lama ketimbang yang tidak memilikinya,” ujar Dr Raj Persad, salah seorang konsultan neurologi, seperti dilansir Dailymail.

Perlu diketahui, tanaman yang mempunyai nama latin (Trigonella Foenum-graecum) ini rupanya sudah sejak lama digunakan pada zaman Mesir kuno untuk mengobati penyakit demam.

Sumber : kompas.com