Agar tidak dehidrasi ketika berolahraga, ikuti aturan minum air putih berikut. Dua jam sebelum olahraga, minum 3 gelas (600 cc) air putih, dan 1 gelas  (300 cc) 15-20 menit sebelum memulai berolahraga. Selama berolahraga, usahakan minum 1 gelas (200 cc) air putih setiap 20 menit.

Setelah berolahraga, minumlah air putih sebanyaknya (semampu Anda). Suhu air yang Anda minum sebaiknya berkisar 10-15 derajat Celcius agar mudah diserap tubuh.
Ika

Iklan

Sudah banyak orang tahu bahwa olahraga baik untuk kesehatan. Namun, lebih banyak lagi orang yang enggan berolahraga dengan alasan tidak sempat, sibuk, malas, atau merasa badannya sehat-sehat saja.

Padahal, begitu seseorang mencapai usia 30 tahun, mulai terjadi penurunan pada massa otot tubuhnya. Jika mereka tidak berolahraga, penurunan itu tidak bisa dicegah atau diperlambat.

Penurunan massa otot dari usia 30 tahun sampai 70 tahun bisa mencapai 40 persen. Makanya, banyak orang yang pada masa tua tubuhnya jadi mengecil. Respons tubuh berkurang, bahkan untuk jalan pun tertatih-tatih,” demikian dikatakan dr Sadoso Sumosardjuno SpKO.

Salah satu tanda orang yang massa ototnya berkurang adalah tidak bisa memotong kuku kakinya sendiri. Kalaupun bisa, dia harus melakukannya dengan susah payah. “Kadang-kadang dia juga tidak bisa melompati genangan air, walau hanya genangan yang kecil dan sempit saja,” ujar Sadoso.

Menurut dia, cepat tidaknya penurunan massa otot sangat tergantung pada aktivitas yang dilakukan orang sehari-hari. Jika dalam sehari-hari dia banyak melakukan aktivitas fisik, penurunannya pun menjadi lambat. “Bagi orang yang tidak punya aktivitas fisik, jalan keluarnya adalah olahraga. Tidak ada kata terlambat untuk memulai olahraga, walau umur sudah tua,” dia menegaskan.

Kategori untuk manusia lanjut usia (manula), tambah Sadoso, sangat bervariasi. Menurut Departemen Kesehatan, manula adalah orang yang sudah mencapai usia 60 tahun. Sementara menurut kedokteran olahraga manula sangat tergantung pada kondisi fisik individu. Jika dia baru berusia 50 tahun, namun secara fisik sudah renta, dia bisa dikategorikan sebagai manula. Ada tiga tahapan manula menurut kedokteran olahraga, yakni umur 50-60 tahun, umur 61-70 tahun, dan 71 tahun ke atas. “Dia bisa memulai berolahraga, berapa pun umurnya,” Sadoso menandaskan.

Selain menjaga massa otot, olahraga juga bisa membantu pencegahan timbulnya berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung koroner, obesitas, osteoporosis, dan kolesterol tinggi. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan, olahraga juga bisa memperkecil risiko terkena kanker payudara.

“Penelitian itu mengatakan, jika seorang perempuan bisa mengurangi 2.000 kalori dalam seminggu dengan berolahraga, risiko terkena kanker payudara akan berkurang. Begitu juga dengan risiko kanker prostat. Untuk kanker prostat, seorang laki-laki harus mengurangi 4.000 kalori dalam seminggu. Jumlah ini terlalu berat sehingga kurang disarankan karena khawatir dia akan terlalu lelah, dan malah bisa jatuh sakit,” ujar Sadoso.

Keuntungan lain yang bisa didapat dari olahraga adalah bisa cepat tidur dengan lelap, kecepatan reaksi menjadi lebih baik dan cepat, kemauan dan kemampuan seksual menjadi lebih baik, dan membuat tulang menjadi lebih elastis sehingga tidak mudah patah tulang.
Dalam melakukan olahraga ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni intensitas, durasi, dan frekuensi. Intensitas adalah keras atau ringannya sebuah latihan. Lalu durasi dalam melakukan olahraga harus mencapai 45-60 menit, dan frekuensinya tiga kali seminggu.

“Intensitas bisa dihitung melalui denyut nadi dalam semenit ketika melakukan olahraga. Banyaknya denyut nadi sangat tergantung pada usia seseorang. Namun, tidak boleh kurang dari 60 persen dikalikan 220 dikurangi umur, dan tidak boleh melebihi 80 persennya. Jadi, seseorang yang berumur 60 tahun denyut nadi yang diperbolehkan adalah 96 sampai 128 kali dalam semenit. Jika kurang atau melebihi angka tersebut, berarti intensitasnya tidak tepat,” jelas Sadoso.

Untuk mendapatkan jumlah denyut nadi tidak perlu dihitung hingga satu menit, tetapi cukup 15 detik saja. Setelah jumlah didapat tinggal dikalikan empat maka dapatlah jumlah satu menit.

Olahraga yang berlebihan bisa berdampak tidak baik buat kesehatan karena tubuh menjadi terlalu lelah. Oleh karena itu, Sadoso tidak menyarankan olahraga dilakukan melebihi tiga kali dalam seminggu.

Saat ini banyak sekali senam dengan memakai label-label yang berbeda. Misalnya, senam jantung sehat, senam osteoporosis, senam jantung koroner. Sering kali untuk mencegah berbagai macam penyakit, masyarakat mengikuti bermacam-macam senam.
“Padahal, semua senam itu sama, hanya labelnya saja yang berbeda. Jika dia mengikuti tiga senam dengan label berbeda dan setiap senam diikuti tiga kali seminggu, berarti dalam seminggu dia melakukan sembilan kali senam. Jumlah itu terlalu banyak,” Sadoso menambahkan.

Kemudian jika frekuensinya kurang, yang didapat hanya kegembiraannya saja, sementara kebugarannya tidak didapat. Akibatnya, walau merasa sudah olahraga, tubuhnya tidak sesehat yang diharapkan.

Bagi manula yang ingin mulai berolahraga, dia bisa memulainya dengan berjalan kaki, disesuaikan dengan kemampuannya. “Patokan yang baik untuk berjalan kaki adalah masih bisa bernyanyi atau mengobrol dengan enak ketika melakukan jalan kaki itu. Jika menyanyinya sudah tersengal-sengal, berarti dia memaksakan diri,” ujar dia.

Namun, sebelum melakukan olahraga, sebaiknya manula mengukur tingkat kekeroposan tulangnya untuk mengetahui dia menderita osteoporosis atau tidak. Olahraga untuk osteoporosis sangat berbeda dengan olahraga untuk pencegahan penyakit yang lain. Jika salah memilih olahraga, bisa-bisa justru membuat tulangnya patah.

Agar tidak dehidrasi ketika berolahraga, ikuti aturan minum air putih berikut. Dua jam sebelum olahraga, minum 3 gelas (600 cc) air putih, dan 1 gelas  (300 cc) 15-20 menit sebelum memulai berolahraga. Selama berolahraga, usahakan minum 1 gelas (200 cc) air putih setiap 20 menit.

Setelah berolahraga, minumlah air putih sebanyaknya (semampu Anda). Suhu air yang Anda minum sebaiknya berkisar 10-15 derajat Celcius agar mudah diserap tubuh.
Ika

Sumber : http://www.kompas.com

BANYAK manfaat bisa diperoleh dari berolahraga rutin. Pada orang tua yang kurang gerak (sedentari) dan berisiko mengalami diabetes, ada perbaikan nyata pada fungsi sel beta pembuat insulin setelah satu minggu berolahraga. Demikian dilaporkan peneliti dari University of Michigan, Amerika Serikat.
Meski belum diketahui secara jelas penyebabnya, fungsi sel beta diketahui menurun sejalan dengan laju usia. Hal ini dikemukakan oleh Drs. Cathie J. Bloem dan Annette M. Chang dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, Februari 2008, seperti dikutip Reuters Health awal Maret ini.

Menurut peneliti, saat orang beranjak tua, mungkin menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin yang mengatur gula darah dan menimbulkan gangguan sekresi insulin. Walau olahraga jangka pendek meningkatkan sensitivitas insulin, masih belum jelas bagaimana hal itu bisa memengaruhi fungsi sel beta.

Bloem dan Chang melakukan investigasi dengan mengamati 12 orang sedentari berusia lebih 60 tahun dan berolahraga satu jam lebih lama setiap harinya selama seminggu. Sesi olahraga itu mencakup latihan treadmil, sepeda, dan mesin cross training. Responden berlatih 60-70 persen dari kapasitas detak jantung maksimal mereka.

Setelah periode olahraga, sensitivitas responden terhadap insulin meningkat hingga 53 persen dan fungsi sel beta yang disebut indeks disposisi 28 persen. Sayang, tak ada perubahan pada massa lemak, kadar lemak darah, atau faktor lain yang bisa menjelaskan efek olahraga terhadap sel beta. “Penelitian latihan olahraga jangka panjang sedang dilanjutkan untuk mengevaluasi efek lebih jauh olahraga terhadap fungsi sel beta dan intoleransi glukosa yang berhubungan dengan usia,” lapor para peneliti.
Diana Yunita Sari

Sumber : http://www.kompas.com

Jangan terburu-buru minum obat jika rasa nyeri mulai melanda tubuh anda,terutama di bagian pinggang. Obat bukan cuma satu-satunya penyelamat untuk mengatasi rasa nyeri. Bisa jadi, olahraga yang memacu gerakan tubuh yang dinamis adalah terapi terbaik.

dr. KRT. Lucas Meliala, SpKJ, SpS(K) mengungkapkan hal itu kepada Pusat Data Persi di sela-sela simposium paradigma baru Penatalaksanaan Nyeri yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma di Jakarta akhir pekan lalu.

Meliala mengungkapkan, hampir 90% nyeri yang terjadi pada tubuh manusia, terutama pinggang dipicu oleh kondisi under use atau kurang gerak. Kurang gerak dapat memicu kekakuan otot sehingga saat tubuh dikondisikan untuk mengangkat benda berat atau banyak bergerak, timbullah rasa nyeri tersebut.

“Untuk itu, sebenarnya tidak perlu obat, terutam obat yang diminum. Jika mau gunakan saja balsem atau koyo. Hati-hati, obat kimia justru dapat berefek negatif. Sebaiknya, istirahatkan saja tubuh anda. Lihat perkembangannya, jika nyerinya tergolong ringan tak perlu obat apa pun. Itu hanya pertanda, di masa datang anda harus makin rajin bergerak untuk melatih otot anda,” kata Meliala.

Meliala menegaskan, kunci terbaik untuk menangani nyeri adalah olahraga. Namun, hati-hati pula, tubuh yang terlalu banyak bergerak atau over use juga dapat menjadi bumerang.

Selain itu, kata Meliala, posisikan juga tubuh Anda secara benar dan tepat saat mengangkat beban, terutama beban berat. “Jangan sembarangan angkat-angkat. Posisikan tubuh anda secara tepat dengan beban yang akan diangkat. Jika mungkin, jangan gunakan hanya satu tangan, gunakan dua tangan untuk membagi beban tubuh itu secara merata,” ujar Meliala. (IIS)

Sumber: PdPersi

Berjalan selama 10 menit per hari
Tidak harus menghabiskan waktu satu jam bermandikan keringat di gym. Cukup dengan berjalan 10 menit sehari juga merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh Anda. Penelitian membuktikan olahraga sekecil apapun akan berguna bagi kesehatan tubuh Anda.

Parkir Mobil Anda dan Berjalanlah
Saat Anda hendak ke toko atau suatu tempat, coba parkirkan mobil Anda sejauh mungkin dan berjalanlah menuju toko. Saat Anda ke mal, jangan kesal karena mendapat tempat parkir yang jauh karena Anda justru bisa berjalan (artinya berolahraga) menuju mall.

Olahraga Perut Pagi Hari
Sebelum Anda bangun di pagi hari dan memulai aktivitas, coba lakukan sit up sebanyak 10 kali di tempat tidur Anda. Pasang weker Anda 15 menit lebih awal dan tambahkan satu kali sit up saat bangun keesokan harinya. Percaya atau tidak, suatu hari Anda akan bangun dan melakukan sit up sebanyak 100 kali.

Sumber : http://health-fitness-tips.com

1. Usahakan datang kerja lebih awal dari waktu yang ditentukan. Paling lambat 30 menit sebelum waktu kerja dimulai, kita harus sudah ada di kantor. Selain dapat memahami dan mengenal lebih baik suasana tempat kerja, kita juga dapat memiliki waktu untuk melakukan persiapan rutinitas kerja.

2. Jika terbiasa menggunakan mobil ke kantor, usahakan untuk memarkir mobil jauh dari letak kantor. Nah, dari tempat parkir mobil itu kita dapat melakukan olahraga jalan kaki. Makin jauh parkir mobil, makin banyak energi yang akan keluar.

3. Atau biasakan untuk berjalan mengitari tempat bekerja sebelum masuk ke ruangan. Usahakan untuk berjalan ke mana saja selama kurang lebih 15 menit sebelum masuk ruangan kantor. Nggak ada salahnya untuk berkenalan atau mencari tahu di sebelah kantor itu siapa saja sih orangnya. ?

4. Jika sedang melakukan makan siang di mall atau pun pergi ke tempat makan, upayakan untuk selalu menghindari eskalator. Cari tangga, naik turun tangga lebih baik ketimbang memakai eskalator.

5. Jika terpaksa menggunakan eskalator, upayakan agar tubuh selalu bergerak, jangan diam saja menunggu tangga berjalan, tapi coba berjalan turun.

6. Yang harus diingat adalah, jika kita tidak memiliki waktu untuk berolahraga, biasakanlah tubuh kita selalu bergerak, agar tubuh tidak manja. Selalu berjalan dan tidak mengandalkan kendaraan untuk bergerak, selama jam kerja