Penulis : Purwanti

Foto : google.com/image

Bagi Anda penderita rematik, atau berusaha mencegah rematik, beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan beberapa gerakan latihan. Latihan terfokus pada bagian sendi yang melindungi tulang ketika seseorang sedang beraktivitas.

“Latihan ini terdiri dari bermacam gerak untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada penderita rematik. Orang yang belum terkena penyakit nyeri sendi ini pun bisa ikut latihan ini untuk antisipasi agar tidak terkena rematik,” ujar spesialis rehabilitasi medik dr Angela BM Tulaar dalam seminar awam mengenai Pelatihan Calon Penyuluh Masalah Rematik di RSUPN Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu.

Dalam seminar yang digelar Perkumpulan Masyarakat Peduli Rematik (Permari) itu, Angela mengatakan obesitas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya rematik. Jadi, lanjutnya, bagi yang belum menderita rematik, latihan diharapkan dapat menurunkan berat badan. “Pada rematik banyak dijumpai kasus seperti kelemahan otot, sendi kaku, dan oligamen menjadi pendek sehingga terbatas gerakan sendinya. Gangguan tersebut bisa diatasi dengan latihan-latihan,” katanya.

Lebih lanjut, Angela menjelaskan latihan bagi penderita rematik tersebut terdiri dari beberapa bentuk gerakan.

1. Latihan isotonik, yakni latihan kontraksi otot dengan gerakan sendi. Pembebanan dilakukan bertahap dan ada peningkatan beban. Latihan isotonik ini dapat dilakukan dengan menggerakkan kaki dalam posisi duduk dan diberi beban.

2. Latihan isometrik, yaitu latihan kontraksi quadriceps (kedua kaki pada bagian paha) tanpa gerakan sendi, lutut ekstensi penuh, dan secara bertahap diberi penahan. Anda dapat melakukan latihan ini dengan meletakkan bantalan kecil di bawah lutut ketika berbaring dan mengangkat sedikit kaki Anda kemudian menurunkannya lagi secara berulang-ulang.

3. Latihan peregangan. Latihannya mirip ketika Anda sedang melakukan pemanasan sebelum beraktivitas atau berolahraga. Misalnya, menengokkan kepala ke kiri dan kanan, atas-bawah, dan miring kanan-kiri, merentangkan gerak sendi secara penuh seperti mencoba posisi duduk dengan kaki lurus dan mencoba meraih jempol kaki dengan tangan Anda. Latihan fleksibilitas seperti ini dapat membantu merenggangkan otot-otot sehingga mencegah cedera pada otot.

4. Latihan isokinetik. Latihan ini berupa gerakan terkendali melalui rentang sendi, dengan kecepatan angular konstan. Gerakan dilakukan dalam posisi duduk tegap di kursi, kedua tangan mengangkat beban lalu menggerakkannya (otot memanjang atau memendek).

5. Latihan dalam air. Latihan ini dipengaruhi gaya gravitasi dan daya apung di dalam air sehingga mengurangi tekanan pada sendi. Latihan ini bisa dilakukan dengan menggerak-gerakkan kaki di dalam air sambil berpegangan pada sisi kolam renang.

“Latihan di sini berfungsi untuk menguatkan otot-otot agar lebih stabil,” ujarnya. Perlu Anda ketahui, latihan fisik disini harus disesuaikan dnegan kemampuan fisik Anda. Karena jika memaksakan beban yang Anda gunakan dalam latihan fisik ini, bisa-bisa Anda cedera.

Lebih lanjut, Angela juga merekomendasikan untuk menyelipkan latihan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, ketika naik ke lantai atas gunakanlah tangga, berjalan kaki menuju kafe ketika makan siang atau ke ruang kerja, memotong rumput di halaman, mencuci mobil, dan berbagai aktivitas yang dapat menggerakkan sendi-sendi.

Iklan