Oktober 2009


 

sakit pinggang

sakit pinggang

 

 

DELAPAN dari 10 orang diperkirakan menderita gangguan sakit punggung dalam berbagai jenis. Mungkin Anda kesulitan menemukan cara mencegah dan mengatasi yang tepat mengingat mitos seputar penyakit ini yang juga sama banyaknya dengan jumlah penderitanya. Untuk membantu Anda menemukan cara yang tepat, berikut beberapa mitos, fakta dan solusi  seputar sakit punggung.

Pastikan selalu duduk tegak untuk mencegah sakit punggung. Posisi bermalas-malasan memang buruk bagi punggung. Akan tetapi, duduk tegak lurus terlalu lama juga bisa memicu peregangan pada punggung. Jika pekerjaan menuntut Anda duduk dalam jangka waktu lama, cobalah menerapkan latihan berikut beberapa kali dalam sehari:  duduklah sambil menyandarkan punggung ke kursi dengan kaki berada di lantai dan punggung sedikit dilengkungkan. Untuk hasil yang lebih baik, luangkan waktu untuk berdiri dan berjalan ke sekeliling ruangan beberapa menit setiap periode waktu dalam sehari.

Mengangkat benda berat akan menyakiti punggung. Bukan beratnya yang jadi masalah, tetapi cara Anda mengangkatnya. Tentunya tetap lebih baik menghindari beban yang terlalu berat untuk ukuran Anda. Namun jika hendak mengangkat beban, pastikan jongkok tepat di dekat benda dengan posisi punggung tetap lurus dan tegak ke  atas. Berdirilah dan gunakan kaki untuk mengangkat beban. Pastikan jangan memilin atau membungkukkan tubuh saat mengangkat.

Tinggallah di tempat tidur hingga sakit punggung hilang. Istirahat memang bisa membantu cidera akut atau peregangan yang memicu sakit punggung. Tetapi, Anda tidak perlu terus di tempat tidur. Satu atau dua hari di tempat tidur malah bisa memperburuk sakit punggung Anda.

Sakit punggung selalu dipicu oleh cidera. Tidak hanya cidera, sakit punggung juga bisa disebabkan oleh penurunan fungsi cakram akibat penuaan, penyakit, infeksi, bahkan konidi penyakit yang diturunkan.

Mereka yang kelebihan berat badan lebih berisiko menderita sakit punggung. Hal ini benar adanya. Obesitas akan menambah stres pada punggung. Karena itu, cobalah tetap fit dan mempertahankan berat badan sehat untuk menghindari sakit punggung. Selain itu, hindari olahraga keras di akhir muinggu tanpa diiringi olahraga teratur sebelumnya. Cara ini justru bisa menyebabkan cidera.

Mereka yang kurus bebas dari sakit punggung. Setiap orang bisa saja menderita sakit punggung. Faktanya, mereka yang terlalu kurus, seperti penderita anoreksia (gangguan makan), justru mengalami penurunan massa tulang yang bisa memicu patah atau retak tulang belakang.

Olahraga tidak baik untuk sakit punggung. Ini hanyalah mitos besar semata. Olahraga teratur justru membantu Anda mencegah sakit punggung. Penderita cidera akut yang mengalami sakit punggung umumnya dianjurkan mengikuti program olahraga yang dimulai dengan gerakan ringan dan ditingkatkan secara perlahan. Begitu rasa sakit akut reda, olahraga akan membantu mencegah terjadinya sakit punggung berulang.

Vitamin K. Vitamin K yang terdapat pada brokoli, bayam dan sayur berwarna hijau gelap dapat mempertahankan deposit kalsium dalam tubuh. Makin kuat tulang, otomatis tubuh pun kuat. Sebab, tulang ibarat penopang tubuh, yang bisa mengurangi kemungkinan cedera yang menyebabkan nyeri pada punggung. (OL-08)

Sumber : mediaindonesia.com

Iklan
pare

pare

SELAIN olahraga dan diet sehat, diabetes juga bisa dikontrol dengan obat herbal. Studi-studi telah menemukan kalau beberapa herbal alami mempunyai kemampuan menurunkan gula darah dengan cara menstimulasi pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Selain itu, ada juga herbal dengan komponen yang efektif mengurangi kadar glukosa dengan mekanisme yang berbeda. Herbal apa sajakah yang bisa digunakan? Berikut 4 herbal yang bisa menjadi pilihan Anda.

Galega officinalis. Tanaman ini telah digunakan untuk meredakan gejala-gejala diabetes sejak abad pertengahan. Berdasarkan hasil analisis, tanaman ini mengandung guanidine, komponen yang bisa menurunkan gula darah dengan mengurangi resistensi insulin. Obat oral yang umum diresepkan untuk pasien diabetes (metformin) juga mengandung ekstrak dari herbal ini.

Herbal ini bekerja dengan menurunkan resistensi sel-sel terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa dari usus halus, mengurangi pembentukan glukosa di hati dan meningkatkan penyerapan dan penggunaan glukosa dalam lemak dan sel-sel otot di seluruh tubuh.

Ginseng.
Akar tanaman ini telah lama dinyatakan efektif membantu pengidap diabetes. Herbal satu ini bekerja dengan meningkatkan sensitivitas sel-sel terhadap insulin, hormon yang mengirim sinyal kepada sel-sel untuk mengurangi gula darah dengan mengambil glukosa. Sebuah studi yang dipublikasikan diDiabetes Care memaparkan, partisipan yang menerima 3 gram ginseng memiliki kadar gula darah 59.1% lebih rendah dibandingkan partisipan yang menerima placebo (tidak mengandung ginseng).

Tetapi jika hendak menggunakan ginseng, ada baiknya di bawah pengawasan dokter. Meskipun partisipan dalam studi tidak mengalami efek samping berbahaya, ginseng potensial memperkuat efek obat penurun gula darah yang diresepkan dan menimbulkan efek berlawanan jika digunakna bersamaan dengan obat antidiabetes oral seperti warfarin, heparin, dan aspirin.

Kayu manis. Ilmuwan dari Amerika mengklaim kalau satu sendok teh kayu manis sehari bisa membantu mencegah munculnya diabetes. Peneliti dari US Agricultural Research Services’ nutrition laboratories di Beltsville, Md., menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa meremajakan kemampuan tubuh agar lebih responsif terhadap insulin. Faktanya, hasil percobaan di laboratorium menunjukkan kalau pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer yang terdapat di dalam kayu manis. Hasil percobaan pada tikus menunjukkan kalau konsentrasi glukosa yang tinggi, turun dramatis setelah diberikan turunan kayu manis ini.

Studi lain dari Pakistan juga menunjukkan penurunan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL dan kolesterol total setelah penggunaan kayu manis selama 40 hari. Penurunan itu terus terjadi hingga 20 hari ke depannya. Studi ini menunjukkan, mereka yang menerima kayu manis paling tidak 1 gram sehari bisa merasakan manfaat ini.

Pare (paria).
Studi-studi klinis menunjukkan kalau pare meningkatkan produksi sel-sel beta di pankreas yang memicu perbaikan produksi insulin di dalam tubuh. Kandungan Charantin, polypeptide P, dan oleonolic acid glcosides di dalam pare  dinyatakan berperan dalam penanganan diabetes. Anda bisa menggunakan dengan cara minum sekitar 20 mililiter jus pare setiap hari. Upayakan mengonsumsi saat perut masih dalam keadaan kosong di pagi hari. (OL-08)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

salah satu herbal obat sakit kepala

salah satu herbal obat sakit kepala

SAKIT kepala bukanlah gangguan kesehatan yang asing dan Anda bisa mencoba ragam herbal yang telah lama digunakan untuk mengontrol sakit kepala.

Sakit kepala seringkali muncul akibat berbagai faktor pemicu termasuk stres. Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan beragam obat medis yang tersedia beragam di pasaran. Tetapi, jika malas menggunakan obat-obatan yang mengandung bahan kimia, Anda bisa mencoba beberapa herbal seperti di bawah ini.

Feverfew. Tanaman yang mempunyai bau mirip jeruk nipis ini merupakan antiperadangan dan bekerja seperti ibuprofen. Tumbuhan semak dari keluarga asteraceae ini sangat populer sebagai herbal untuk mengatasi migrain. Selain itu, herbal ini juga diyakini bisa menghambat zat-zat kimia penyebab ketegangan pembuluh darah di kepala. Sebuah studi menemukan, 2/3 dari pasien migrain sembuh setelah menggunakan feverfew secara teratur. Untuk menjamin tingkat keamanan dan menentukan dosis yang tepat, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Peppermint. Herbal satu ini telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengatasi sakit kepala. Semua bagian tanaman ini, mulai dari kandungan minyak, flavonoid, phenolic acids, dan triterpenes bisa digunakan sebagai obat. Studi pertama mengenai manfaat peppermint dipublikasikan pada 1879. Publikasi ini didukung oleh penemuan berikutnya di Jerman pada 1996. Studi ini menemukan, cairan ethanol yang mengandung 10% minyak peppermint sama efektifnya dengan 1.000 miligram acetaminophen dalam meredakan sakit kepala. Studi lain menemukan, 32 partisipan yang menggosokkan minyak peppermint di ubun-ubun mengalami pengurangan rasa sakit yang signifikan.

Cobalah menggosokkan atau memijatkan minyak peppermint ke ubun-ubun, turun ke kening, dan ke belakang leher. Cara ini dinyatakan efektif meredakan sakit kepala akibat gangguan pencernaan dan migrain dengan cara menimbulkan efek dingin pada kulit dan merilekskan otot-otot cranial. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan teh peppermint untuk meredakan migrain. Caranya, tuangkan satu cangkir air mendidih ke dalam wadah yang berisi 1-2 sendok teh daun peppermint kering, kemudian tutup dan biarkan selama 10 menit. Saringlah campuran sebelum diminum. Untuk meredakan migrain, minumlah 1-2 cangkir tehpeppermint dingin setiap hari.

Passionflower. Herbal satu ini bersifat menenangkan. Mengonsumsi teh passionflower sebelum waktu tidur bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Satu percobaan klinis menemukan kalau herbal ini bisa menurunkan tingkat kecemasan.  Selain itu, passionflower juga diyakini mengandung antiperadangan dan penghilang rasa sakit, sehingga sangat bagus untuk migrain. Dosis yang dianjurkan sebanyak 4-8 gram herbal kering 3 kali sehari. Untuk membuat teh, Anda bisa menyeduh 0.5-2.5 gram passionflower ke dalam air mendidih selama 15 menit dan diminum 2-3 kali sehari.

Ginko biloba. Daun ginko biloba merupakan herbal yang populer untuk meredakan sakit kepala. Herbal ini bisa memperlancar aliran darah, sehingga cocok digunakan untuk sakit kepala yang dipicu oleh gangguan sirkulasi. Beberapa studi yang dilakukan para peneliti dari Perancis menemukan, herbal in efektif meredakan sakit kepala vaskular (migrain, sakit kepala berantai, dan sakit kepala akibat mabuk). Salah stau studi bahkan menyebutkan kalau ginko bisa mengurangi migrain hingga 80%. Tapi, herbal ini bisa menimbulkan efek samping jika digunakan dengan obat sakit kepala seperti aspirin dan lithium. Karena itu, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Cabe merah. Cabe merah mengandung komponen capsaicin, yang diyakini meningkatkan daya tahan terhadap rasa sakit. Cabe merah dinyatakan efektif meredakan sakit kepala berantai (cluster headaches), dan umum digunakan dalam bentuk semprot hidung (nasal spray). Sebuah studi yang meminta partisipan menggosokkan obat yang mengandung capsaicin di bagian dalam dan luar hidung menemukan kalau pasien mengalami pengurangan 75% rasa sakit dan frekuensi sakit kepala, dalam waktu 5 hari.

Chamomile. Herbal ini mengandung antiperadangan dan komponen penghilang rasa sakit yang bisa membantu meredakan ketegangan emosional. Karena itu, herbal ini cocok untuk membantu sakit kepala akibat ketegangan. Chamomile bisa ditemukan dalam bentuk teh siap seduh. (OL-08)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com